Pupuik Batang Padi : Sejarah, Fungsi & Cara Memainkannya

· 2 min read
Alat musik Pupuik Batang padi

Pupuik Batang Padi – Sebelumnya, sudah pernahkah kamu mendengar salah satu Alat Musik Daerah Sumatera Barat ini? Jika belum, silakan simak artikel ini sampai selesai, semoga bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kita mengenai kekayaan budaya Indonesia.

Dalam bahasa Indonesia, Pupuik berarti Peluit. Yang namanya peluit tentulah ditiup. Yap, Pupuik Batang Padi adalah salah satu jenis alat musik tiup asal Sumbar selain Saluang, Bansi dan Sampelong. Keberadaannya saat ini memang sudah jarang ditemui. Lalu, bagaimana sejarahnya ?

Sejarah

Pupuik batang padi berasal dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Tidak ada informasi valid yang menjelaskan bagaimana alat musik ini tercipta dan kapan waktunya. Yang jelas, masyarakat Agam membuat Pupuik ini ketika untuk perayaan Budaya masa panen atau selesai panen padi, karena memang terbuat dari batang padi yang sudah dituai.

Sesuai dengan namanya, Pupuik ini hidup dan berkembang di wilayah-wilayah agraris, di mana terdapat banyak persawahan atau ladang padi. Dahulunya, Pupuik asal Minangkabau dimainkan oleh orang-orang ketika sedang beristirahat saat mengembala ternak-ternak mereka.

Selain itu, dahulu alat musik ini juga dimainkan ketika sore menjelang magrib, seraya mengabarkan bahwa hari sudah senja dan waktunya pulang ke rumah. Dulu hanya digunakan sebagai alat musik untuk menghibur diri sendiri atau bermain bersama di sela-sela pekerjaan.

Namun seiring perkembangan zaman, alat musik ini semakin Langka. Sebagai upaya dalam melestarikannya, orang-orang mengalihfungsikan alat musik tiup asal Sumbar ini sebagai instrumen pengiring pada berbagai acara adat di Minangkabau.

Cara Membuat Pupuik Batang Padi

Cara Membuat Pupuik Batang Padi
Gambar Pupuik Batang Padi | Guratgarut.com

Sebagai alat musik tiup yang tidak memiliki lobang pengatur nada dan suara, layaknya saluang maupun Bansi, Pupuik Batang Padi hanya memiliki nada tunggal. Namun melalui beberapa modifikasi, instrumen ini bisa mengeluarkan alunan melodi yang unik dan bervariasi.

Cara membuat Alat Musik Pupuik ini terkesan sederhana. Pertama, ambil batang padi yang sudah selesai dipanen dan tua, kemudian dipecah di dekat pangkal bukunya secara perlahan dan hati-hati. Pecahan batang tersebut akan membentuk pita suara, yang mampu mengeluarkan suara yang melengking.

Sebenarnya, cara di atas sudah bisa mengeluarkan suara, namun tidak begitu kuat. Untuk itu, kamu memerlukan gulungan dari lintingan daun kelapa atau pandan, kemudian membuatnya menjadi seperti terompet, kecil di pangkal lalu membesar bagian ujungnya.

Gulungan yang dibuat harus rapat dan padat, lalu ditempelkan pada bagian ujung pecahan batang padi tadi. Sehingga ketika ditiup, suara yang dihasilkan sangat melengking, bahkan bisa terdengar hingga jarak 2 km. Lintingan daun pandan ini dikenal dengan nama pupuik laole.

Cara Memainkan Pupuik Batang Padi

Setelah kamu berhasil membuatnya, jika ingin memainkannya maka kamu perlu belajar beberapa teknik dasar hingga lanjutan. Pertama, latihlah pernafasan agar mampu mengontrol hembusan nafas ketika memainkannya. Ada 2 teknik yang bisa kamu terapkan.

Pertama, bagian lobang tiupan Pupuik Batang Padi dikulum di mulut, kemudian tarik nafas dalam-dalam melalui hidung. Usahakan menarik nafas dengan panjang agar suara yang dihasilkan tidak terputus-putus. Selain itu, jangan terlalu meniup dengan kuat, karena bisa membuat bising di telinga.

Teknik kedua yakni untuk menghasilkan nada bervariasi. Pertama, kulum lobang Pupuik seperti cara pertama, kemudian tarik nafas dalam-dalam dan hembus secara perlahan. Untuk menghasilkan nada yang bervariasi, gerak-gerakkan lidah kamu untuk mengatur nada yang keluar.

Setelah suara keluar, tangan kiri digunakan untuk memegang corong Pupuik, sedangkan tangan kanan berfungsi untuk membuka dan menutup ujung lobang corong, untuk mengatur nada yang keluar, serta keras-pelannya suara yang dihasilkan.

Fungsi Pupuik Batang Padi

Fungsi Pupuik di minangkabau
Goodnewsfromindonesia.id

Setiap alat musik daerah pasti memiliki sejarah di masa lalu, dimanfaatkan untuk berbagai hal baik berbau adat dan budaya maupun hiburan. Untuk Pupuik ini sendiri, berikut adalah beberapa manfaat bagi masyarakat Minangkabau :

Panen Padi

Sebagai Alat Musik Legendaris yang menemani para petani di masa lalu, Pupuik Batang Padi akan dimainkan sebagai hiburan ketika musim panen. Meski nada yang dihasilkan hanya tunggal, namun bisa melengking hingga 2 km sehingga menciptakan suasana yang meriah.

Upacara Adat

Ada banyak sekali upacara adat yang ada di Sumatera Barat, dimeriahkan juga oleh alat musik yang satu ini, diantaranya adalah arak-arakan perkawinan, acara-acara adat turun mandi, batagak penghulu, pertunjukan randai, dan acara kesenian lainnya.

Musik Pengiring Tari

Selain sebagai penghibur ketika Laen, Alat Musik Pupuik Batang Padi juga difungsikan sebagai instrumen musik pengiring bagi tari Tradisional, kadang disandingkan juga dengan alat musik daerah Minang lainnya, seperti talempong, momong, gandang, bansi, dan lain sebagainya.

Media Hiburan

Alat Musik ini juga digunakan orang-orang di masa lalu dan sekarang sebagai media untuk menghibur diri sendiri, misalnya di sela-sela istirahat ketika menggembala ternak, maupun ketika berada di ladang sembari mengusir burung-burung pemakan padi.

Baca juga :

Demikianlah, ulasan singkat kali ini mengenai Alat Musik Pupuik Batang Padi beserta sejarah, cara membuat, cara memainkan dan fungsinya dalam kehidupan. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *