20+ Pantun Minang Pembuka Acara & Pasambahan

· 4 min read
Pantun Minang pembuka acara

Pantun Minang Pembuka Acara – Berbagai kegiatan sosial seperti musyawarah, upacara adat, pidato di hari-hari besar agama maupun negara, mufakat, pernikahan dan lainnya, akan ada orang-orang tertentu yang membawakan sepatah dua kata.

Sebut saja seperti pemimpin, kepala adat, pemuka agama dan sebagainya. Begitu pula pada kegiatan formal seperti sekolah, baik ketika kultum Jum’at pagi, muhadaroh dan lainnya, jika kamu orang Minang, maka akan sering mendengar Pantun Pembuka Acara Bahasa Minang di momen tersebut.

Pada masyarakat Minangkabau, hal ini juga disebut sebagai Pantun Pasambahan Minang yang berarti awal dari segala pembicaraan, istilah lainnya disebut pembukaan. Biasanya pertama kali akan disampaikan oleh protokol / pembawa acara, hingga para pembicara setelahnya.

Hal ini perlu dilakukan, salah satunya sebagai media dalam mencairkan suasana, apalagi berupa Pantun Minang Pembuka Acara Lucu, sehingga suasana menjadi kembali meriah dan menambah kesan didalamnya. Penasaran seperti apa pantunnya? simak selengkapnya.

Pantun Minang Pembuka Acara Di Sekolah

Selain melaksanakan proses belajar-mengajar, di lingkungan sekolah formal juga akan ada banyak acara, event maupun kegiatan sosial lainnya, seperti perayaan acara besar, kegiatan mingguan, ekstrakurikuler dan sebagainya.

Nah, dalam penyelenggaraannya, tentu akan ada pemandu atau pembawa acara. Untuk menambah kesan lain, kamu bisa membacakan beberapa Pantun Minang Pembuka Acara di Sekolah, yang sudah saya siapkan di bawah ini beserta artinya :

Langik galok hujan rinai,
Balari amak maangkek baju,

Sabalum acara ko Kito mulai,
Labiah rancak kito baco Basmalah dahulu.

Artinya :

Langit gelap hujan gerimis,
Ibu berlari mengangkat baju,
Sebelum acara ini kita mulai,
Lebih bagusnya kita baca bismillah dulu.


Pai baburu mandapek ruso,
Ruso dijua ka pasa baso,
Salamaik datang kawan kasadonyo,
Salamaik basuo di sikolah Kito ko.

Artinya :

Pergi berburu mendapat rusa,
Rusa dijual ke pasar Baso,
Selamat datang kawan sekalian,
Selamat berjumpa di sekolah kita ini.


Pai baralek ka Simpang kanan,
Baralek dari urang sumando,
Dek wakatu taruih bajalan,
Ancak acara kito mulai sajo.

Artinya :

Pergi kondangan ke Simpang Kanan,
Kondangan dari sanak family,
Karena waktu terus berjalan,
Baiknya acara kita mulai saja.


Babaju baru di hari rajo,
Urangnyo pendek baju takulai,
Untuak hadirin kasadonyo,
Salam kenal dari denai.

Artinya :

Pakai baju baru di hari raya,
Orangnya pendek bajunya kebesaran,
Untuk hadirin sekalian,
Salam kenal dari saya.


Pagi hari pai ka pasa
Makan kue dalam talam,
Sabalum acara ambo buka,
Izinkan denai maucap salam.

Artinya :

Pagi hari pergi ke pasar,
Makan kue dalam piring besar,
Sebelum acara ini saya buka,
Izinkan saya mengucap salam.

Pantun Minang Pembuka Acara Resmi

Pantun Minang Pembuka Acara Resmi
Source : Sumutprov.go.id

Acara resmi merupakan acara yang diatur dan dilaksanakan oleh Pemerintah atau Lembaga Tinggi Negara dalam melaksanakan tugas dan fungsi tertentu. Dalam pelaksanaannya, acara resmi umumnya juga dihadiri oleh pejabat negara atau badan kepemerintahan.

Jika kamu merupakan salah satu pembawa acara dalam event ini, kamu bisa membukanya melalui Pantun Minang Pembuka Acara Kenegaraan / Resmi di bawah ini. Namun, kamu juga harus lebih dulu melihat keadaan atau situasi, apakah dirasa pantas atau tidak :

Ka Payakumbuah naiak oto,
Painyo di malam sanayan,
Sambuiklah salam dari ambo,
Untuak saluruah tamu undangan.

Artinya :

Ke Payakumbuh naik mobil,
Perginya di malam Senin,
Sambutlah salam dari saya,
Untuk seluruh tamu undangan.


Ambiak rambutan pakai galah,
Rambutan masak masuak ka goni,
Ambo unjuakkan salam Jo sambah,
Sambah taunjuak ka urang rami.

Artinya :

Ambil rambutan pakai galah,
Rambutan matang masuk ke karung,
Saya haturkan salam dan sembah,
Sembah terhatur ke orang ramai.


Mancuci sarawa di ateh papan,
Pulangnyo langsuang ka ladang,
Salam jo sambah ambo sampaikan,
Untuak tamu nan alah datang.

Artinya :

Mencuci celana di atas papan,
Pulangnya langsung ke ladang,
Salam dan sembah saya sampaikan,
Untuk tamu yang sudah datang.


Sanjo tibo hari lah kalam,
Langik galok turunlah rinai,
Sudi kironyo manjawek salam,
Tando acara ka ambo mulai.

Artinya :

Senja tiba hari sudah gelap,
Langit gelap turun lah gerimis,
Sudi kiranya menjawab salam,
Tanda acara akan saya mulai.


Pai raun ka Pariaman,
Singgah sabanta di Painan,
Bapak jo ibuk nan budiman,
Salam hormat ambo aturkan.

Artinya :

Pergi jalan-jalan ke Pariaman,
Singgah sebentar di Painan,
Bapak dan ibuk yang budiman,
Salam hormat saya haturkan.

Baca Juga : Naskah Pidato Bahasa Minang

Pantun Minang Pembuka Acara Seminar

Sebenarnya, acara seminar seperti di perguruan tinggi termasuk acara yang resmi, karena dihadiri oleh beberapa pemimpin suatu sekolah tinggi untuk menentukan kelulusan mahasiswa/i mereka. Dalam pergelarannya, tak jarang pada peserta merasa gugup dan tidak percaya diri.

Nah, salah satu cara untuk memecah dan mencairkan suasana dari ketegangan ketika memulainya adalah, memakai Pantun Minang Pembuka Acara Seminar di bawah ini. Kamu bisa memakainya, apalagi jika berkuliah di Sumatera Barat dengan dosen yang juga orang Minangkabau :

Hari Sabtu ka Bukittinggi,
Singgah sabanta di koto Baso,
Pak Dosen nan ambo hormati,
Salamaik pagi jo salamaik basuo.

Artinya :

Hari Sabtu ke Bukittinggi,
Singgah sebentar di Koto Baso,
Pak Dosen yang saya hormati,
Selamat pagi dan selamat bersua.


Kuciang mangaja buruang Angso,
Angso Tabang ka kuciang manyemba,
Untuak pak Dosan Jo kawan lainnyo,

Izinkan ambo mambuka acara.

Artinya :

Kucing mengejar burung angsa,
Angsa terbang kucing menyambar,
Untuk pak dosen dan kawan lainnya,
Izinkan saya membuka acara.


Pai mandaki ka Gunuang Talang,
Sampai ka ateh hari lah sanjo,
Dek sado pihak alah datang,
Eloknyo kito mulai acara ko.

Artinya :

Pergi mendaki ke gunung Talang,
Sampai ke atas hari sudah senja,
Karena semua pihak sudah datang,
Baik ya kita mulai acara ini.


Batang durian banyak binalu,
Buah nan masak jatuah dahulu,
Acara seminar nan ditunggu-tunggu,
Ikolah masonyo mancaliak’an ilmu.

Artinya :

Batang durian banyak benalu,
Buah yang masak jatuh dahulu,
Acara seminar yang ditunggu-tunggu,
Inilah masanya memperlihatkan ilmu.


Pagi hari malatiah Kudo,
Jawi dibaok mambakak sawah,
Untuak kelancaran seminar Kito,
Eloknyo dahulu Baco Basmallah.

Artinya :

Pagi hari melatih kuda,
Sapi dibawa membajak sawah,
Untuk kelancaran seminar kita,
Baiknya dahulu baca Bismillah.

Baca Juga : Pantun Minang Nasehat Agama

Pantun Pasambahan Minang

Pantun pasambahan minang
Source : Kurusuyondaime.wordpress.com

Istilah “Pasambahan” adalah suatu kegiatan yang biasa dilakukan ketika ada tamu-tamu terhormat atau tokoh kenegaraan yang berkunjung ke ranah Minang. Umumnya, akan didahului dengan salah satu tarian tradisional Sumatera Barat, yakni Tari Pasambahan.

Nah, dalam momen ini juga, akan akan orang tertentu yang membawakan Pantun Pasambahan Minang dalam rangka penyambutan tersebut. Berikut, adalah beberapa Pantun Minang Pembuka Acara untuk kamu semua :

Ambiak kunini pakai galah,
Buluah di Tabang di sanjo hari,
Saiiriang salam sarato sambah,
Sambah lalu salam kumbali.

Artinya :

Ambil mangga pakai galah,
Bambu di tebang di senja hari,
Seiring salam serta sembah,
Sembah lalu salam kembali.


Pai baralek ka koto Padang,
Laweh tacaliak parak sawah,
Indah carano alah tahidang,
Lah tibo di tangah-tangah.

Artinya :

Pergi kondangan ke kota Padang,
Luas terlihat hamparan sawah,
Indah mangkok sudah terhidang,
Sudah tiba di tengah-tengah.


Anak lalok badan talantang,
Ijan sampai nyamuak mancotok,
Mancaliak carano nan lah datang,
Pinang sakapiang mintak digatok.

Artinya :

Anak tidur badan terlentang,
Jangan sampai nyamuk mengigit,
Melihat mangkok yang sudah datang,
Pinang sekeping minta di belah.


Pai malala ka kampung lamo,
Singgah sajanak di batanghari,
Salamaik datang para Pamuko,
Tarimo salam jo sambah kami.

Artinya :

Pergi jalan-jalan ke kampung lama,
Singgah sejenak di Batanghari,
Selamat datang para pemuka,
Terima salah dan sembah kami.


Ka hutan Pai baburu ruso,
Ruso tumbang kakinyo patah,
Untuak nan kini alah Tibo,
Kami baharok lai ka betah.

Artinya :

Ke hutan pergi berburu rusa,
Rusa tumbang kakinya patah,
Untuk yang sekarang sudah tiba,
Kami berharap akan betah.

Baca juga : Pantun Minang Lucu dan Artinya

Demikianlah, ulasan singkat kali ini mengenai Pantun Minang Pembuka Acara dan Pasambahan. Semoga ulasan di atas bisa bermanfaat dan menjadi referensi utama. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *