Tari Lilin, Misi Menjaga Lilin Agar Tetap Menyala

· 2 min read
Tari lilin Sumatera Barat

Tari Lilin berasal dari daerah Sumatera Barat, Budaya ini termasuk dalam jenis tari kelompok yang dibawakan oleh kaum perempuan secara berpasangan, dengan properti utama berupa lilin di dalam piring dan dipegang di kedua tangan penari, sembari menari dan menjaga lilin agar tetap menyala.

Keunikan Tarian Daerah Minangkabau ini terdapat pada gerakannya yang selektif dan tidak sembarangan, karena menyesuaikan dengan anggunnya cahaya lilin yang berputar. Berikut, informasi selengkapnya mengenai sejarah, properti, busana, makna dan fungsinya. Silakan simak sampai selesai.

Sejarah

Pencipta Tari Lilin memang tidak diketahui orangnya, namun dia memiliki sejarah yang cukup panjang dan sudah berusia tua. Berdasarkan cerita rakyat, tarian ini dimainkan pada malam hari dan ditampilkan di istana kerajaan saja. Tarian ini awalnya berasal dari kisah seorang perempuan yang ditinggalkan kekasihnya karena pergi berdagang.

Sebelum si pria pergi, mereka terlebih dahulu bertunangan. Sekian lama waktu berjalan, cincin tunangan yang dipakai si perempuan hilang. Kemudian dia mencarinya hingga larut malam dengan bantuan lilin yang diletakkan di atas piring, dia mencarinya hingga larut malam, dengan mengelilingi pekarangan rumahnya.

Karena suasana gelap, dia pun terpaksa membungkukkan badannya agar cahaya lilin sampai ke tanah. Dengan begitu, dia meliuk-liukkan badannya sehingga terlihat seperti gerakan tarian yang indah. Nah, dari sinilah kemudian Tari Lilin berasal serta dimainkan oleh gadis-gadis ketika itu, semakin lama akhirnya semakin populer dan dikenal luas.

Ini jugalah yang menjadi penyebab mengapa para penari sangat berhati-hati dalam memainkannya, agar lilin tidak mati dan terus menyala. Terinspirasi dari si wanita yang mencari cincinnya, karena jika lilin mati, maka cincin pertunangannya tidak akan ditemukan lagi karena malam sangat gelap.

Setelah diresmikan oleh istana kerajaan, tarian ini kemudian dimainkan ketika acara-acara adat, sebagai ajang pengungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas pencapaian yang didapat masyarakat, seperti panen besar. Seiring perkembangan zaman, tarian ini dialih-fungsikan sebagai hiburan, penyambutan tamu dan pentas seni.

Gerakan Tari Lilin

Secara keseluruhan, tarian ini mengedepankan gerakan yang anggun, lembut dan pelan, berbeda dengan tarian lainnya yang mayoritas dinamis dan kencang. Ini semua tidak lepas dari filosofi sejarahnya yakni menjaga lilin agar tetap menyala. Karena jika lilin mati, mungkin cerita pertunjukan akan jadi berbeda.

Beberapa gerakan Tari Lilin yang dikenal didominasi oleh gerakan mengayunkan tangan, gerakan selayaknya berdoa, gerakan meliuk-liuk, membungkuk dan gerakan memutar badan. Selain itu, ada pula serangkaian gerakan yang dimainkan dengan cara duduk, diiringi gerakan lambaian tangan yang indah dan sejuk dipandang.

Tarian ini tidak dimainkan oleh sembarangan orang, membutuhkan latihan yang lebih terstruktur dan memakan waktu yang cukup lama, terlebih soal keseimbangan. Tarian ini juga sebenernya lebih terlihat aktraktif karena gerakannya bervariasi dan tidak monoton. Selain itu, cahaya lilin menambah keindahan prosesinya.

Properti Tari Lilin

Properti Tari lilin minangkabau
Selasar.com

Sebelum pertunjukkan, ada beberapa perlengkapan tari yang harus disediakan, dan yang paling wajib adalah piring kecil, dan lilin yang dinyalanakan. Selain itu, ada pula Busana Tari Lilin yakni mengenakan pakaian adat Minangkabau, dan dilengkapi dengan properti berupa aksesoris lainnya.

Seperti Tangkuluak sebagai hiasan kepala penari, baju yang dikenakan yakni baju Batabue, sedangkan bawahannya disebut Lambak. Selain itu ada pula salempang dan perhiasan berupa dukuah atau kalung, galang atau gelang dan cincin. Para penari akan mengenakan busana lengkap sehingga menambah estetika dalam tarian.

Baca Juga : Tari Piring

Alat Musik Pengiring

Selain properti, ada pula Alat musik yang menjadikan prosesi pertunjukkan sebuah tarian menjadi lebih hidup dan heboh. Alat musik juga berfungsi sebagai penyampai cerita, pengiring gerakan yang serentak dan juga pemancing emosional para penonton serta penari itu sendiri.

Begitu pula dengan Alat Musik Pengiring Tari Lilin ini yang diantaranya adalah accordeon, biola, gong, gitar, kenong, gendang, bonang, saxophone, dan tok-tok. Selain itu, ada pula alat musik khas Melayu. Tidak ketinggalan pula Talempong yang merupakan instrumen musik khas Sumatera Barat.

Nilai & Fungsi Tari Lilin

Seperti yang sudah diterangkan di atas, tarian ini memiliki nilai dan peranannya di tengah-tengah masyarakat. Nilai dari tarian ini pada awal kemunculannya ialah bermakna rasa syukur kepada Tuhan atas anugerah panen besar yang dihasilkan ketika itu.

Seiring perkembangan zaman, Tujuan Tari Lilin ini mengalami sedikit peralihan fungsi, yakni dijadikan sebagai hiburan, untuk menyambut tamu-tamu terhormat, ditampilkan di pesta pernikahan hingga pentas seni. Tarian ini juga sudah terkenal hingga ke pelosok negeri.

Baca Juga Tari Tradisional Asal Sumatera Barat lainnya :

Demikian, ulasan singkat kali ini mengenai Tari Lilin asal Minangkabau beserta sejarah, properti, busana, alat musik, fungsi dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Semoga ulasan di atas bisa memberi manfaat dan menambah wawasan kita semua mengenai kebudayaan di tanah air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *