Tari Tempurung, Keunikan Properti Batok Kelapa Yang Mulai Langka

· 2 min read
Tari tempurung Sumatera Barat

Tari Tempurung berasal dari Sumatera Barat dan menjadi salah satu Tari Tradisional Minangkabau yang unik, karena menggunakan properti utama yakni Tempurung, sesuai dengan namanya. Keberadaan tarian ini kabarnya memang sudah jarang dimainkan. Lalu bagaimana sejarah terbentuknya, apa saja properti dan gerakannya? Simak ulasan ini.

Salah satu ciri khas Minangkabau adalah variasi adat dan Budaya mereka yang sangat beragam, tidak terkecuali soal tarian daerah. Tari Tempurung menjelma menjadi kesenian yang digemari masyarakat, dan dijadikan sebagai sarana hiburan di berbagai acara, salah satunya saat pesta perkawinan.

Sejarah

Tari Tempurung dicipta oleh Aji Muhammad, yang pertama kali diperankan pada tahun 1952 di Nagari Batu Manjalur. Kemudian di rentang tahun 1970-1980an, kepopulerannya kian meningkat hingga tersebar luas, sampai akhirnya di Nagari Ayei Dingin, Padang Sibusuk. Namun setelah tahun 1990-an, tarian ini sudah jarang dimainkan.

Padahal, tarian ini sangat kental dengan budaya lokal, terlihat dari alat musik pengiring hingga properti yang digunakan sangat menggambarkan kekayaan Minangkabau. Selain itu, pesan dalam tarian ini juga patut diapresiasi, yakni mengajak kita untuk menjadi orang baik dan bermanfaat, serta tidak merugikan orang lain.

Busana Tari Tempurung

Properti Tari Tempurung sendiri menggunakan batok kepala (tempurung) yang sudah dibersihkan terlebih dahulu, dan biasanya berwarna hitam kecoklatan. Selain itu, busana yang dikenakan merupakan pakaian adat Minangkabau, baik bagi penari pria maupun wanita.

Untuk penari pria, Busana Tarian ini menggunakan pakaian adat bernama baju Taluak Balango, Salempang, Ikek Kapalo Deta, dan Saruang. Sedangkan untuk penari wanita, mengenakan baju baju Taluak, Saroa Gelombang, Tanjak, Salempang, dan Balango. Untuk warna baju Taluak Balango, umumnya berwarna hitam, dan dihiasi renda kuning emas.

Gerakan Tari Tempurung

Setiap tarian daerah, pasti memiliki aturan gerakan yang sudah ditentukan dan bersifat khusus. Umumnya, gerakan-gerakan yang ada juga mengandung nilai dan pesan yang tersampaikan. Begitu pula dengan Gerakan tangan pada tari Tempurung, hingga gerakan kepala dan lainnya.

Dalam prakteknya, Tarian mempunya 4 gerakan, dimainkan secara berpasang-pasangan, yakni 4 orang pria dan 4 wanita. Penjelasan singkat mengenai gerakannya adalah sebagai berikut :

  • Gerakan Langkah Pasambahan : Merupakan deretan gerakan awal, yang ditujukan sebagai penghormatan terhadap para tamu undangan dan tokoh-tokoh penting.
  • Gerakan Langkah Maju : Gerakan ini terselip makna nasihat kepada siapapun yang menyaksikan, bahwa jadilah manusia yang selalu melangkah maju menatap masa depan, dan senantiasa berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi.
  • Gerakan Mundur : Gerakan Tarian Tempurung yang satu ini mengisyaratkan kepada kita bahwa jangan menjadi orang yang cepat / mudah mundur dalam segala sesuatunya.
  • Rantak : Pada Gerakan Rantak ini, para penari akan menepukkan tempurung yang berada di kedua tangannya, ke bawah satu kaki yang diangkat, sehingga butuh kekuatan dan konsentrasi agar tidak terjatuh.

Baca Juga : Tari Piring Minangkabau

Alat Musik Pengiring

Untuk lebih menghidupkan sebuah pameran seni tari, maka biasanya dibarengi dengan musik pengiring. Instrumen musik yang digunakan juga biasanya selaras dengan alat musik asli dari daerah di mana tarian itu berkembang.

Alat Musik Pengiring Tari Tempurung adalah Talempong, sejenis alat musik pukul yang berasal dari Sumatera Barat. Selain itu, suara batok kelapa yang saling beradu juga menghasilkan bunyi uang selaras dan beraturan. Sehingga, menambah semarak penampilannya.

Makna / Fungsi Tari Tempurung

Makna tari tempurung minangkabau
Youtube.com

Sebagai salah satu kesenian daerah, tarian ini juga memiliki makna dan fungsi didalamnya. Selain sebagai hiburan dan kegiatan pengisi di acara-acara perayaan suka cita, berikut beberapa Fungsi serta Makna Tari Tempurung.

Dari beberapa sumber yang saya dapatkan, Tarian ini bermakna persatuan dan nasehat bagi kita semua, untuk senantiasa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya, tidak suka merugikan orang lain, dan bisa menghormati semua orang dalam hidup ini. Beberapa fungsinya adalah :

  • Penyambutan tamu-tamu terhormat seperti kepala adat, tokoh masyarakat hingga para pemimpin negeri
  • Sarana hiburan di acara-acara seperti pesta pernikahan hingga pentas seni
  • Sarana sebagai media untuk mengumpulkan orang-orang atau mengundang masyarakat ke suatu tempat.

Baca Juga :

Demikian, ulasan singkat kali ini mengenai Tari Tempurung beserta sejarah, makna / fungsi, properti Tari, gerakan hingga alat musik pengiringnya. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *