18 Nama Alat Musik Tradisional Sumatera Barat & Cara Memainkannya

· 5 min read
Alat musik tradisional Sumatera barat

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat – Sumbar adalah salah satu provinsi yang memiliki nilai kekayaan budaya dan kesenian yang tinggi. Masyarakat Minang sejak dulu memang selalu melahirkan sastrawan, seniman hingga musisi-musisi handal yang karyanya susah tidak diragukan lagi.

Jika bercermin dari sejarah, salah satu hal yang membuat nama Minangkabau terkenal adalah melalui Alat Musik Tradisional Sumatera Barat yang mereka miliki. Meskipun sudah berusia tua, namun hingga kini masih selalu dimainkan, baik di acara resmi seperti perayaan adat, Budaya, pentas seni maupun yang tidak resmi.

Dalam rangka ikut andil untuk melestarikan alat musik daerah ini, Minangku.com telah merangkum materi secara lengkap mengenai Daftar Nama Alat Musik Khas Minangkabau beserta penjelasan dan gambarnya di bawah ini. Silakan disimak sampai selesai dan semoga bisa bermanfaat.

Pengertian Alat Musik Tradisional

Alat Musik merupakan sekumpulan instrumen musik yang memiliki perbedaan dan saling melengkapi, sehingga menghasilkan bunyi dan irama yang indah. Sedangkan tradisional berarti suatu hal yang bersifat kuno, legendaris dan khas yang terdapat di suatu daerah tertentu.

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat ini masing-masingnya memiliki fungsi dan peran dalam kehidupan. Ada yang dimanfaatkan sebagai media penyampaian pesan, hiburan, kelengkapan dalam perayaan atau upacara adat dan lain-lain. Bahkan, hingga kini aturan tersebut masih diberlakukan.

Daftar Alat Musik Tradisional Sumatera Barat

Setelah mengetahui pengertiannya di atas, sekarang langsung saja simak beberapa nama dan gambar Alat Musik asal Minangkabau di bawah ini. Saya juga akan menjelaskan bagaimana cara memainkannya melalui teknik dasar. Check this out.

Saluang

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat
Dayshopecourse321.blogspot.com

Alat musik Tradisional Sumatera Barat yang pertama bernama Saluang. Alat musik ini terbuat dari potongan bambu pilihan, berdiameter 2-3 cm dan panjang sekitar 70-90 cm. Bentuknya hampir sama dengan seruling, hanya saja Saluang ini bagian pangkal dan ujungnya bolong.

Saluang menjadi alat musik ikonik milik Minangkabau. Alat ini digunakan baik dalam acara resmi maupun tidak, mulai dari acara adat, pentas seni, iring-iringan pengantin hingga sebagai media hiburan. Selain itu, Saluang menjadi pelengkap instrumen musik di Ranah Minang.

Saluang ini juga memiliki beberapa jenis, bahkan di setiap daerah punya jenis tersendiri, sebut saja seperti Saluang Sirompak, Saluang Pauah, dan Saluang Darek. Cara memainkannya juga hampir sama dengan seruling, hanya meniup dan memainkan lobangnya dengan jari.

Talempong

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat
Dictio.id

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat berikutnya bernama Talempong, bentuknya melingkar dengan bagian tengah sedikit menonjol ke atas dan dijadikan sebagai tempat pukulan. Bentuknya hampir sama dengan Bonang dalam Gamelan Jawa. Bahannya terbuat dari kuningan, kayu hingga batu.

Umumnya, Talempong berdiameter sekitar 15 sampai 17,5 cm, bagian bawahnya bolong seperti mangkok yang telungkup, dan diletakkan di 2 tali yang membentang membentuk persegi panjang. Talempong digunakan dalam berbagai acara baik acara adat maupun hiburan semata.

Bahkan, hampir semua musik pengiring Tarian Sumatera Barat memakai Talempong sebagai salah satu instrumennya. Sebut saja seperti Tari Pasambahan, Tari Indang, Tari Piring dan lain-lain. Cara memainkannya hanya dengan memukul poros cembung bagian atasnya, dengan menyesuaikan rima dan irama.

Sarunai

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat
Alampedia.blogspot.com

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat yang terkenal berikutnya bernama Sarunai (Serunai). Menurut sejarah, alat musik ini berasal dari Lembah Kashmir, dataran India Utara dengan nama awal Shehnai. Sarunai bentuknya hampir sama dengan Saluang, tapi bagian ujungnya mengembang seperti terompet.

Bagian yang mengembang ini berfungsi untuk memperkeras volume suara yang dihasilkan. Alat Musik Khas Minangkabau yang satu ini biasanya dimainkan dalam acara resmi maupun hiburan, seperti pesta pernikahan, pengangkatan penghulu, dan lainnya. Dimainkan secara perorangan maupun beramai-ramai.

Serunai terbuat dari batang padi, kayu, bambu, tanduk kerbau hingga daun kelapa. Pada bagian pengatur suaranya, terbuat dari Kayu Capo atau bambu talang yang ukurannya sebesar ibu jari tangan yang jumlahnya 4 lobang. Alat musik ini tergolong mudah dimainkan karena hanya mengandung 4 lobang saja sebagai pengatur bunyi.

Rabab

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat
Dictio.id

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat selanjutnya adalah Rabab. Rabab merupakan sejenis instrumen musik daerah berupa alat gesek, yang serupa dengan biola. Sebenarnya alat ini sudah tersebar ke pelosok Nusantara, hanya saja asalnya adalah dari ranah Minang. Jenis Rabab di Sumbar antara lain Rabab DarekRabab Piaman dan RababPasisie.

Dalam pertunjukkannya, Rabab akan dimainkan oleh beberapa orang, diiringi dengan lagu yang umumnya menggunakan cerita-cerita umum sebagai lirik lagunya. Permainan Rabab akan sering kamu dengan ketika ada perayaan-perayaan, seperti pernikahan, pentas seni, upacara kebudayaan, dan lainnya.

Bansi

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat
Bukalapak.com

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat yang sudah melegenda selanjutnya bernama Bansi. Hampir sama dengan Saluang, cuman Bansi ini berukuran lebih pendek, sekitar 33,5 hingga 36 cm, dengan diameter 2,5 sampai 3 cm dan memiliki 7 lobang sebagai pengatur suara. Batangnya terbuat dari Bambu Talang atau Bambu Sariak.

Jarak antara lobang sekitar 1.5 cm, dan diameternya 9.9 mm. Sebagai salah satu jenis Aerophone, maka sebelum memainkannya harus memiliki skil khusus, sehingga membutuhkan pembelajaran yang serius terlebih dahulu. Pertunjukan Bansi akan sering terlihat ketika perayaan adat, pesta pernikahan, pentas seni dan sebagainya.

Pupuik Batang Padi

Alat Musik Khas Minang
Wikipedia.org

Dalam beberapa daerah di Sumbar, Pupuik adalah sebutan untuk “Peluit”, alat musik tradisional Sumatera Barat yang satu ini awalnya muncul di Agam, Sumbar. Sesuai dengan namanya, alat ini terbuat dari batang padi yang sudah tua atau telah berbuku.

Cara membuat dan memainkannya juga sangat sederhana, kamu hanya perlu memecahkan bagian pangkalnya (yang berbulu), hasil pecahan tersebut akan menghasilkan bunyi / suara ketika di tiup. Saya sendiri ketika kecil dahulu sering sekali bermain dengan alat sederhana ini.

Pupuik Tanduak

Alat Musik Khas Minang
Budaya-indonesia.org

Alat Musik Khas Sumatera Barat selanjutnya adalah Pupuik Tanduak, alat ini terbuat dari bahan dasar tanduk kerbau, yang sangat mirip dengan terompet. Pupuik Tanduak berfungsi sebagai alat untuk mengumpulkan warga di suatu tempat, misalnya ketika ada pengumuman penting yang hendak disampaikan.

Bunyi yang dihasilkan sangat keras dan melengking, sehingga bisa terdengar dari kejauhan. Cara membuatnya juga sederhana, hanya memotong ujung tanduk dan dibuatkan rongga hingga ke bagian ujung, lalu di tiup. Dahulunya, alat ini juga dijadikan penghimbau ketika telah memasuki waktu sholat atau berbuka puasa.

Kateuba

Alat Musik Khas Minang
Sitorusyosua04.blogspot.com

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat berikutnya bernama Kateuba, berasal dari Kepulauan Mentawai. Alat ini terbuat dari kayu, kulit binatang, hingga rotan. Kateuba disebut juga dengan nama Gajeuma, alat musik pukul yang satu ini biasa dipakai ketika perayaan adat, upacara budaya, ritual keagamaan dan lainnya.

Cara Membuat Kateuba ini ada beberapa langkah. Pertama, pohon aren dilubangi dan satu sisinya dipasangi lembaran kulit biawak atau kulit ular, kemudian diikat dengan rotan. Nah, untuk menghasilkan varian suara, bisa diatur dengan membedakan diameternya. Fungsi lain dari Kateuba ini adalah sebagai alay musik dan gerakan tari yang disesuaikan dengan jenis acara.

Adok

Alat Musik Khas Minang
Iluhningsih.blogspot.com

Adok merupakan Alat Musik Daerah Minangkabau yang berikutnya, masuk dalam kategori Membranophone, sejenis gendang yang berbentuk kerucut, dengan diameter 30 sampai 50 cm. Di bagian depan yang dipukul terbuat dari semacam selaput, sehingga bisa menghasilkan bunyi.

Aguang

Alat Musik Khas Minang
Tambahpinter.com

Disebut juga dengan nama “Gong”, Alat Musik Tradisional Sumatera Barat yang satu ini merupakan alat musik pukul yang tidak hanya populer di Sumbar, namun juga mencakup Asia Tenggara dan Timur. Alat yang satu ini sebenarnya sudah sangat populer, dan bentuknya juga tidak ubahnya dengan gong yang ada di Madura, Jawa, Melayu dan lainnya.

Gajeuma

Alat Musik Daerah Sumbar
Mentawaikita.com

Masih berasal dari Kepulauan Mentawai, Alat Musik Tradisional Sumatera Barat yang satu ini berasal dari bahan kayu dan Bate (Biawak). Bentuknya seperti kentongan, menyerupai gendang tapi diameternya lebih kecil dan panjang dibanding gendang. Cara memainkannya dengan dipukul dan biasanya diperankan oleh beberapa dengan dengan ritme dan tempo yang berbeda.

Alat Musik Asal Mentawai yang satu ini dianggap sakral, terutama dalam praktek acara-acara adat dan ritual. Pembuatannya terlebih dahulu dipanaskan di api unggun, agar bunyinya semakin nyaring dan indah ketika dimainkan. Gajeuma juga dijadikan instrumen musik pengiring tarian di Mentawai.

Baca Juga : Upacara Adat Sumatera Barat

Tambua

Alat Musik Daerah Sumbar
Dictio.id

Berikutnya ada Tambua, Alat Musik Tradisional Sumatera Barat ini dipercaya berasal dari Agam, Sumbar. Tambua mirip dengan gendang / gong, dengan diameter sekitar 45 cm, dimainkan oleh beberapa orang dan biasanya juga diiringi dengan alat musik Talempong, pupuik tanduak / sarunai dan juga pupuik batang padi.

Tambua akan sering dimainkan ketika menyambut kedatangan tamu-tamu terhormat seperti kepala suku, pemerintah, tokoh penting, pemuka agama dan sejenisnya. Selain itu, juga dipakai dalam berbagai acara seperti gorong royong, alek nagari, dalam alek ( pesta ) perkawinan, dan sejenisnya.

Tansa

Alat Musik Daerah Sumbar
Padangmedia.com

Alat Musik Daerah asal Sumbar berikutnya bernama Tansa, bentuknya seperti kuali atau bejana dengan diameternya sekitar 14 inci. Bahan pembuatannya dari aluminium dan lapisan kulit tipis di bagian penutup permukaan. Dahulunya, lapisan atas sebagai bagian yang dipukul terbuat dari kulit kijang, namun akhirnya berganti jadi mika/drum head.

Dulang

Alat Musik Daerah Sumbar
Wikipedia.org

Dulang disebut juga dengan nama Talam, yang sebenarnya difungsikan sebagai wadah atau tempat makanan yang terbuat dari tembaga. Namun, juga sering dijadikan sebagai alat musik untuk berdakwah dan mengingat Tuhan. Alat ini sering dimainkan dalam acara seperti pernikahan atau peringatan hari raya Islam.

Baca Juga : Rumah Adat Sumatera Barat

Saluang Pauh

Alat Musik Daerah Sumbar
Artikelpendidikanrpp.blogspot.com

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat selanjutnya bernama Saluang Pauh, yang juga masih sangat mirip dengan Saluang pada penjelasan di atas. Alat ini akan sering dimainkan ketika memperingati momen-momen yang membahagiakan, seperti Baralek, Alek Pemuda, Batagak Penghulu, hingga Tahun Baru dan sejenisnya.

Dalam permainannya, diawali dengan pembukaan yang dinamakan Singgalang, kemudian berlanjut ke bagian isi yang dikenal dengan nama Gurindam, sejenis karya sastra seperti pantun, namun hanya terdiri dari dua baris, bisa bertema cinta, nasehat, agama, kepemimpinan dan sebagainya.

Sampelong

Gambar sampelong Minang
Duakotopas.com

Selanjutnya ada Sampelong, alat musik yang beraliran Aerofon yang dimainkan dengan cara ditiup. Sampelong telah berusia sangat tua, nada-nada yang dihasilkan adalah nada dari lagu-lagu Budha. Ada seniman asal Sumbar yang mengatakan bahwa Sampelong punya nada yang terkesan “China”, namun tetap berada di nada minor.

Talang Anau

Pertunjukan talang anau
Sindonews.com

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat berikutnya bernama Talang Anau, yang dipercaya berasal dari Payakumbuh. Bentuk dan bunyi yang dihasilkan hampir sama dengan Talempong, hanya saja Talang Anau ini terbuat dari batu dan berukuran besar berbentuk persegi panjang. Meski sudah jarang dimainkan, namun selalu dilestarikan.

Biola Minang

Bentuk biola minang
Budaya-indonesia.org

Yang terakhir adalah Biola Minang. Tidak banyak perbedaan dengan biola pada umumnya, hanya saja pada Biola Minang ini menyesuaikan elemen-elemen yang berkaitan dengan adat dan budaya Sumatera Barat, begitu pula dengan fungsi intinya.

Baca Juga : Lagu Daerah Sumatera Barat

Demikian, ulasan kali ini mengenai Alat Musik Tradisional Sumatera Barat beserta penjelasan dan gambar. Semoga bisa bermanfaat dan menjadi referensi utama. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *