Inilah Penyebab Orang Minang Merantau, Bukan Hanya Soal Perut!

· 2 min read
Penyebab orang Minang merantau

Pastinya kamu pernah bertanya-tanya, apa sih, Penyebab Orang Minang Merantau ke berbagai daerah bahkan sampai ke luar negeri? Apakah ini memang tradisi Budaya atau hanya kehendak pribadi mereka sendiri? Pertanyaan ini bisa saja muncul setelah kamu melalang buana ke berbagai daerah, namun masih saja menemui orang Minang didalamnya.

Dari Sabang sampai Merauke, tidak bisa dipungkiri bahwa di sana akan ada ditinggali oleh orang Minang, atau setidaknya keturunan dari suku Minang. Sejak dahulunya, Budaya dan Tradisi merantau di Minangkabau memang sudah melekat pada diri orang-orang Minangkabau. Namun, di balik itu pastilah ada penyebabnya.

Penyebab Orang Minang Merantau ketika memasuki usia remaja disebabkan oleh beberapa faktor, secara umumnya adalah dari faktor ekonomi, alam, dan pendidikan. Namun di Minangkabau, terselip faktor Budaya yang menjadikan kegiatan “Merantau” seakan-akan menjelma sebagai suatu keharusan.

Inilah Beberapa Peyebab Orang Minang Merantau

Secara bahasa, Pengertian Merantau adalah berpindah tempat dari tempat semula ke tempat yang lain atau baru, dengan tujuan tertentu. Di sana, ia akan menjalani kehidupan baru selayaknya bagaimana orang-orang yang tinggal di daerah tersebut. Berikut, beberapa Alasan Kenapa Orang Minang Suka Merantau :

Faktor Sistem Matrilineal

Faktor Peyebab Orang Minang Merantau yang pertama adalah karena faktor Matrilineal, yakni Pembagian warisan dan harta pusaka yang diterima perempuan dalam jumlah lebih banyak, sedangkan pihak pria hanya sedikit. Sistem ini sudah berlaku sejak lama dan masih dipertahankan hingga sekarang. Hal ini menjadi pendorong pria-pria muda Minang untuk lebih giat dalam mencari uang, sehingga memutuskan untuk merantau.

Sistem ini jugalah yang memberikan motivasi sekaligus penyemangat bagi mereka, untuk mampu mengumpulkan harta kekayaan sebagai bekal hidup di masa depan. Sehingga tidak heran, mengapa cukup banyak jutawan berdarah Minangkabau di tanah air ini. Selain sebagai pekerja di perantauan, mereka juga seorang pebisnis yang handal.

Faktor Budaya

Penyebab orang Minang pergi merantau
Netralnews.com

Peyebab Orang Minang Pergi Merantau berikutnya yakni karena faktor budaya. Ini masih berkaitan dengan faktor Matrilineal di atas, sehingga mereka bercermin dari sejarah nenek moyang mereka yang sejak dulu sudah pergi merantau, akhirnya kebiasaan ini menjadi budaya yang trend di kalangan masyarakat Minangkabau.

Pepatah Minang yang berbunyi “Karatau tumbuah di hulu, babuah babungo alun. Marantau bujang dahulu, di rumah baguno alun”. Artinya, adat istiadat yang kental di ranah Minang ternyata tidak memberi peran bagi mereka yang masih muda, atau belum menikah. Sehingga merantau menjadi keputusan yang pas untuk mereka tempuh, sembari mencari pengalaman hidup dan jati diri di negeri yang jauh.

Bahkan, tak heran ada orangtua di sana yang menyuruh anaknya merantau jauh-jauh. Karena menurut mereka, semakin jauh anaknya merantau, maka semakin besar dan banyak pula pengalaman dan pelajaran hidup yang mereka dapatkan. Bahkan ada ungkapan yang menyatakan “Pantang pulang sebelum sukses”.

Faktor Ekonomi

Penyebab orang Minang merantau berikutnya adalah karena faktor ekonomi. Bagi masyarakat Minang terutama kaum pria, bekerja menjadi harga diri yang harus di jaga. Jika mereka hanya ongkang-ongkang kaki saja di rumah dalam usia muda, maka mereka akan merasa sangat malu dan tidak berguna. Apalagi jika ekonomi keluarganya hanya pas-pasan, bukan orang kaya yang punya harta berlimpah.

Dan seperti yang kita tahu pula, semakin bertambahnya jumlah penduduk, maka lapangan pekerjaan yang dibutuhkan juga meningkat, sedangkan ketersediaannya masih sangat minim. Akhirnya, lagi-lagi merantau menjadi jalan terakhir bagi mereka, untuk mengubah nasib dan meningkatkan ekonomi keluarga.

Faktor Pendidikan

Alasan orang Minang suka merantau ini sudah menjadi hal umum bagi semua orang, bahwa melanjutkan pendidikan misalnya ke perguruan tinggi, menjadikan alasan seseorang pergi merantau. Seperti yang kita tahu, pendidikan sangatlah penting, apalagi bagi anak-anak muda yang nantinya akan menjadi penerus dalam suku, masyarakat sosial hingga negaranya.

Sementara itu, filosofi hidup orang Minang yang berbunyi “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”, menganjurkan kepada masyarakat Minang memiliki pengetahuan religius yang tinggi. Karena keterbatasan sarana penyalur ilmu pengetahuan tersebut, akhirnya mereka merantau ke daerah lain untuk memperdalam wawasan.

Baca Juga : Pepatah Minang Tentang Merantau

Melanjutkan Kesuksesan

Alasan kenapa orang Minang suka merantau
Rumah Makan Padang | Ilovelife.co.id

Yang dimaksud melanjutkan kesuksesan yang menjadi salah satu Penyebab Orang Minang Merantau adalah, banyaknya siraman motivasi dan dorongan dari pendahulu-pendahulu mereka yang telah sukses di tanah rantau, sehingga generasi-generasi yang baru ingin meneruskan hal yang sudah bisa dianggap tradisi ini.

Ada yang merantau ke pulau yang jauh, kemudian membuka usaha dan akhirnya sukses. Ada pula yang sampai ke luar negeri, membuka relasi dan bisnis di sana, lalu pulang dengan riang gembira. Bagaimana mereka tidak termotivasi, orang lain bisa, kita juga pasti bisa seperti mereka.

Dari uraian di atas bisa kita tarik kesimpulan bahwa, Mengapa Orang Minang Suka Merantau bukan hanya karena faktor ekonomi, seperti umumnya orang-orang di luar sana, masyarakat Minang memiliki motivasi dan dorongan yang lebih untuk menambah semangat mereka di perantauan.

Kelebihan lainnya adalah, dimanapun mereka berada, prinsip-prinsip hidup dan nasihat-nasihat dari pepatah Minangkabau selalu mereka tegakkan, dan dijadikan sebagai pedoman hidup bersamaan dengan Al-Qur’an dan Hadist. Seperti kata pepatah, “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”. Pepatah ini sangat dipegang teguh oleh mereka.

Baca Juga : Ciri Khas Suku Minang

Penutup

Demikianlah, ulasan singkat kali ini mengenai Penyebab Orang Minang Merantau dan apa yang menjadi alasan bagi mereka. Semoga dengan adanya artikel ini, bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita mengenai suku Minangkabau. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *