Pupuik Tanduak, Alat Musik Minang Dari Tanduk Kerbau

· 2 min read
Alat Musik Pupuik Tanduak

Alat Musik Pupuik Tanduak – Jika sebelumnya saya sudah mengulas mengenai Pupuik Batang Padi, berikutnya adalah Alat Musik Tradisional Sumatera Barat yang hampir serupa dengan itu, yakni Pupuik dari Tanduak, sebuah alat musik jenis tiup yang juga populer di Minangkabau, dan sudah berusia cukup tua.

Provinsi Sumbar memang memiliki cukup banyak Budaya berupa alat musik daerah, baik berjenis alat pukul, gesek hingga tiup, dan salah satunya adalah Alat Musik Pupuik Tanduak asal Minang ini. Bagaimana cara membuat, memainkan dan apa fungsinya? Simak ulasan di bawah ini sampai selesai.

Cara Membuat Pupuik Tanduak

Membuat alat musik yang satu ini sangat sederhana sekali, Tanduak dalam Pupuik ini dibuat dari tanduk kerbau. Seperti yang kita tahu bahwa kerbau merupakan hewan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Minangkabau, terutama dalam membantu berbagai rutinitas mereka.

Setiap bagian tubuh kerbau memiliki kegunaan, mulai dari kulit, daging hingga tanduknya. Nah, Pupuik Tanduak ini diambil dari potongan tanduk kerbau yang dipotong hingga ke pangkalnya, sehingga membentuk rongga. Tanduk yang diambil juga yang berukuran besar, alias dari kerbau dewasa.

Setelah dipotong, tanduk kerbau tersebut dibersihkan, kemudian rongga didalamnya dikikis hingga rongga semakin membesar. Lalu di bagian luarnya dikikis pula dan diamplas hingga licin dan enak dipegang. Di bagian ujung tanduk dibuat motif untuk menambah keunikannya.

Setelah selesai, untuk menghasilkan suara maka di bagian pangkalnya dibuatkan bambu kecil atau batang padi yang berfungsi sebagai Pupuik, sedangkan tanduak menjadi media untuk mengeluarkan suara agar semakin melengking. Pada dinding luar terdapat hiasan motif tumpal dan garis lingkaran.

Bentuk Pupuik Tanduak ini melengkung ke atas, di mana bagian lobang peniupnya kecil, kemudian semakin ke ujung makin membesar, dan berkelok ke atas. Pupuik yang satu ini tergolong langka, karena memang bahan dasar dalam pembuatannya hanya ada pada tanduk kerbau saja.

Cara Memainkan Pupuik Tanduak

Pupuik Tanduak Minangkabau
Museumadityawarman.org

Setelah kamu berhasil membuatnya, maka hal berikutnya yang perlu dipelajari adalah bagaimana cara memainkannya. Pupuik ini tergolong alat musik yang sederhana, karena hanya memiliki nada tunggal, sama halnya dengan Pupuik Batang Padi yang sudah kita ulas sebelumnya.

Pupuik tanduak dimainkan dengan cara ditiup, nadanya melengking dan bisa terdengar hingga jarak ratusan meter. Pertama, mulut harus sudah tertempel di lobang peniup, kemudian tarik nafas dalam-dalam, hal ini agar ketika meniupnya, nafas kita tidak terputus-putus. Lalu, tiup dari nada pelan dan perlahan hingga sedikit kencang.

Fungsi

Sebagai salah satu alat Musik Tradisional, tentunya memiliki fungsi-fungsi khusus. Begitulah orang di zaman dahulu membuat sesuatu, apapun yang diciptakan pasti punya tujuan yang bisa memberi pengaruh dalam berbagai elemen di kehidupan. Beberapa fungsi alat musik Pupuik Tanduak diantaranya adalah sebagai berikut :

Sebagai Isyarat

Di zaman dahulu, alat ini difungsikan sebagai isyarat bagi masyarakat sekitar, misalnya untuk mengumpulkan massa, membangunkan sahur dan berbuka puasa, menandakan masuknya waktu shalat dan lain sebagainya. Namun seiring perkembangan zaman, alat ini tidak dipakai lagi.

Pengiring Tari Tradisional

Karena bernada tunggal alias hanya punya satu nada, Pupuik ini difungsikan sebagai instrumen musik pengiring yang dipadukan dengan alat musik lainnya seperti Talempong, saluang, dan lain sebagainya. Selain tarian tradisional, juga dalam berbagai upacara adat di Minangkabau.

Hiburan

Fungsi lainnya adalah sebagai hiburan, baik bagi diri sendiri maupun ditampilkan di berbagai acara seperti pentas seni dan budaya. Salah satu cara untuk melestarikan alat musik ini adalah dengan mengikutsertakan dalam berbagai acara adat dan budaya di Nusantara.

Baca Juga :

Demikianlah, ulasan singkat kali ini mengenai Pupuik Tanduak beserta cara membuat, memainkan dan fungsinya. Semoga ulasan di atas bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita semua tentang kekayaan budaya di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *