Yuk, Mengenal 26 Tari Tradisional Sumatera Barat Yang Mendunia

· 8 min read
Tari Tradisional Sumatera Barat

Sebagai salah satu provinsi yang kaya akan peninggalan budaya nenek moyang yang masih eksis hingga sekarang, kamu bisa menemukan banyak sekali kekayaan Budaya di sini, salah satunya adalah Tari Tradisional Sumatera Barat yang hingga kini masih tetap diminati.

Pada berbagai perhelatan resmi maupun non resmi di Minangkabau, biasanya akan selalu ada pertunjukkan Tarian Tradisional asal Sumbar didalamnya, sebut saja seperti Upacara adat, penyambutan tamu terhormat, perpisahan sekolah, pesta perkawinan dan lain sebagainya.

Salah satu Tari Tradisional Sumatera Barat yang paling terkenal dan umumnya sudah kita ketahui adalah Tari Piring. Dengan properti piring di tangan kanan dan kiri penari, sembari bergoyang melenggok mengiringi aliran musik yang dimainkan.

Pengertian Tari Tradisional

Secara suku kata, Tari adalah varian gerakan yang dimainkan satu atau beberapa orang dengan iringan musik, di mana tiap gerakan memiliki aturan dan mengandung nilai serta cerminan pesan atas suatu hal.

Sedangkan tradisional adalah hal yang berbau tradisi, peninggalan yang masih ada hingga kini serta disalurkan secara turun-temurun. Sehingga, tari tradisional adalah kebudayaan yang telah ada sejak dahulu dan terus dilestarikan.

Tari Tradisional Sumatera Barat

Bukan hanya itu saja, sejatinya ada cukup banyak Tarian Adat Minangkabau yang hingga kini masih tetap dimainkan. Apa sajakah itu? Silakan simak ulasan di bawah ini beserta gambar dan penjelasannya. Semoga bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kita semua.

Tari Piring

Tari Tradisional Sumatera Barat
Wikipedia.org

Yang pertama adalah Tari Piring (Tari Piriang), sebuah atraksi tarian yang menggunakan properti utama berupa piring di kedua tangannya. Meski piring tersebut hanya diletakkan tanpa bahan pelekat, namun ia takkan jatuh meskipun penari bergoyang menggerakkan tangannya dengan lincah.

Jika bercermin dari sejarah, maka Tari Piring berasal dari Solok, Sumatera Barat. Pada awalnya, tarian ini akan dibawakan sebagai bentuk rasa syukur atas panen besar yang diraih masyarakat setempat, dan sebagai media pemujaan kepada dewa-dewi.

Di dalam piring, terdapat sesajian dari berbagai macam bahan makanan. Namun setelah masuk dan berkembangnya Islam di tanah Minangkabau, tarian Piring ini beralih fungsi menjadi tari untuk penyambutan tamu-tamu terhormat, yang berkunjung ke Sumatera Barat.

Gerakan Tari Piring umumnya adalah menari dengan pola gerakan yang telah ditentukan. Semua penari bergerak secara dinamis ditemani piring di tangan mereka. Lalu, akan terdengar bunyi dentingan dari peraduan cincin di jari dan piring di telapak tangan.

Jumlah Penari yang menjadi lakon Tari Piring ini umumnya ganjil, mulai dari 3 hingga 7 orang. Atraksi lain yang bisa dilihat dari tari Piring ini adalah menari di atas pecahan piring yang mereka lemparkan ke lantai. Tapi sekarang, segmen akrobatik yang satu ini sudah jarang terlihat atau diperagakan.

Tari Pasambahan

Tari Tradisional Sumatera Barat
Youtube.com

Tari Tradisional Sumatera Barat selanjutnya bernama Pasambahan (Persembahan). Sesuai dengan namanya, tarian ini sering dimainkan ketika menyambut tamu-tamu besar negara, tokoh terkenal dan sejenisnya sebagai bentuk penghormatan kepada mereka.

Saat tarian berlanjut, sang tamu akan dipayungi sembari diiringi berjalan menuju tempat duduk. Bukan hanya sebagai penyambutan tamu saja, Tari Pasambahan juga dibawakan dalam berbagai acara adat, hiburan, penyambutan mempelai pria di rumah wanita dan lain sebagainya.

Setelah penampilan tari selesai, maka tamu akan disuguhkan daun sirih dalam Carano. Dalam budaya pernikahan, pengantin pria akan menerima daun sirih selaku ketua rombongan. Pada umumnya, tarian ini dibawakan oleh 9 orang yang terbagi dalam 3 kelompok.

Kelompok pertama adalah 2 orang penari pria yang membawakan gerakan pencak silat, kelompok 2 adalah 4 orang penari perempuan yang menari lembut dan anggun. Dan yang terakhir adalah perempuan dengan 1 orang pembawa carano dan 2 orang pendampingnya.

Tari Indang

Tari Tradisional Sumatera Barat
Wikipedia.org

Tarian adat Sumatera Barat berikutnya bernama ‘Indang’, yang berasal dari Kabupaten Pariaman, Sumatera Barat. Kata “Indang” sendiri sebenarnya adalah nama gerakannya. Sedangkan tari ini lebih dikenal dengan nama Tari Dindin Badindin, yakni judul lagu yang menjadi pengiringnya.

Sama halnya seperti Tari Pasambahan, tarian ini sekarang juga lebih difungsikan sebagai media hiburan, penyambutan tamu, acara pernikahan dan sejenisnya. Namun bedanya, tarian ini lebih sering dimainkan oleh kaum wanita saja.

Gerakan Tari Indang ini cukup bervariasi, karena menyesuaikan dengan lagu pengiringnya yang panjang. Gerakan yang sama hanya ketika lagu memasuki bagian “Reff”. Tarian ini dimainkan dengan duduk seperti gerakan sholat “Duduk diantara dua sujud”.

Pada awal perkembangannya, tarian ini dijadikan sebagai media dalam penyebaran agama Islam, karena awalnya di dalam lagu pengiringnya terdapat lantunan sholawat. Namun sekarang, terjadi pengalihan fungsi sehingga lebih dijadikan sebagai hiburan.

Tari Payung

Tari Tradisional Sumatera Barat
Romadecade.org

Tari Tradisional Sumatera Barat berikutnya bernama Tari Payung, yang dimainkan secara berpasang-pasangan, di mana kaum pria menggunakan properti payung dan kaum wanita menggunakan selendang. Tarian ini bermakna kasih sayang terhadap pasangannya.

Payung yang dipegang sang pria melambangkan perlindungan kepada wanitanya, serta mendeskripsikan bagaimana seharusnya para pria dalam memegang tanggung jawab untuk melindungi wanita. Gerakan Tari Payung ini memiliki pola 1-2-3-4, sekaligus sebagai dasar-dasar gerakannya.

Tarian ini benar-benar menggambarkan keromantisan dan hubungan kasih yang berjalan baik. Begitu pula gerakan yang anggun dan syahdu, serta alunan musik yang enak didengar. Tarian ini sering dibawakan dalam berbagai acara, mulai dari pernikahan, hiburan, pentas seni dan sejenisnya.

Tari Rancak

Tari Tradisional Sumatera Barat
Budayakita.com

Dalam bahasa Minang, “Rancak” artinya Cantik. Tari Adat Minang ini secara umum dimainkan oleh kaum wanita, yang menggambarkan ketegasan dan kekuatan, sehingga kaum perempuan bukan hanya sebatas cantik saja, namun juga tegas dan kuat, tergambar dari irama serta hentakan musiknya.

Terdapat 2 versi Tari Rancak yang berkembang di Sumatera Barat, yakni versi Tarian Rancak Kudo asal Pesisir Selatan, dan versi kedua yaitu ciptaan Gusmati Sud. Meski bermakna sama dan mengarah pada satu tujuan, terdapat perbedaan yang cukup menonjol dari ke dua versi ini.

Dalam versi ciptaan Gusmati Sud, ada beberapa gerakan tambahan, yakni Tagak-tagak (Tegak-tegak), Ukua jo jangko (Ukur dengan jengkal), Garak-garik (Gerak-gerik) dan Raso Pareso (dirasa dan periksa). Tarian ini bisa kamu saksikan dalam berbagai acara hiburan dan perayaan adat.

Tari Baralek Gadang

Tarian Adat Sumbar
Jurnaland.com

Tari Tradisional Sumatera Barat berikutnya bernama Baralek Gadang, yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah “Pesta Besar”. Meski namanya identik dengan acara besar, namun maknanya berbeda. Tarian ini bercerita tentang kegiatan sehari-hari.

Dalam pamerannya, ada gerakan yang mengangkat unsur kegiatan / rutinitas Masyarakat, mulai dari bangun pagi, berangkat ke sawah, menanam padi, beristirahat hingga makan bersama di siang hari. Tari Baralek Gadang bisa kamu saksikan pada berbagai event di Sumatera Barat.

Pada 2016 lalu, Tari Baralek Gadang dipilih sebagai kegiatan pengisi utama dalam perayaan Festival Budaya Minangkabau ke VII, yang diikuti oleh 300 pelajar SLTP dan SLTA se Tanah Datar, yang diawali dengan Tari Rantak, diakhiri 50 penari yang menari di atas pecahan kaca dan piring melayang.

Tari Galombang

Tarian Adat Sumbar
Youtube.com

Tarian asal Sumatera Barat berikutnya bernama Tari Galombang, sebuah pertunjukkan tari yang biasanya diperankan oleh lebih dari 10 orang, dan dibagi menjadi 2 bagian (kiri-kanan). Tari Galombang umumnya dibawakan dalam perayaan upacara adat atau tradisi budaya di Minangkabau.

Sama halnya seperti Tari Pasambahan, Tari Galombang biasanya dibawakan untuk menyambut tamu-tamu terhormat, mayoritas gerakannya diangkat dari gerakan Pencak Silat. Tarian ini juga sering ditemui dalam acara penyambutan mempelai saat diarak menuju pelaminan.

Kata “Galombang” (Gelombang) sendiri menggambarkan gerakan para penari yang dinamis dan kencang. Kakinya yang memperlihatkan gerakan silat, sedangkan tangannya berayun-ayun naik turun layaknya gelombang ombak di lautan. Di berbagai event tertentu, tarian ini bisa dibawakan sampai berpuluh orang.

Tari Alang Babega

Tarian Adat Sumbar
Backpackerjakarta.com

Tari Tradisional Sumatera Barat selanjutnya bernama “Alang Babega”. Tarian ini memiliki pengaruh besar dengan budaya Mentawai. Dalam bahasa Minang, “Alang” berarti Burung Elang. Tarian ini mendeskripsikan seekor elang yang sedang memantau dan siap menerkam mangsanya.

Tari Alang Babega ini biasanya dibawakan dalam jumlah genap, antara 2 hingga 6 orang, baik oleh kaum pria maupun wanita. Tarian ini sering terlihat dalam perayaan acara-acara adat, acara kebudayaan, maupun pentas di luar negeri.

Tari Ambek-Ambek

Tarian Adat Sumbar
Seringjalan.com

Selanjutnya bernama Tari Ambek-Ambek, yang diketahui berasal dari daerah Koto Anau, Kabupeten Solok, Sumbar. Tari Daerah Sumbar ini mencerminkan perilaku anak-anak ketika bermain, hingga berpura-pura berkelahi dengan teman lainnya. Awalnya, tarian ini pernah menjadi ritual sakral keagamaan.

Gerakan Tari Ambek-Ambek ini mengangkat unsur pencampuran gerak Pencak silat. Tarian ini dimainkan oleh pria dan wanita dengan menggunakan pakaian adat Minangkabau. Struktur gerakannya antara lain Pasambahan, Suduang Daun, Sauik, Kaluang dan Jinjian Bantal.

Tari Ambek-Ambek dikenal juga dengan nama Tari Mancak, yang berarti “berkelahi”. Gerakannya yang menggambarkan jurus pencak silat Harimau Campo, dengan kuda-kuda dan pergerakan seluruh badan mengikuti alur musik pengiring yang dimainkan.

Tari Barabah

Tarian Adat Sumbar
Youtube.com

Tari Tradisional Sumatera Barat berikutnya bernama Barabah, yang diambil dari nama seekor burung. Masih sama seperti yang di atas, Tari Barabah ini juga mengangkat unsur gerakan pencak silat, dengan diiringi alat musik yang berpropertikan Talempong, salah satu alat musik Sumatera Barat.

Tarian ini dibawakan oleh minimal sepasang pria dan wanita, dengan properti utama berupa sebuah Belati. Kamu bisa menyaksikan pertunjukan tari ini di berbagai acara resmi maupun non resmi, mulai dari upacara adat, pernikahan, hiburan dan lain-lain.

Tari Kain Salendang

Tarian daerah Minangkabau
Ranahwarta.com

Tarian Daerah Minang satu ini berasal dari daerah Darek, tetapi lebih populer dan sering dipertunjukkan di kabupaten Pesisir Selatan.  Berbeda dengan tarian pada umumnya, Tari Kain Salendang hanya dimainkan oleh 2 orang saja, yakni penari dan pemusiknya.

Alat musik yang dipakai adalah Gendang, sedangkan penari mengenakan pakaian adat Minangkabau, dengan properti utama berupa sehelai selendang yang dimainkan selama ia menari. Kamu bisa menyaksikan pertunjukan tarian ini di berbagai event budaya dan hiburan.

Tari Lilin

Tarian daerah Minangkabau
Youtube.com

Tari Tradisional Sumatera Barat selanjutnya bernama Tari Lilin, menggunakan properti lilin yang menyala dan diletakkan di sebuah piring. Dengan 2 benda ini, penari akan melakukan gerakan-gerakan bervariasi dan diiringi oleh musik pengiring.

Ada kisah unik dibalik tarian ini. Tari Lilin bercerita tentang seorang wanita yang ditinggalkan kekasihnya setelah bertunangan. Kemudian, cincin tunangan yang dikenakan hilang, lalu si wanita mencari cincin tersebut menggunakan lilin sebagai penerangan.

Tari Lilin umumnya dibawakan secara berkelompok oleh kaum wanita, namun ada pula yang berpasangan. Lilin yang diletakkan di sebuah piring ini kemudian dimainkan di kedua telapak tangan, sembari mengayun ke sana ke mari dengan lemah lembut dan gemulai.

Tari Kiek Gadih Minang

Tarian daerah Minangkabau
Steemit.com

Tarian Khas Provinsi Sumbar berikutnya bernama Kiek Gadih Minang. Tari yang satu ini menggambarkan tentang berbagai aktivitas dan rutinitas para kaum perempuan Minangkabau, mulai dari waktu pagi hari, melakukan kewajiban hingga menuju masjid untuk beribadah.

Tari Kiek Gadih Minang merupakan salah satu Contoh Tari Kreasi baru, yang merupakan gabungan dari beberapa gerakan pada tarian yang ada Sumatera Barat. Dibawakan oleh kaum pria dan wanita, serta menggunakan properti piring dan pakaian adat ranah Minang.

Tari Paten

Tarian daerah Minangkabau
Silontong.com

Tarian yang satu ini mungkin kurang tersohor dibanding yang lainnya. Tari Paten secara keseluruhan hampir sama dengan gerakan dan makna dalam Tari Piring. Maknanya tentang penggambaran para petani pada masa bercocok tanam, mencangkul menanam hingga memanen padi.

Tari Tudung Saji

Tarian daerah Minangkabau
Silontong.com

Tari Tradisional Sumatera Barat yang selanjutnya bernama Tudung Saji. Sesuai dengan namanya, properti utama dalam tarian ini adalah masing-masing penari memakai sebuah tudung saji, kemudian diletakkan di atas kepala sembari menari tanpa terjatuh.

Meski tidak begitu populer, namun faktanya tarian ini sudah menembus pasar internasional, dibuktikan dari keberhasilannya tampil di Pasar Malam Asia Eindhoven, tanggal 6 Juli 2008 silam. Tarian ini diiringi dengan diiringi dengan musik Melayu yang sangat khas.

Tari Randai

Tari tradisional Sumatera barat
Seringjalan.com

Tari Randai merupakan sebuah kombinasi gerakan tari yang unik, unsur utamanya adalah gerakan pencak silat. Tari Randai umumnya dimainkan oleh kaum pria, namun saat ini juga dimainkan secara campuran, dengan formasi melingkar dan diiringi musik gurindam.

Selain sebagai nama tari, ternyata Randai juga merupakan nama permainan tradisional di Minangkabau, di mana tiap-tiap pemain menyanyikan lagu berupa cerita secara bergantian, dengan formasi melingkar. Tarian ini sangat terkenal dan telah berusia tua.

Bukan sekedar tarian, Tari Randai ini mendeskripsikan berbagai elemen berdasarkan gerakannya, mulai dari unsur agama, moral, kemasyarakatan, pergaulan, nilai dan norma. Kamu bisa menyaksikan pertunjukkan tarian ini di berbagai acara, baik yang resmi maupun hiburan.

Tari Sabalah

Tari tradisional Sumatera barat
Youtube.com

Tari Tradisional Sumatera Barat selanjutnya adalah Tari Sabalah. Dalam bahasa Minang, arti Sabalah adalah “Sebelah”. Sesuai dengan namanya, tarian ini menggunakan properti piring yang diletakkan di sebelah tangan saja, sembari menari dengan gerakan yang dinamis dan lincah.

Makna Tari Sabalah ini bercerita tentang harkat, martabat dan kedudukan wanita dalam budaya Minangkabau. Selain itu, juga bermakna rasa syukur terhadap pencapaian dalam pertanian mereka, yang memberi berkah bagi umat manusia.

Tari Sinar Riau

Tari tradisional Sumatera barat
Silontong.com

Selanjutnya bernama Tari Sinar Riau, sebuah tari kreasi baru yang diciptakan oleh Ajis St. Sati, dengan menggunakan properti khusus dan pakaian adat Ranah Minang. Gerakan yang diusung sangat gemulai, anggun dan lincah melalui alunan musik yang dinamis dan indah.

Tari Sinar Riau dimainkan oleh kaum wanita yang berjumlah genap, biasanya sekitar 6-8 orang. Varian gerakan ditunjukkan dalam tarian ini, mulai dari gerakan Pasambahan, hingga gerakan lincah yang dinamis seiring musiknya yang asik didengar.

Baca Juga : Senjata Tradisional Sumatera Barat

Tari Tempurung

Tari tradisional Sumatera barat
Youtube.com

Tari Tradisional Sumatera Barat berikutnya adalah Tari Tempurung, yang diperkenalkan tahun 1952 oleh seniman bernama Ali Muhammad. Tarian ini sangat terkenal sampai sekarang. Sesuai dengan namanya, properti utama dari tari ini adalah tempurung, dengan pakaian adat Minangkabau.

Sama halnya dengan tari piring, tempurung dipegang di kedua tangan sembari menari dengan gerakan dinamis. Sedangkan posisi penari lebih banyak menyerupai Tari Indang, yakni duduk seperti duduk diantara dua sujud. Tari Tempurung dijadikan media hiburan dan komunikasi di masyarakat Sumatera Barat.

Tari Piring Kubu Durian

Tari tradisional Sumatera barat
Neprona.com

Tari asal Sumbar Bernama Tari Piring Kubu Durian, tarian ini berasal dari Kota Padang. Sama halnya dengan tari piring pada umumnya, properti utama adalah putiing, dengan gerakan yang lincah, penuh atraksi dan dinamis, serta diiringi oleh musim talempong.

Tari Rantak

Tari Rantak Sumatera barat
Seringjalan.com

Tarian Tradisional dari Minangkabau berikutnya bernama Tari Rantak. Gerakannya mayoritas diambil dari gerakan pencak silat. Sesuai dengan namanya, arti Rantak adalah “Hentak”. Para penari akan sering menghentakkan kakinya ke lantai, sehingga menciptakan perpaduan suara yang serempak dan berirama.

Ketika menyaksikan pertunjukkan tarian ini, kamu akan mendengarkan paduan suara musik iringan dengan hentakan kaki penari. Total gerakan dari tarian ini adalah 15 gerakan. Tarian ini diciptakan oleh Gusmiati Suid, seorang maestro tari kelahiran Batusangkar, Sumatera Barat.

Baca Juga : Upacara Adat Sumatera Barat

Tari Saputangan

Tari Saputangan pesisir selatan
Youtube.com

Selanjutnya ada Tari Saputangan yang berasal dari Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Dulunya, tarian ini dimainkan oleh kaum pria dan wanita secara berpasangan. Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya hanya dimainkan oleh kaum wanita saja.

Tarian ini bermakna rasa syukur, karena gerakannya banyak mengangkat unsur panen padi. Sesuai dengan namanya, tarian ini menggunakan properti berupa Saputangan, kemudian penari akan menari dengan varian gerakan yang indah dan dinamis.

Tari Turuk Langgai

Tari Turuk Langgai mentawai
Infosumbar.net

Tari Tradisional Sumatera Barat berikutnya bernama Tari Turuk Langgai, yang jika dilihat dari sejarahnya berasal dari Kabupaten Mentawai. Alat musik pengiring tarian ini adalah gendang Kajeuma serta uliat, maknanya menggambarkan rasa bahagia dan syukur atas segala bentuk kemenangan.

Tari Nyiru

Tari Nyiru menampi beras
Palantabudaya.blogspot.com

Arti “Nyiru” adalah alat untuk penampi beras. Sesuai dengan namanya, Tari Nyiru memiliki gerakan seperti menampi beras, menggambarkan perempuan yang tengah melakukan aktivitas sehari-hari di rumah yakni hendak memasak nasi. Tarian ini berasal dari Sawahlunto dan dibawakan oleh kaum wanita.

Baca Juga : Lagu Daerah Sumatera Barat

Tari Tradisional Sumatera Barat Lainnya

Selain tarian di atas, ada beberapa tarian lainnya yang juga populer, namun terkendala karena keterbatasan informasi yang saya dapat di internet maupun di dunia nyata. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Tari Kain Pesisir Selatan
  • Tari Rancak Di Nan Jombang

Demikian, ulasan singkat kali ini mengenai Tari Tradisional Sumatera Barat beserta penjelasan dan maknanya. Semoga ulasan di atas bisa bermanfaat, menambah wawasan dan dijadikan referensi utama. Terima kasih. (Ref).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *