25+ Pepatah Minang Tentang Musyawarah dan Mufakat

· 4 min read
Pepatah Minang tentang musyawarah

Ada banyak sekali Pepatah Minang tentang Musyawarah yang menjadi nasehat, serta arahan bagi semua orang, terutama mengenai betapa pentingnya memecahkan masalah secara bersama-sama.

Dalam budaya Minangkabau, musyawarah memiliki kedudukan yang penting. Hampir segala hal yang telah atau akan terjadi selalu dimusyawarahkan terlebih dahulu. Itulah kenapa banyak terdapat Pepatah Minang Tentang Mufakat ini.

Bukan hanya ketika menghadapi suatu masalah untuk mendapatkan solusi, namun musyawarah juga dilaksanakan pada elemen lain, misalnya membuat suatu acara seperti budaya, keagamaan, sosial dan lainnya.

Nah, berikut ini adalah beberapa Pepatah Minang tentang Musyawarah atau diskusi dan artinya serta maknanya yang perlu untuk kamu ketahui. Semoga bisa bermanfaat, menambah wawasan dan bisa diterapkan dalam kehidupan.

Pepatah Minang Tentang Musyawarah

Pepatah bahasa Minang tentang musyawarah
Source : Minangsatu.com

Memecahkan berbagai persoalan yang sedang terjadi di tengah-tengah masyarakat memang lebih baik dibicarakan bersama-sama, karena biasanya akan lebih mudah dipecahkan, dibandingkan sendirian.

Begitu juga di Ranah Minang, beberapa orang atau kelompok akan dikumpulkan di suatu tempat, kemudian mereka akan saling mengajukan pendapat yang baik dan kemudian disimpulkan. Berikut Pepatah Bahasa Minang Tentang bermusyawarah dan artinya :

“Tarandam randam indak basah, tarapuang apuang indak hanyuik.”

Artinya :

Pepatah Minang Tentang Musyawarah di atas menjelaskan Sebuah permasalahan berlarut-larut yang terjadi di masyarakat, tanpa adanya inisiatif untuk menyelesaikannya. Hal ini perlu dipecahkan dengan musyawarah sesegera mungkin.


“Anjalai pamaga koto, tumbuah sarumpun jo ligundi, kalau pandai bakato kato, umpamo santan jo tangguli.”

Artinya :

Peribahasa di atas menjelaskan bagaimana seseorang yang selalu bertutur kata dengan baik dan enak didengar, sehingga pendapatnya dalam bermusyawarah selalu dihargai lebih sebab ilmunya.


“Batolan mangko bajalan, mufakat mangko bakato.”

Artinya :

Jangan pernah mengasingkan diri dari masyarakat sosial. Ketika mengalami masalah berat, minta tolonglah kepada orang sekitar untuk membantu memecahkan dan menyelesaikannya.


“Banyak diliek jauah bajalan, lamo hiduik banyak diraso. Kalau kito dalam parsidangan marah jo duko usah dipakai.”

Artinya :

Pepatah Minang tentang musyawarah di atas menjelaskan kepada kita untuk tidak bermurung diri dan suka marah-marah tidak jelas ketika bermufakat. Belajarlah untuk menghargai orang lain beserta pendapatnya.


Bungkuak saruweh tak takadang, sangik hiduang tagang kaluan.

Artinya :

Pepatah di atas menggambarkan seseorang yang sangat sulit untuk menerima pendapat orang lain, sekalipun dia berada di pihak yang salah. Untuk itu, jangan seperti orang ini ketika bermusyawarah.


“Baguno lidah tak batulang, kato gadang timbangan kurang.”

Artinya :

Pepatah Bahasa Minang Tentang Musyawarah di atas yakni Orang yang berbicara dengan gaya angkuh dan sombong, sehingga tidak memikirkan perasaan orang lain. Untuk itu, perbuatan seperti ini harus dihindari ketika dalam bermusyawarah.


Bunyi kecek marandang kacang, bunyi muluik mambaka buluah.

Artinya :

Orang yang banyak bicara tapi ilmunya kosong, sehingga pembicaraannya tidak berarti. Jadilah orang yang memberi pendapat dan saran yang baik sesuai dengan ilmu pengetahuan yang luas.


“Bak bunyi aguang tatunkuik, samangaik layua kalinduangan.”

Artinya :

Seseorang yang jarang sekali mengemukakan pendapat, bukan karena pengetahuannya rendah, melainkan karena takut dan malu-malu. Jika pendapatan kita dirasa benar dan masuk akal, ajukan saja.


“Bak galagak gulai kincuang, bak honjak galanggang tingga.”

Artinya :

Pepatah Minang tentang Musyawarah di atas menjelaskan tentang orang yang paling merasa tahu atau sok pandai atas segala hal, padahal aslinya kosong. Jangan seperti orang ini ketika bermufakat.


“Bagai kabau jalang kareh hiduang, parunnyuik pambulang tali, tak tantu dima kandangnyo.”

Artinya :

Orang yang selalu enggan menerima masukan dan pendapat orang lain, namun ketika ditanya pendapat dia sendiri, hanya diam karena aslinya tidak tahu apa-apa.

Baca Juga : Pepatah Minangkabau Tentang Kepemimpinan

Pepatah Minang Tentang Mufakat Memecahkan Masalah

Pituah Minangkabau tentang mufakat
Youtube.com

Masalah memang akan selalu ada dan datang silih berganti dalam hidup bermasyarakat, baik masalah sosial, pribadi yang melibatkan orang banyak untuk memecahkannya, hingga persoalan lainnya.

Nah, beberapa Pepatah Minang Tentang Musyawarah dan maknanya di bawah ini merupakan nasehat dalam budaya Minangkabau, untuk memposisikan mufakat sebagai jalan keluar dari banyak masalah :

“Bak kabau dicucuak hiduang umpamo langgau di ikua gajah.”

Artinya :

Ibarat seseorang yang selalu patuh dan mengiyakan pendapat orang tertentu, sehingga pendapatnya sendiri tidak pernah dikeluarkan.


Bak ma eto kain saruang, bak etong kasiak dipantai.

Artinya :

Suatu masalah yang berlarut-larut, tidak jelas ujung pangkalnya dan dibiarkan begitu saja ditengah masyarakat. Hal seperti itu harus segera diselesaikan.


“Bak banang dilando ayam, bak bumi diguncang gampo.”

Artinya :

Suatu bentuk kerusuhan atau kekacauan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, namun sangat sulit untuk diselesaikan, sehingga dibutuhkan bermusyawarah segera.


“Bakato sapatah dipikiri, bajalan salangkah madok suruik.”

Artinya :

Pepatah Minang Tentang Musyawarah di atas yakni Saat bermufakat, pikirkan terlebih dahulu sebelum mengajukan pendapat, usahakan untuk tidak sampai menyinggung pihak manapun.


“Dimudiak tubo dilapeh, dihilia lukah mananti, ditanggah jalo takambang, dilua parangkok makan.”

Artinya :

Suatu masalah sosial yang terjadi, namun setiap masyarakat tidak bisa menghindar atau mengelak darinya. Untuk itu, harus ditangani seserius mungkin.


Dimano kain kabaju, diguntiang indaklah sadang, lah takanak mangko diungkai, dimano nagari namuah maju, Adat sajati nanlah hilang, dahan jo rantiang nan dipakai.

Artinya :

Ibaratkan kemajuan suatu negeri di Minangkabau, jika masyarakatnya tidak mengamalkan ajaran, adat dan istiadat dengan sepenuh hati, maka kemajuan tidak akan tercapai dengan maksimal.

Pepatah Minang tentang Kehidupan


“Dikaji Adat nan ampek, itu pusako tanah Minang. Nak tuah cari sapakaik, nak cilako bueklah silang.”

Artinya :

Pepatah Minang tentang mufakat di atas menjelaskan kepada kita untuk senantiasa bersatu padu, terutama dalam memecahkan semua masalah yang datang. Bercerai hanya akan mendatangkan perpecahan dan kekacauan.


“Diagak mangko diagiah, dibaliak mangko dibalah.”

Artinya :

Setiap pekerjaan yang hendak dilakukan bersama-sama, harus dimusyawarahkan terlebih dahulu dalam rangka membuat perencanaan dengan matang. Sehingga nantinya, hasil yang diperoleh juga memuaskan.


Elok nan tidak mangalua, gadang nan indak mangatanggah.

Artinya :

Peribahasa Bahasa Minang di atas menjelaskan tentang seseorang yang tidak mau atau enggan dalam mengeluarkan pendapat, baik ketika bermufakat ataupun dalam pergaulan.


“Elok bak karabang talua itiak, eloknyo tabuang juo, indak babaliak naik lai.”

Artinya :

Jangan menjadi seperti orang ini, yakni sosok orang yang memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan tinggi, tapi tidak pernah menggunakannya untuk kepentingan sosial atau kemasyarakatan.

Baca Juga : Pepatah Minang Tentang Pernikahan

Pepatah Minang Tentang Demokrasi

Petitih minang soal Demokrasi
Source : Aeerievreven.blogspot.com

Demokrasi dalam kehidupan sosial bermasyarakat adalah sikap ataupun tindakan yang membebaskan siapa saja, untuk mengemukakan suara dan pendapat mereka dalam berbagai elemen.

Demokrasi sangat banyak manfaatnya, termasuk ketika mengadakan musyawarah. Karena setiap pendapat yang ada akan memiliki pengaruh kedepannya. Berikut, beberapa contoh Pepatah Minang tentang Musyawarah :

“Gadang tungkuih tak barisi, tungkuih elok pangabek kurang.”

Artinya :

Ketika bermusyawarah, jangan menjadi orang yang berlagak paling pandai dan tahu segalanya, padahal isinya kosong belaka.


“Jan taruah bak katidiang, jan baserak bak anjalai.”

Artinya :

Pikirkan lagi baik-baik sebelum perkataan terucap keluar dari mulut, karena lidah tak bertulang, jangan sampai perkataan kita menjadi luka dan menyakiti perasaan orang lain.


“Kaduo kato mufakat, sakato urang kasadonyo, elok sapahan sahakikat, santoso kito salamonyo.”

Artinya :

Dalam menyelenggarakan musyawarah, hendaklah mendapat titik terang terhadap pemecahan suatu persoalan, diakhiri dengan kesatuan pendapat dan ide yang akan sama-sama dijalankan.


“Koroang kampuang didalam jurai, baitu limbago sajak dahulu, dunialah lamo inyo pakai, raso pareso nyolah tahu.”

Artinya :

Pepatah Minang tentang diskusi di atas menjelaskan kepada kita untuk selalu mengutamakan orang tua dalam berbicara, karena mereka lebih dulu merasakan asam garam kehidupan ini.


“Kato sapatah dipikiri, bajalan salangkah madok suruik.”

Artinya :

Lagi dan lagi, selalu pikir berkali-kali dulu sebelum perkataan terucap, pastikan tidak akan menyakiti hati atau perasaan seseorang maupun menyindir suatu kelompok tertentu.

Baca Juga : Kamus Bahasa Minang

Penutup

Demikianlah, ulasan kali ini mengenai Pepatah Minang Tentang Musyawarah dan artinya untuk kamu semua. Semoga ulasan di atas bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *