Alat Musik Bansi : Sejarah, Fungsi & Cara Memainkannya

· 3 min read
Alat musik bansi

Alat Musik Bansi – Sebelumnya, sudah pernahkah kamu mendengar atau melihat pertunjukkan salah satu Alat Musik Tradisional Sumatera Barat bernama Bansi ini ? Jika kamu membutuhkan informasi terkait Bansi, di bawah ini telah kami rangkum secara lengkap.

Sejarah Alat Musik Bansi

Alat Musik Bansi merupakan salah satu instrumen musik tiup yang terkenal dan populer di Minangkabau. Bentuknya mirip dengan Saluang / Seruling, namun tentunya memiliki sedikit perbedaan yang membuat mereka tidak sama. Menurut sejarah, Bansi berasal dari daerah Painan di Kabupaten Pesisir Selatan.

Di zaman-zaman awal kemunculannya, Bansi dikatakan erat kaitannya dengan hal-hal yang berbau gaib. Ada pula cerita yang mengungkapkan bahwa Bansi dipergunakan untuk memikat lawan jenis. Ketika seorang pria suka kepada lawan jenis, maka ia akan memainkan Bansi dan ditujukan untuk wanita tersebut. Sehingga, si wanita akan jatuh cinta padanya.

Di zaman dahulu pula, Alat Musik Bansi Minang ini mendapat kecaman dari masyarakat, terutama ketika pergerakan Paderi, soalnya dianggap bisa mendatangkan dampak buruk. Dampak tersebut karena banyak kaum wanita yang menjadi tertarik kepada orang yang bukan ia cintai secara murni. Bunyi yang bagus dianggap pula karena memiliki pitunang.

Pitunang adalah mantera-mantera atau doa-doa yang dihembuskan pemainnya ke dalam alat musik tersebut. Ya, begitulah orang zaman dahulu, padahal alunan suara musik indah yang dihasilkan tersebut harusnya menjadi apresiasi kepada sang pemain. Tapi, saya juga tidak tahu pasti, apakah cerita ini memang benar atau tidak.

Tetapi seiring waktu berjalan, penggunaan Alat Musik Bansi Sumatera Barat lebih difungsikan kepada hal-hal yang berbau adat, misalnya sebagai instrumen musik pengiring tari, penghibur publik atau diri sendiri, pengiring upacara-upacara adat / Budaya dan sejenisnya.

Cara Membuat Bansi

Cara membuat bansi minang
Saribundo.biz

Berdasarkan penelusuran jurnalis Tagar.id, seorang bernama Junaidi, warga Jorong Batusangka, Nagari Dilam, Kecamatan Bukitsundi, Kabupaten Solok ini telah membuat Bansi untuk diperjualbelikan sejak tahun 1990-an. Beliau menuturkan bagaimana Cara Membuat Alat Musik Bansi secara jelas tiap-tiap tahapnya.

Pertama-tama, carilah bambu talang berukuran panjang sekitar 15-20 cm yang memiliki ruas. Kemudian persiapkan beberapa alat bantu kerja, diantaranya Pemotong, bisa dari pisau cutter, pisau biasa, arit, dll. Pisau ini nantinya berfungsi sebagai alat pembuat lobang.

Selain peralatan di atas, kamu juga bisa menyiapkan soldier listrik, yang nantinya berfungsi untuk membuat motif ukuran agar terlihat lebih cantik. Kemudian amplas, untuk menghaluskan seluruh permukaan bambu. Pylox pewarna juga diperlukan untuk menambah keindahan Bansi.

Panjang Bansi memiliki variasi sesuai selera, begitu pula jumlah lobang anginnya yang tidak selalu sama. Cara Bikin Bansi sejatinya sangat mirip dengan membuat saluang, yang sudah saya ulas di artikel sebelumnya. Ini karena bentuk dan teknik bermainnya juga tidak begitu berbeda.

Baca Juga : Alat Musik Pupuik Tanduak

Cara Memainkan Alat Musik Bansi

Untuk belajar cara bermain Bansi, diputihkan guru atau tenaga pengajar yang benar-benar sudah mahir dalam memainkannya. Hal mendasar yang harus diperhatikan adalah teknik dalam penghembusan. Hembusan yang kuat akan menghasilkan nada di oktaf yang lebih tinggi, begitu pula sebaliknya.

Setelah paham dalam pengendalian tiupan, maka langkah selanjutnya adalah mempelajari teknik pernapasan (Circular breathing). Cara termudah melatih teknik ini adalah melalui sedotan, masukkan ujung sedotan ke dalam wadah berisi air, kemudian tiup dengan mulut. Semakin besar gelembung di air, maka semakin kuat tiupan kita.

Jika sudah berhasil, maka Cara Belajar Alat Musik Bansi berikutnya adalah menguasai teknik penjarian. Ini sangat penting dipahami, karena terdapat 7 buah lobang yang harus ditutup-tutup ketika bermain, dan 1 lobang yang berfungsi sebagai mengatur oktaf nada dari bansi tersebut.

Dari 7 lobang tersebut, 4 diantaranya ditutup menggunakan jari tangan kanan, aturan umumnya adalah sebagai berikut :

  • Lobang 1 : jari kelingking
  • Lobang 2 : jari manis
  • Lobang 3 : jari tengah
  • Lobang 4 : jari telunjuk

Sedangkan 3 lobang berikutnya memakai jari tangan kiri, aturannya adalah sebagai berikut :

  • Lobang 5 : jari manis
  • Lobang 6 : jari tengah
  • Lobang 7 : jari telunjuk.

Ibu jari kanan dipakai untuk menahan bansi ketika dimainkan, sedangkan ibu jari kiri diletakkan di lobang ke-8, yang berada di bagian bawah Bansi. Untuk Teknik Penghasilan Bunyi dalam permainan Alat Musik Bansi adalah :

  • Gariniak : Teknik improvisasi yang meliputi teknik buka-tutup lobang secara cepat
  • Saik : Teknik improvisasi yang meliputi teknik buka-tutup lobang secara perlahan-lahan
  • Kalorok : Melodi untuk memberi isi pada sambungan melodi sesudah atau sebelumnya
  • Pakok : Melodi yang dihasilkan untuk menutup sebuah lagu atau dendang
  • Langkiang : Teknik menghasilkan nada falseto untuk nada yang melengking.

Baca Juga : Alat Musik Saluang

Fungsi Alat Musik Bansi

Fungsi Alat Musik Bansi
Lintasgayo.com

Sebagai salah satu alat Musik Tradisional, bansi pasti memiliki fungsi dan manfaatnya tersendiri, di mana fungsi tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :

Fungsi Estetis

Pertama adalah fungsi estetis, yang mengacu pada nilai-nilai keindahan yang dapat didengar oleh telinga dan dilihat oleh mata. Seperti yang kita tahu bahwa musik adalah media seseorang dalam mengekspresikan isi hatinya. Akan ada pesan-pesan yang tersampaikan disampaikan kali Bansi dimainkan.

Fungsi Perlambangan

Pertambangan yang dimaksud adalah sebagai tanda. Dalam masyarakat Minang, Bansi memiliki peran khusus dalam budaya perkawinan. Dimainkannya Bansi menjadi tanda bahwa proses pemasangan inai bagi pengantin wanita akan segera dimulai, di makam sebelum pernikahan berlangsung.

Fungsi Hiburan

Seperti halnya alat musik lainnya, Bansi juga menjadi media hiburan masyarakat di Minangkabau. Banyak momen yang bisa menjadikan Bansi sebagai media tontonan hiburan, salah satunya ketika acara pernikahan. Selain itu, juga dijadikan sebagai hiburan bagi diri sendiri, biasanya dimainkan seseorang selepas bekerja atau mengembala.

Musik Pengiring Tari

Hampir semua alat Musik Tradisional Minang difungsikan sebagai instrumen musik pengiringnya, sebut saja seperti Saluang, Talempong dan juga Bansi ini. Selain mengikuti tradisi nenek moyang, juga ditujukan sebagai ajang dalam melestarikan alat-alat musik daerah yang sekarang sudah makin langka.

Selain beberapa fungsi di atas, Alat Musik Bansi juga dimainkan untuk acara-acara lainnya, seperti pada banyak acara tradisional, pameran pertunjukkan musik, acara adat istiadat, atau mungkin pada pertunjukkan musik modern.

Baca Juga : Alat Musik Talempong Minang

Demikian, ulasan singkat kali ini mengenai Alat Musik Bansi Minangkabau beserta sejarah, cara membuat, cara memainkan dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga ulasan di atas bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *