Sebelum Menikah, Simak Dulu Pituah Minang Tentang Pernikahan ini

· 4 min read
Pituah minang tentang pernikahan

Pituah Minang Tentang Pernikahan merupakan kumpulan nasehat yang dirangkai dalam bentuk pepatah, dan ditujukan kepada semua anak muda dan mudi di Minangkabau, maupun tanah air.

Jika dikaji lebih dalam, sebenarnya ada sangat banyak sekali Pepatah Minang tentang Cinta dan kasih sayang, terlebih mengenai Pernikahan, karena merajut rumah tangga bukanlah hal yang main-main.

Dalam budaya Minang, ada adat yang berlaku yang dimana kedua mempelai akan diberikan berbagai nasihat dan Pituah Bahasa Minang tentang pernikahan dengan berharap rumah tangga mereka bisa sakinah, mawadah dan warahmah.

Nah, berikut ini adalah beberapa Pepatah dan Pituah Minang tentang Pernikahan dan artinya untuk kamu semua. Semoga bisa bermanfaat dan memberi dampak positif bagi setiap pembaca. Check this out.

Pituah Minang Tentang Pernikahan Oleh Ibu

Pituah Minang tentang pernikahan
Source : Prelo.co.id

Dengan menikah, berarti kita telah mengikat niat dan mengucap janji suci bersama pasangan di hadapan banyak orang. Setelah itu, lembaran dan kehidupan baru telah dibuka.

Yang pertama diharapkan dari pernikahan adalah terciptanya keluarga yang bahagia dan sejahtera. Nah, beberapa Pituah Minang tentang pernikahan ini akan menjadi nasehat untuk kita semua :

“Bak umpamo biduak kabalayia…
Lauik lapeh jo ríak nan ka di hadang…
Taguah-taguah pacik kamudi…
Ingek di riak jo galombang…
Ingek dek karang kamaonggoh…
Ingek dek ombak kamaampeh…
Pandai-pandai manjago diri…
Binalah kaluarga sakinah mawaddah warrahmah…
Do’a mande sapanjang jalan…”

Artinya :

“Ibaratkan perahu yang akan berlayar,
Laut lepas dengan riak yang akan dihadang,
Berpegang teguh dalam memegang kemudi,
Ingat pada riak dan gelombang,
Ingat dengan karang yang akan menghadang,
Ingat dengan ombak yang menghempas,
Pandai-pandailah menjaga diri,
Binalah kaluarga sakinah mawaddah warrahmah,
Do’a ibu sepanjang jalan.”

Maknanya :

Dalam Pituah Minang tentang pernikahan di atas, seorang ibu sedang menasehati anaknya yang tengah menjalankan proses pernikahan.

Di situ tergambar jelas bagaimana sang ibu menuturkan berbagai pesan sebagai pengingat kepada anak, agar selalu kuat dan tangguh dalam menghadapi berbagai macam cobaan, halangan dan rintangan dalam rumah tangga.

Baca Juga : Pepatah Minang Tentang Pemimpin

Pituah Minang Tentang Pernikahan Oleh Ayah

Pepatah bahasa Minang tentang cinta
Source : Mahligai-indonesia.com

Ada dari ibu, maka ada pula dari sang ayah. Salah satu contoh pepatah Minang saat resepsi pernikahan yang akan disampaikan oleh seorang ayah terhadap anaknya, adalah sebagai berikut :

“Dangakan dek anak pasan ayah…
Balaia lah sampai ka pulau…
Batanun lah sampai kagunjai…
Alah sampai tangguang jawab ayah…
Ayah sarahkan kehidupan anak ka suami…
Elok-elok baipa babisan…
Pandai-pandai bamintuo…
Usah pandareh jo pamberang…
Patuah ka suami dunia akhirat…
Jago adaik jo limbago…
Ayah ikhlas malapeh anak barumah tanggo…
Ayah rela malapeh anak basuami…
Danga inokkan pasan ayah…
Do’a ayah siang jo malam…”

Artinya :

“Dengarkan pesan ayah, wahai anakku,
Berlayarlah sampai ke pulau,
Menenun hingga jadi perhiasan,
Sudah selesai tanggung jawab ayah,
Ayah serahkan kehidupan kamu kepada suamimu,
Baik-baiklah berkeluarga besar,
Pandai-pandailah dengan mertua,
Jangan keras dan pemarah,
Patuhi suami dunia akhirat,
Jaga adat dan lembaga,
Ayah ikhlas melepas engkau berumah tangga,
Ayah rela melepas engkau bersuami,
Dengar dan resapi pesan ayah,
Do’a ayah mengalir siang dan malam.”

Maknanya :

Pituah Minang tentang Pernikahan di atas ditujukan sang ayah terhadap anak perempuannya, ketika sedang melaksanakan resepsi pernikahan.

Tergambar jelas bagaimana sang ayah meminta anaknya untuk senantiasa mematuhi suami, mertua dan keluarga besar, serta mampu menjaga adat, lembaga dan budaya yang berlaku.

Sang ayah juga berpesan agar anaknya mampu menjadi sosok istri dan ibu terbaik untuk anak-anak kelak. Di ungkapan tersebut juga tergambar bagaimana keikhlasan sang ayah untuk melepas anaknya dari tanggung jawabnya.

Baca Juga : Pepatah Minang Tentang Musyawarah

Pepatah Minang Tentang Berumah Tangga Yang Harmonis

Teks pitaruah minangkabau saat pernikahan
Source : Carigedungnikah.com

Memiliki keluarga yang bahagia adalah impian semua orang, tidak ada manusia yang menginginkan keluarganya berantakan, selalu diselimuti masalah dan tidak pernah akur.

Banyak hal yang bisa membuat keluarga kita agar selalu makmur dan harmonis, salah satunya yakni dengan cara menerapkan beberapa Pituah Minang Tentang Pernikahan di bawah ini :

Anak ikan dimakan ikan, gadang ditabek anak tenggiri. Ameh bukan perakpun bukan, budi saketek rang haragoi.

Maknanya :

Pepatah di atas menjelaskan bahwa eratnya hubungan antar manusia dilandasi oleh kebaikan hati, sikap, kesopanan serta Budi pekerti luhur, bukan karena harta dan pangkat.

Begitu juga dalam berkeluarga, hubungan antara sesama anggota baik orangtua dan anak, harus selalu saling menjaga, mendukung dan memberi inspirasi serta motivasi untuk terus melangkah maju.


“Alu tataruang patah tigo, samuik tapijak indak mati.”

Artinya :

Pituah Minangkabau di atas mengajak kita untuk senantiasa mampu bersikap dan bertindak tegas, adil, jujur dan selalu berdiri di sisi kebenaran dalam menaungi bahtera keluarga.


Anjalai pamaga koto, tumbuah sarumpun jo ligundi, kalau pandai bakato kato, umpamo santan jo tangguli.

Artinya :

Pitaruah Minang tentang Pernikahan di atas mengajarkan kepada kita untuk selalu menyampaikan segala sesuatunya dengan baik, sopan dan enak didengar, terlebih kepada anak dan istri.

Baca Juga : Puisi Bahasa Minang


“Atah taserak dinan kalam, intan tasisiah dalam lunau, inyo tabang uleklah tingga, nak umpamo langgau hijau.”

Artinya :

Pepatah Bahasa Padang di atas menjelaskan kepada kita akan sebuah larangan tegas, agar jangan pernah menceraikan istri ketika dia sedang hamil.

Selain memang hal tersebut sangat-sangat tidak baik, saya pribadi juga tidak tahu apakah dibalik itu ada konsekuensi yang lain yang akan diterima sang suami. Yang pasti, kesannya hal itu sangat dilarang.


“Baribu nan tidak lipuah, jajak nan indak hilang.”

Artinya :

Peribahasa Minang di atas menjelaskan kepada kita bahwa akan ada suatu hal yang berkesan, misalnya sebuah perihal yang berkesan, kemudian akan terus mengalir secara turun-temurun hingga ke anak cucu.

Baca Juga : Pantun Minang Lucu dan Artinya

Pepatah Minang Tentang Keluarga

Nasehat Minang dalam berumah tangga
Source : Wikipedia.org

Ketika seseorang sudah berkeluarga, baik perempuan ataupun laki-laki, banyak hal yang akan berubah, yang akhirnya akan menyesuaikan keduanya diantara mereka, baik sikap, sifat hingga kebutuhan.

Hal ini perlu dilakukan supaya perjalanan rumah tangga bisa mulus dan selalu harmonis. Nah, berikut ini adalah Pituah Minang tentang pernikahan dan membina keluarga yang bahagia :


Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang.

Artinya :

Segala persoalan yang terjadi di dalam keluarga, harus bisa diselesaikan secara bersama-sama. Bagaimanapun, masalah suami juga menjadi masalah untuk istri. Untuk itu, keduanya harus saling mendukung.


“Bajalan batolan, bakato baiyo, baiak runding jo mufakat. Turuik panggaja urang tuo, supayo badan nak salamaik.”

Artinya :

Pepatah Minang di atas lebih ditujukan kepada anak-anak, untuk senantiasa mematuhi, mendengarkan dan menjalankan setiap perkataan dan perintah dari orangtua, agar bisa selamat di dunia dan akhirat.


“Barajo Buo Sumpu Kuduih tigo jo rajo Pagaruyuang, Ibu jo bapak pangkanyo manjadi anak rang bautang.”

Artinya :

Petuah di atas berpesan kepada setiap anak atas kelakuannya. Baik atau buruk yang mereka lakukan, tidak jauh dari didikan orangtuanya. Untuk itu, kita sebagai orangtua, pandai-pandailah dalam mendidik anak.


“Jauah cinto mancinto, dakek jalang manjalang.”

Artinya :

Pituah Minang tentang Pernikahan di atas mengisyaratkan kepada kita untuk jangan pernah melupakan keluarga dan sanak saudara, meski sejauh apapun jarak memisahkan. Selalu ingat dan sayangin, karena merekalah tempat berpulang.


“Kalau kuriak induaknyo rintiak anaknyo.”

Artinya :

Pesan di atas menyampaikan bahwa jika pasangan suami istri sama-sama baik dalam segala hal, maka akan melahirkan keturunan yang baik-baik pula, hingga seterusnya.

Baca Juga : Kamus Bahasa Minang dan Artinya

Penutup

Demikianlah, beberapa Pituah Minang tentang Pernikahan yang bertujuan sebagai nasehat bagi setiap calon mempelai. Semoga bisa bermanfaat dan diterapkan dalam diri. Terim kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *