26+ Pepatah Minang Tentang Pemimpin dan Artinya

· 5 min read
Pepatah Minang tentang pemimpin

Ada beberapa Pepatah Minang Tentang Pemimpin yang sekiranya bisa memberikan gambaran dan nasihat serta dijadikan pedoman bagi umat manusia.

Pemimpin adalah orang / kelompok / organisasi yang diberi kepercayaan atau kewenangan lebih terhadap suatu hal maupun lingkup tertentu. Pemimpin adalah jabatan tertinggi yang punya hak istimewa.

Pituah Minang Tentang Pemimpin dan artinya di bawah menjelaskan betapa pentingnya seorang penentu, dalam mengambil keputusan terbaik ketika hendak memecahkan masalah, atau hal tertentu lainnya.

Pepatah Minang Tentang Pemimpin Tim

Pepatah minang tentang pemimpin
Source : Sumbarsatu.com

Nah, berikut ini adalah kumpulan Pepatah Bahasa Minang tentang Pemimpin yang semoga bisa memberi manfaat, motivasi, inspirasi dan dijadikan salah satu pedoman dalam hidup.

“Saciok bak ayam sandancing bak basi, saiyo sakato, duduk samo rendah tagak sama tinggi”.

Artinya :

Pepatah di atas menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus mampu mendengarkan, mempertimbangkan dan mengapresiasi setiap masukan atau pendapat dari anggota tim.

Adanya demokrasi dalam perihal diskusi akan sangat membantu bilamana sebuah tim tengah dilanda masalah. Bertukar pikiran adalah jalan terbaik untuk menemukan titik terang dan jalan keluar.


“Nan kuriak iyolah kundi, nan merah
iyolah sago/ nan baiak iyolah budi, nan endah iyolah baso”.

Artinya :

Pepatah Minang tentang Pemimpin di atas mengajak semua pemimpin untuk mampu memberikan didikan karakter yang baik kepada semua anggota tim, dalam rangka mempermudah tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

Hal ini bisa dimulai dari diri sendiri, yakni kemampuan pemimpin dalam menerapkan sikap-sikap positif dalam diri, maka lambat laut akan mulai diikuti oleh yang lainnya secara perlahan.


“Nan tuo dihormati, nan ketek disayang”.

Artinya :

Dalam adat Minangkabau, posisi orang tua selaku pemuka, Ninik mamak dan kepala adat sangat tinggi. Keputusan-keputusan terakhir ada di tangan mereka. Selain itu, mereka juga mahir dalam menentukan keputusan.

Untuk itu, pandai-pandailah berkomunikasi dan bersikap layaknya pemberian rasa hormat dan segan. Menghargai para pemuka adat memang diwajibkan bagi siapa saja dan dimana saja.


“Dan buto paambuih lasuang, nan pakak palapeh badia, nan lumpuah paunyi rumah, nan kuaik pambao baban, nan binguan disuruah-suruah, nan cadiak lawan barundiang.”

Artinya :

Pepatah Minangkabau Tentang Pemimpin di atas menjelaskan bahwa, seorang ketua atau kepala kepemimpinan harus mampu menempatkan setiap anggotanya pada posisi yang benar-benar dikuasainya.

Sebelum itu, pemimpin juga harus mampu menelaah dan membaca karakter masing-masing, sehingga setiap amanah yang diembankan bisa memberikan hasil terbaik dan tentunya memuaskan.


“Tembak nan baalamaik, pandang nan batujuan, balajan mahadang bateh, balayia mahadang pulau.”

Artinya :

Seorang pemimpin juga harus mampu menekankan kepada anggota tim bahwasanya tanggung jawab yang dibebankan harus mampu diemban sebaik mungkin. Jangan lupa juga, ada konsekuensi atas segala bentuk kelalaian anggota.


“Alu pancukia duri.”

Artinya :

Meski pepatah Minang di atas hanya 3 suku kata, maknanya seorang pemimpin harus bisa memberi arahan mengenai tanggung jawab tim, jangan sampai melakukan kesalahan yang nantinya akan merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Baca Juga : Pepatah Minang Tentang Kehidupan

Pepatah Minang Tentang Pemimpin Masyarakat

Pituah Minangkabau tentang kepemimpinan
Source : Yuyucenter.blogspot.com

Memimpin masyarakat yang banyak dalam suatu daerah atau suku, bukanlah perkara yang gampang, karena yang dihadapi datang dari perbedaan karakter dan latar belakang yang tidak kita ketahui.

Untuk itu, memilih pemimpin harus benar-benar diyakini bisa untuk menjadi motor penggerak kemajuan dan kesatuan dalam bermasyarakat. Berikut, beberapa Pepatah Minang tentang Kepemimpinan :

“Kasudahan adaik kabalairungan, kasudahan gadang di panghulu, mamak kapalo kaum dalam koroang, mamaliharo kaum kaganti hulu.”

Artinya :

Pepatah di atas menjelaskan bahwa seorang pemimpin adalah orang yang paling bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi, yang akan dipertanggung-jawabkan di hadapan manusia dan Tuhan nantinya.


“Kok janiah indak balunau, kok putiah indak bakuman, hati nan karuah dimaso lampau lah janiah ditimpo bana.”

Artinya :

Antara pemimpin dan masyarakat musti berpikir sama untuk menemukan jalan keluar terhadap masalah. Sehingga, hal tersebut mampu membasmi segala bentuk kekacauan dan kerusuhan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.


“Kalau kulik manganduang aia, lapuak nan sampai kapangguba, rusaklah tareh nan didalam. Kalau panghulu bapaham caia, jadi sampik alam nan leba, lahia bathin dunia tanggalam.”

Artinya :

Seorang pemimpin harus memiliki pendirian yang kokoh dan sikap yang tegas. Jika plin-plan dan terlalu santai ataupun terlalu acuh, maka hal itu akan membawa masyarakat ke pintu kehancuran sosial dan budaya.


“Kato manti kato baulang, dubalang kato mandareh, jauah hari pandai batenggang, nan singkek dapek diulehnyo.”

Artinya :

Pepatah Minang tentang Pemimpin di atas menjelaskan, Cadiak Pandai (Cerdik Pandai) adalah orang-orang yang memiliki kecerdasan dan ilmu pengetahuan yang luas, sehingga setiap usulan dan pendapatnya akan lebih sering disetujui dan dihormati.


“Kabalai bajanjang aka, kanaiak jalan bapintu, kalau pandai bamain aka, nan gaib dalam itu.”

Artinya :

Setiap pemimpin yang cerdas pastinya memiliki pemikiran yang jauh lebih maju, jernih dan positif. Pemimpin seperti akan membawa masyarakatnya ke tempat yang jauh lebih baik dan maju.

Baca Juga : Pituah Minang Tentang Pernikahan

Pituah Minang Tentang Pemimpin Bangsa

Cara orang Minang memimpin rakyat
Source : Klikpositif.com

Tanggung jawab seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah. Selain kepada masyarakat yang dibina, juga kepada Tuhan-nya yang nantinya akan dipikul sendiri di hadapan-Nya.

Begitu pula dengan masyarakat, pilihlah pemimpin yang benar-benar hati dan jiwanya telah ikhlas untuk menjadi pembimbing. Berikut, beberapa Pituah Minang Tentang Pemimpin Bangsa :

“Kato manti kato baulang, kato alim kato hakikat, tagak di adat mangupalang, lipek pakaian jo mufakaik.”

Artinya :

Jika memang seorang pemimpin merasa sudah tidak sanggup dengan tugasnya, jangan dipaksakan, masyarakat memiliki wewenang untuk memilih ulang pemimpin mereka agar roda kepemerintahan bisa berjalan dengan normal lagi.


“Kamanakan barajo mamak, mamak barajo panghulu, panghulu marajo kamufakat, mufakat barajo ka nan bana, bana manuruik alua jo patuik.”

Artinya :

Pepatah Minang tentang Pemimpin berikutnya ini menjelaskan bahwa, bentuk struktur kepemimpinan yang didasari adat adalah kebenaran yang sama-sama disetujui dan direstui oleh semua kalangan.


“Kamudiak saantak galah, kailia sarangkuah dayuang, sakato lahia jo bathin, sasuai muluik jo hati.”

Artinya :

Dalam merumuskan rencana kerja, para pemimpin harus bisa seiya dan sekata dengan masyarakat, agar tidak ada halangan atau ganjalan berarti ketika perencanaan tersebut mulai dikerjakan.


“Jarek sarupo jo jarami disinan balam mangko takicuah.”

Artinya :

Ketika keadaan sosial dalam kekacauan yang berat, para pemimpin perlu lebih hati-hati dan waspada lagi dalam melihat dan memilah setiap orang, jangan sampai ada musuh dalam selimut yang diam-diam menikam dari belakang.


“Jalan dialiah dek rang lalu, cupak dipapek rang mangaleh, adaik dialiah dek rang datang.”

Artinya :

Peran pemimpin sangat besar dalam mempertahankan budaya serta kestabilan ekonomi, agar kedepannya tidak mudah dipengaruhi oleh bangsa asing yang akhirnya merubah dasar-dasar yang sudah berlaku lama.

Baca Juga : Pepatah Minang Tentang Musyawarah

Nasehat Minang Dalam Mengemban Amanah

Nasehat Minang Dalam Mengemban Amanah
Langgam.id

Seorang pemimpin seharusnya bisa sejiwa dan sehati dengan masyarakat yang dibina. Hal ini akan mampu mempermudah dalam mewujudkan segala bentuk visi dan misi dalam memimpin.

Selain itu, ketika terpilih menjadi pemimpin, mereka juga harus mampu mewujudkan segala bentuk janji-janji yang pernah diucapkan. Berikut, beberapa Pepatah Minang tentang Pemimpin dan artinya :

“Hari paneh tampek balinduang, hari hujan bakeh bataduah.”

Artinya :

Selain sebagai pembina, kegunaan lain dari pemimpin ialah sebagai tempat mengadu, meminta pendapat, bermusyawarah, tempat bertanya dan berlindung oleh semua masyarakat yang dipimpinnya.


“Gadang karano dianjuang, tinggi karano dilambuak, tumbuah karano ditanam.”

Artinya :

Sebagai seorang pemimpin, haruslah senantiasa menyadari bahwa kita diberi kedudukan, dan kebesaran oleh rakyat dan untuk rakyat. Sehingga, berbaktilah dengan baik dalam menjalankan amanah.


“Guntiang nan dari Ampek Angkek, dibao urang ka Mandi Angin, dipinjam urang ka Biaro. Kok datang gunjiang jo upek, sangko sitawa jo sidingin, baitu pamimpin sabananyo.”

Artinya :

Ketika seseorang sedang berada di kursi kepemimpinan, sudah pasti akan ada yang suka, memuji dan menghormati. Namun, akan ada pula yang tidak suka bahkan membenci. Tugas kita hanyalah menerimanya dengan kepala dingin.


“Gadang usah malendo, panjang usah malindih, cadiak usah manjua, laweh usaha manyaok.”

Artinya :

Pepatah Minang tentang pemimpin di atas menjelaskan, seorang pemimpin pasti memiliki kecerdasan di atas rata-rata masyarakatnya. Untuk itu, gunakanlah kelebihan tersebut untuk membangun dan mensejahterakan rakyat, bukan untuk kepentingan sendiri.


“Gadanglah aia disitangkai, gadang nan sampai kaulakan, nan sabuah usah diungkai, nan rumik usah dikatokan.”

Artinya :

Hal lain yang juga harus dikuasai seorang pemimpin ialah bisa menjaga rahasia dengan baik. Dan juga, bisa menjaga ucapan agar tidak sembarang berucap dengan orang lain.

Baca Juga : Pepatah Minang Tentang Agama


“Gunuang timbunan kabuik, lurah timbunan aia, lauik timbuanan ombak, gunuang timbunan angin.”

Artinya :

Menjadi pemimpin bukanlah perkara yang gampang, mereka harus mampu berbesar hati dan berlapang dada, karena bagaimanapun semua masalah sosial nantinya akan bertumpu pada mereka.


“Gadang buayo dikualo, gadang garundang dikubangan, samuik barajo diliangnyo.”

Artinya :

Pepatah Minang Tentang pemimpin di atas menjelaskan, Meskipun akan ada yang suka maupun tidak, seorang pemimpin tetaplah menjadi penguasa di daerah kepemimpinannya.


“Falsafah pakaian rang panghulu, didalam alam tanah Minang. Kalau ambalau maratak hulu, puntiang tangga mato tabuang.”

Artinya :

Indonesia adalah negara demokrasi. Bila seorang pemimpin berbuat semena-mena dan tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku, maka jangan salahkan jika masyarakat berbuat lebih semena-mena dari itu.


“Elok nagari dek panghulu, rancak tapian dek nan mudo, kalau ka mamagang hulu, pandai-pandai mamaliharo puntiang jo mato.”

Artinya :

Seorang pemimpin harus mampu memecahkan setiap masalah, mengetahui penyebabnya serta akibat apa yang ditimbulkan sesudah itu.


“Elok tapian dek nan mudo, manjadi tuah pandapatan, kalau indak pandai jadi nakodoh alamaik kapa karam di daratan.”

Artinya :

Meskipun seseorang memiliki niat yang baik untuk memimpin, namun jika tidak memiliki ilmu dasar, kemampuan maupun pengalaman yang memadai, kemungkinan keadaan masyarakat akan jadi kurang baik kedepannya.

Baca Juga : Kamus Bahasa Minangkabau Terlengkap


Demikianlah, ulasan singkat kali ini mengenai Kumpulan Pepatah Minang Tentang Pemimpin dan artinya untuk pembaca semua. Semoga bisa bermanfaat dan berguna untuk kedepannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *