Mengenal Sejarah Rumah Adat Sumatera Barat, Fungsi, Ragam & Keunikannya

· 5 min read
Rumah Adat Sumatera Barat

Rumah Adat Sumatera Barat yang selama ini kita ketahui hanyalah Rumah Gadang, padahal ada beberapa jenis yang terbagi berdasarkan ciri-cirinya masing-masing. Apa sajakah itu? Silakan simak ulasan di bawah ini dan semoga bermanfaat.

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki kekayaan Budaya yang luas biasa, salah satu diantaranya adalah Rumah Adat. Setiap provinsi di Indonesia memiliki Rumah Adatnya masing-masing, termasuk Rumah Adat Sumatera Barat ini.

Dalam bahasa Minang, arti “Gadang” adalah “Besar”. Namun, maksud Rumah Tradisional Sumatera Barat di sini bukanlah Rumah yang besar, melainkan tempat / bangunan yang memiliki derajat yang lebih tinggi, dihargai, dijaga, dilestarikan, memiliki fungsi inti dalam budaya dan lain sebagainya.

Mengenal Rumah Adat Sumatera Barat

Rumah Adat Sumatera Barat
99.co

Menurut Wikipedia, Rumah Adat adalah rumah yang dibangun oleh orang-orang di masa lalu, kemudian berkelanjutan hingga ke masa sekarang dan nanti tanpa mengalami perubahan, baik dari segi desain atau sebagainya, kecuali renovasi karena sebab-sebab tertentu.

Sebuah Rumah akan dikategorikan sebagai Rumah Adat menyesuaikan kebiasaan orang-orang di masa lalu, dalam memanfaatkan rumah tersebut, misalnya sebagai tempat upacara adat, serta menjadi bukti tumbuh kembang kebudayaan di daerah tersebut. Sehingga dijadikan unsur penting dan komponen inti dari suatu peradaban budaya.

Begitu pula Rumah Adat Sumatera Barat ini, yang sampai sekarang masih bisa kamu kunjungi. Bahkan, Rumah Gadang menjadi salah satu destinasi wisata favorit yang ada di Sumbar. Di sana, kamu bisa melihat berbagai koleksi barang-barang kuno, peninggalan budaya, indahnya arsitektur tradisional dan lain sebagainya.

Sejarah Rumah Gadang Sumatera Barat

Rumah Adat Sumatera Barat
Tribunnews.com

Asal-usul Rumah Gadang telah ada sejak zaman dahulu. Menurut cerita yang beredar, rumah gadang yang memiliki ciri khas atapnya yang runcing ini terinspirasi dari tanduk kerbau, di mana kerbau sendiri adalah hewan yang sangat dekat dengan Orang Minang dimanapun berada.

Dikisahkan suatu hari di masa lalu, atap runcing yang menyerupai tanduk kerbau ini adalah ekspresi kemenangan raja Minangkabau ketika adu kerbau dengan salah satu Raja di Jawa. Nah, sejak saat itu, tanduk kerbau dijadikan simbol kemenangan rakyat Minangkabau.

Nah, Sejarah Rumah Adat Sumatera Barat berikutnya berdasarkan atapnya yang runcing ini terinspirasi dari salah satu kapal “Lancang”, yang mendarat du melintas di sungai Kampar. Ketika sampai, kapal di angkat ke darat kemudian diberi atap yang diikat dengan tali. Namun karena bebannya berat, tiang jadi miring dan membentuk lengkungan menyerupai Gonjong (atap lancip).

Ciri-Ciri Rumah Adat Sumatera Barat

Rumah Adat Sumatera Barat
Takaitu.id

Karakteristik Rumah Gadang yang paling menonjol adalah bentuk ujung atapnya yang runcing dan lancip. Masyarakat Minangkabau menyebutnya dengan nama Gonjong / Rumah Bagonjong. Nah, Ciri-Ciri lain dari Rumah Adat Sumatera Barat ini adalah sebagai berikut :

Kondisi Ruangan

Sejatinya, ukuran Rumah Gadang ini berbeda-beda. Namun, setiap rumah berbentuk empat persegi panjang, yang terbagi atas Lanjar dan ruang lepas, dengan batas tiang. Tiang di susun pada tiap sudut sisi rumah, dari depan ke belakang, dan dari kiri ke kanan.

Untuk jumlah Lanjar sendiri tergantung pada luas rumah, biasanya dari 3 sampai 11 Lanjar, umumnya berjumlah ganjil. Untuk bagian depannya, biasanya ada sebuah ruangan terpisah yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan padi hasil panen.

Sedangkan di bagian sampingnya, ada sebuah anjung yang dimanfaatkan sebagai tempat berbagai acara adat, seperti upacara keagamaan, penampilan berbagai kesenian hingga pernikahan. Sedangkan untuk bagian dapurnya dibangun terpisah.

Dekorasi Ukiran

Ciri-Ciri Rumah Adat Sumatera Barat selanjutnya bisa dilihat dari dekorasi ukiran. Jika kamu berkunjung ke rumah Gadang, kamu akan melihat bagian depan yang terbuat dari papan dan disusun secara vertikal yang penuh dengan ukiran yang unik dan kaya akan seni.

Sedangkan bagian belakang terlapisi dengan bambu. Motif ukiran yang digunakan juga bermacam-macam, ada yang berbentuk bunga, dedaunan, buah, tumbuh-tumbuhan dan lainnya. Penempatan motif ukiran tergantung pada letak papan dan susunannya.

Anti Gempa

Mungkin masih banyak yang belum menyadari bahwa Rumah Gadang Sumatera Barat ini didesain anti gempa. Hal ini diperkuat dari banyaknya tiang-tiang kokoh menjulang yang dibangun di sekeliling bangunan rumah. Selain itu, Rumah Gadang dibangun menyesuaikan lingkungan alamnya.

Menyerupai Rumah Panggung

Karakteristik Rumah Adat Sumatera Barat selanjutnya adalah kemiripannya dengan rumah panggung. Rumah Gadang dibangun sekitar 2 meter dari permukaan tanah, dengan tangga di pintu utama. Hal ini dipercaya sebagai upaya dalam menghindari binatang buas atau genangan air pada masa lalu.

Punya Empat Tiang Utama

Rumah Adat Minangkabau ini memiliki 4 penyangga sebagai tiang utama, yang diolah dari kayu Juha, berdiamater 40-60 cm. Sebelum digunakan, kayu Juha ini terlebih dahulu direndam dalam air selama bertahun-tahun, sehingga menghasilkan kualitas kayu yang sangat kuat dan kokoh.

Fungsi Rumah Gadang Minangkabau

Rumah gadang Minangkabau
Dekoruma.com

Ada beberapa fungsi dari Rumat Adat Sumatera Barat ini. Dahulunya, dijadikan tempat tinggal dengan tata krama dan aturan adat yang kental. Jumlah kamar menyesuaikan dengan jumlah wanita (Bundo Kanduang) yang tinggal didalamnya. Setiap pasangan yang sudah sah memiliki hak 1 kamar.

Seluruh ruangan di dalam Rumah Gadang kecuali kamar tidur, adalah ruang lepas untuk keluarga, baik sebagai ruangan berkumpul, berdiskusi, bercengkrama dan lainnya. Di halaman rumah, biasanya terdapat dua buah Rangkiang (lumbung) yang berguna untuk menyimpan padi.

Selain itu, Rumah Adat Sumatera Barat juga memiliki Anjung yang berfungsi untuk melaksanakan adat perkawinan hingga tempat berobat penghulu. Tak jauh dari sekitaran Rumah Gadang, umumnya terdapat pula surau kecil tempat melaksanakan ibadah sholat, mengaji, dan ibadah lainnya.

Jenis Rumah Adat Sumatera Barat

Rumah Gadang memiliki beberapa jenis yang tersebar di seluruh provinsi Sumbar. Ragam ini mempunyai nama dan ciri khas yang berbeda pula.

Secara umum, Ragam Rumah Gadang dibagi menjadi 2 macam, berdasarkan yang dianut suku di mana rumah tersebut didirikan, yaitu Koto Piliang dan Bodi Caniago. Untuk rumah adat Koto Piliang, memiliki anjungan di sisi kiri atau kanan, sehingga disebut dengan nama Rumah Baanjuang.

Beda halnya dengan Rumah Gadang Bodi Caniago yang tidak memiliki anjungan. Jenis ini banyak terdapat di Luhak Agam dan Limapuluh Kota. Selain hal di atas, Rumah Adat Sumbar masih masih memiliki beberapa jenis lagi yang dibedakan berdasarkan bentuk, dinding, jumlah ruang, tiang dan gonjongnya.

Rumah Gadang Di Darek

Rumah Gadang jenis ini memiliki ciri-ciri bentuk atap yang runcing (bagonjong), sehingga disebut pula sebagai Rumah Adat Bagonjong. Ada aturan tersendiri dari jenis ini, terlebih tentang pendiriannya, karena hanya bisa dibangun di atas tanah yang berstatus milik negara / pemerintah.

Rumah Gadang Gajah Maharam

Rumah gadang Minangkabau
Wikipedia.org

Sesuai dengan namanya, Rumah Adat Sumatera Barat yang satu ini diibaratkan seekor gajah yang sedang mengeram, bentuknya besar, lebar dan kokoh. Rumah ini terdiri dari banyak ruangan dan difungsikan sebagai rumah suku atau adat, bukan untuk hunian, dimanfaatkan sebagai tempat pernikahan hingga upacara kematian.

Rumah Gadang Surambi Papek

Rumah gadang Surambi Papek
Silontong.com

Disebut juga dengan nama Rumah Gadang Bapamokok. Jenis yang satu ini memiliki motif sayap di sisi kiri dan kanan, serta banyak terdapat di daerah Luak, Kabupaten Agam. Uniknya, pintu masuk / utama dari Rumah Gadang Surambi Papek ini terletak di bagian belakang.

Rumah Gadang Rajo Babandiang

Rumah tradisional Sumatera barat
Wikipedia.org

Rumah Gadang Sumatera Barat yang satu ini banyak terdapat di Luak Limo Puluah dan Payakumbuh. Dinamai Rajo Babandiang karena terdapat ruang tambahan di bagian tepi yang berdampingan tetapi tidak simetris. Selain itu, juga ada sederet penambahan tiang yang disebut “tiang babisiak”.

Nama lain dari jenis ini adalah “Rumah Gadang Bagonjong Limo”, yang berarti memiliki gonjong sebanyak 5 buah di bagian atapnya. Pada umumnya, pintu masuknya terletak di samping, diantara ruang bagonjong ke empat dan ke lima. Gonjong ke Lima ini pun dibuat karena adanya penambahan ruangan pada tiang babisiak tadi.

Rumah Gadang Batingkok atau Batingkek

Gambar rumah gadang masa lalu
Wikipedia.org

Rumah Adat Sumatera Barat berikutnya ini sebenarnya merupakan pengembangan dari jenis Gajah Maharam, Surambi Papek dan Rajo Babandiang. Ada ruang tambahan di lantai ke-2 dan 3 yang diberi nama Ruang Paranginan. Contoh Rumah Gadang yang berjenis ini adalah Istano Basa Pagaruyuang, Rumah Gadang Sicamin dan Sutan Nan Kedoh.

Rumah Gadang Surambi Aceh

Keunikan rumah gadang sumbar
Talunjuak.blogspot.com

Untuk jenis yang satu ini, banyak sekali terdapat di Kabupaten Solok dan Solok Selatan. Sesuai dengan namanya, di bagian depan bangunan terdapat Surambi yang sekaligus dijadikan sebagai pintu masuk. Pembuatan Surambi (Serambi) terinspirasi dari arsitektur Aceh semasa kekuasaan Kasutanan Aceh.

Jika dilihat dari jumlah Gonjong-nya, Rumah Gadang jenis ini dibagi menjadi dua macam, yakni Rumah Gadang Surambi Aceh Bagonjong Ciek dan Bagonjong Duo. Untuk tampilan Modern, kamu bisa berkunjung ke Hotel Bumiminang yang ada di Padang. Hotel ini memiliki Surambi di pintu masuknya.

Baca Juga : Bahasa Daerah Sumatera Barat

Keunikan Rumah Adat Sumatera Barat

Fungsi rumah adat Sumbar
Blog.tripcetera.com

Dari sejarahnya yang panjang, kepopulerannya dan berbagai jenis yang ada, Rumah Gadang ternyata memiliki beberapa kelebihan yang dijadikan sebagai keunikannya. Nah, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

Kayu Tahan Rayap

Untuk membangun sebuah rumah Gadang, tidak boleh diambil bahan dari kayu sembarangan, dalam artian harus memiliki kualitas yang sangat bagus, mulai dari pintu, jendela, dinding, lantai dan yang paling utama adalah tiangnya. Bahkan, ada olahan kayu yang terlebih dahulu melewati proses panjang.

Kokohnya kayu menjadi kunci utama dari ketahanan sebuah rumah. Begitu juga dengan rumah gadang, ketika kayu sudah siap di pasang, maka tidak ada cerita lagi untuk rayap bisa tinggal di sana. Itulah kenapa, ada rumah gadang yang masih berdiri kokoh berusia puluhan bahkan ratusan tahun.

Bangunan Anti Gempa

Selain anti rayap, Kelebihan Rumah Adat Sumatera Barat selanjutnya yakni anti gempa. Hal ini ternyata telah melewati perhitungan panjang sejak zaman nenek moyang terdahulu, sebelum mereka mendirikannya. Sehingga ketika terjadi gempa, rumah hanya bergoyang tanpa ada kerusakan parah.

Tidak Menggunakan Paku

Banyak yang belum tahu bahkan percaya, bahwa Rumah Gadang Minangkabau tidak menggunakan paku sama sekali sebagai perekat, melainkan hanya menggunakan pasak dari kayu. Ternyata, ini juga menjadi salah satu teknik perlindungan ketika terjadi gempa bumi agar rumah tidak roboh.

Lumbung Dan Dapur Terpisah

Lumbung padi diletakkan terpisah dengan bangunan utama, begitu juga dengan ruang dapur yang tidak menyatu dengan bangunan rumah. Hal ini nyatanya bukan tanpa sebab, melainkan sebagai upaya agar terhindar dari api, terlebih hampir keseluruhan bangunan terbuat dari kayu yang pastinya mudah terbakar.

Atap Rumah Yang Ideal

Alasan mengapa atap Rumah Gadang dibuat runcing karena bertujuan agar ketika hujan turun, air langsung segera turun ke tanah. Selain itu, atap dibuat dari ijuk yang disusun rapi dan rapat, ini tujuannya supaya ketika terjadi gempa yang kencang, atap tidak membahayakan penghuni rumah.

Baca Juga : Alat Musik Tradisional Sumatera Barat


Demikianlah, ulasan kali ini mengenai Rumah Adat Sumatera Barat beserta sejarah, asal-usul, fungsi, jenis dan keunikan, beserta gambarnya. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *