Tari Pasambahan, Selamat Datang Di Ranah Minang

· 2 min read
Tari Pasambahan minang

Tari Pasambahan berasal dari Provinsi Sumatera Barat. Dalam bahasa Indonesia, “Pasambahan” berarti Persembahan, yakni tarian Budaya yang diperuntukkan ketika menyambut tamu-tamu terhormat seperti kepala suku, tokoh penting, figur negara dan lainnya. Selain itu, juga untuk menyambut mempelai pria ketika tiba ke rumah mempelai wanita.

Pengertian Tari Pasambahan Minang adalah tarian kehormatan, yang ternyata memiliki sejarahnya tersendiri. Dalam tarian ini, benar-benar mencerminkan bagaimana masyarakat Minangkabau sangat menghormati tamu yang datang. Ketika prosesi tarian dimainkan, para tamu akan dipayungi, kemudian disuguhkan daun sirih dan lainnya dalam sebuah Carano.

Sejarah Tari Pasambahan

Tarian ini diciptakan oleh Syofyani Yusaf, pada tahun 1962. Tarian ini pertama kali ditampilkan dalam rangka penyambutan kedatangan Raja Belgia (Belanda), di Bukittinggi pada tahun yang sama. Tarian ini awalnya hanya dimainkan oleh kaum pria saja. Namun seiring berjalannya waktu, kini lebih didominasi oleh penari wanita.

Sebelum adanya Tari Pasambahan Minang, Tari Galombang lebih dulu ada dan difungsikan untuk menyambut tamu-tamu yang berkunjung ke Sumatera Barat. Sekarang, tarian ini lebih sering dimainkan secara campuran, di mana penari pria menarikan gerakan-gerakannya pencak silat, dan penari wanita membawakan Carano.

Dahulunya, Penyajian Tari Pasambahan hanya dilaksanakan di dalam ruangan secara khusus. Namun kini tidak lagi, bahkan ketika tamu baru saja turun dari kendaraan atau media yang menghantarkannya ke lokasi tujuan, tarian ini langsung menyambut dengan meriah dan penuh rasa penghormatan. Tarian ini mengusung pepatah Minang “putiah kapeh dapek diliek, putieh hati bakaadaan“.

Properti tari Pasambahan

Properti Tari Pasambahan
Portalberitaeditor.com

Dalam prosesnya, Carano menjadi media yang khas dan khusus. Carano sendiri adalah sejenis cangkir kecil berkaki empat yang terbuat dari kuningan, didalamnya diisi pinang, daun sirih, sadah dan gambir. Uniknya, para tamu boleh mengambil, memakan ataupun hanya menyentuh saja, sebagai tanda saling menghormati.

Selain Carano yang berisi berbagai hasil alam tadi, para penari pria terkadang juga memegang Karih, sejenis keris yang merupakan senjata Tradisional Sumatera Barat, seraya memperagakan gerakan-gerakan Silek Minangkabau. Gerakan silat yang dimainkan juga dinamis dan kencang mengikuti irama musik pengiring.

Gerakan tari Pasambahan

Umumnya, tarian ini dimainkan ketika tamu baru saja sampai, atau juga ketika tamu sudah mulai duduk di tempat yang disediakan. Setelah itu, segera dimulai alunan musik yang mengiringi para penari di hadapan tamu. Awalnya, penari pria akan memperagakan gerakan silat di bagian depan, berdiri sejajar / horizontal.

Setelah itu mereka mundur, lalu masuk penari perempuan menampilkan gerakan-gerakan yang lembut, anggun dan lemah gemulai. Tak pula pula senyum sumringah di wajah mereka. Setelah itu, barulah tiga penari perempuan lainnya maju sembari membawa Carano ke hadapan para tamu undangan, berjalan dengan pelan dan perlahan.

Setelah sampai ke hadapan tamu, penari perempuan yang di sebelah kiri akan membuka penutup carano, kemudian yang dari sisi kanan akan mempersilahkan tamu untuk memakan, mengambil atau menyentuh. Setelah selesai, mereka mundur dan penari perempuan yang sebelumnya dengan penari silat pria melanjutkan tarian mereka sampai selesai.

Alat Musik Pengiring

Alat musik menjadi salah satu elemen penting dalam prosesi tarian tradisional. Dengannya, suatu tarian akan lebih hidup dan kaya keindahan, serta pesan dan makna yang ada akan makin mudah untuk tersampaikan. Begitu pula dengan Musik Pengiring Tari Pasambahan Sumatera Barat yang satu ini, yang diisi oleh beberapa alat musik.

Alat musik yang digunakan adalah berbagai instrumen asli Minangkabau, diantaranya adalah telompong pacik, sarunai, gendang tambui, bansi, gong hingga tassa. Untuk nyanyiannya, diisi dengan lagu-lagu yang berbau selamat datang dan kehormatan. Keberadaan alat musik memang bisa lebih menghidupkan suatu tarian.

Baca Juga : Tari Piring Minangkabau

Busana Tari Pasambahan

Gerakan tari Pasambahan minangkabau
Blogkulo.com

Pelakon Tari Tradisional umumnya pasti mengenakan busana atau kostum asli dari daerah tarian itu berada. Tari Pasambahan Minangkabau mengenakan pakaian adat bagi wanita, seperti tengkuluak (hiasan kepala), baju batabue (busana atas), lambak (busana bawah), salampang, dan aksesoris perhiasan seperti dukuah (kalung), galang (gelang) hingga cincin.

Sedangkan untuk penari pria, umumnya mengenakan destar sebagai tutup kepala, baju rang Mudo / adat, sarawa (celana), sasampiang, cawek (ikat pinggang), dan sandang. Perpaduan pakaian adat dengan gerakan silek yang diperagakan penari pria, serta gerakan anggun nan elok oleh pelakon wanita, menjadikannya sangat menarik untuk disaksikan.

Fungsi dan Makna Gerakan Tari Pasambahan

Keberadaan beberapa tari di Minangkabau yang diperuntukkan sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu, membuktikan bagaimana masyarakat Sumatera Barat selalu menghormati tamu, serta dianggap sebagai saudara jauh. Dengan begitu, keakraban akan cepat terwujud antara tuan rumah dengan pendatang.

Beberapa Fungsi Tari Pasambahan selain sebagai media untuk memuliakan tamu adalah, juga dimainkan ketika menyambut mempelai pria ketika sampai ke tempat mempelai wanita. Selain itu, juga dijadikan hiburan, diperagakan di berbagai event seperti pentas seni, pertunjukan budaya dan sejenisnya.

Simak Juga :

Penutup

Demikianlah, ulasan singkat kali ini mengenai Tari Pasambahan suku Minang beserta properti, sejarah, busana, gerakan hingga makna dan fungsinya. Semoga ulasan singkat kali ini bisa bermanfaat dan menjadi referensi utama. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.