27+ Permainan Tradisional Sumatera Barat, Memori Indah Menolak Punah

· 6 min read
Permainan Tradisional Sumatera Barat

Ada banyak sekali Permainan Tradisional Sumatera Barat yang sejak dahulu kala hingga kini masih terus dimainkan, baik oleh anak-anak, remaja hingga orang dewasa ketika menghibur anak-anak mereka. Permainan ini telah melekat dalam diri orang-orang Minang, sehingga tidak mudah untuk dilupakan.

Namun, tidak semuanya berasal dari Budaya Sumbar, ada pula beberapa Permainan Tradisional Minangkabau yang sebenarnya hanya berbeda nama atau penyebutan saja, dengan yang terdapat di provinsi lain. Dalam artian, bisa dibilang permainan tersebut hampir ada di setiap provinsi di Indonesia.

Di tengah hiruk-pikuk modernisasi dan perkembangan dunia digital ini, kita bisa menyaksikan fenomena peralihan budaya di daerah kita masing-masing, terutama mengenai permainan anak-anak Minang yang dulunya saya mainkan setiap hari. Mereka lebih memilih mengikuti trend, bahkan bocil yang masih SD saja sudah paham dengan Smartphone.

Meski masih ada juga anak-anak yang sering memainkan Permainan Tradisional asal Sumatera Barat ini, tapi hanya tinggal sedikit. Di daerah tempat tinggal saya, para bocil lebih suka menyibukkan diri dengan Smartphone mereka untuk bermain game dan bersosmed ria. Yaudah, kita langsung ke tema rangkuman saja. Berikut, ulasan selengkapnya.

Daftar Permainan Tradisional Sumatera Barat Terpopuler

Berikut, informasi selengkapnya mengenai nama permainan serta cara bermainnya yang populer di provinsi Sumatera Barat. Simak ulasannya sampai selesai, dan semoga bisa membangkitkan ingatan kita semua untuk sama-sama bernostalgia. Check this out…

Badia Batuang

Permainan tradisional Sumatera barat
Porosriau.com

Permainan Tradisional Sumatera Barat yang pertama yakni Badia Batuang. Versi bahasa Indonesia dari nama permainan ini adalah “Meriam Bambu”. Selain bernama Badia Batuang, orang-orang di Minangkabau juga menyebutnya dengan nama “Dadantuang”, yang diambil dari kata “Berbunyi keras”, sesuai dengan faktanya yang di mana bambu besar ini mampu mengeluarkan bunyi yang sangat keras.

Bambu Sembilang / Bambu besar ibu banyak terdapat di dalam hutan. Kalau dulu di desa saya, banyak tumbuh di belakang-belakang rumah warga, jadi tidak perlu repot mencarinya. Bambu dipotong sepanjang 2-3 meter, kemudian dilubangi di bagian pangkal berbentuk persegi seukuran 3-4 cm, didalamnya dimasukkan sumbu dari kain serta minyak tanah.

Cara memainkannya, bambu terlebih dahulu dipanaskan, dengan cara menghidupkan api di dalam lobang kecil yang tadinya sudah dimasukkan sumbu dan minyak tanah. Setelah dirasa panas, barulah meriam bisa dipakai. Cara memakainya adalah, ambil sebilah kayu kecil, nyalakan dan dekatkan ke lobang sumbu, maka lobang itu akan menangkap api dan mengeluarkan bunyi keras di ujung bambu.

Tidak jarang bambu menjadi terbelah karena tidak sanggup menahan dentuman suara yang sangat keras. Permainan ini sebenernya juga tergolong berbahaya, saya sendiri pernah kehilangan seluruh alis mata karena disambar api yang keluar dari lobang sumbu. Sebab, kita harus mematikan api didalamnya dulu ketika hendak memainkannya lagi setelah meletus.

Mancik-Mancik

Permainan tradisional Sumatera barat
Ibuguruolahraga.blogspot.com

Permainan Tradisional Sumatera Barat berikutnya bernama Mancik-Mancik / Cimancik. Bahasa Indonesia dari permainan ini adalah Petak Umpet. Mancik dalam bahasa Minang berarti Tikus, saya pribadi juga gak tau kenapa dinamai permainan Mancik-Mancik. Namun yang pasti permainan ini dulunya sangat populer dan tersohor di Minangkabau.

Cara bermainnya sangat gampang. Pertama-tama, dilakukan “Hom pim pah” untuk menentukan siapa yang menjaga. Setelah itu, yang lain akan bersembunyi seraya si penjaga mulai menghitung, sampai 10 atau 20, dan menutup matanya yang disandarkan ke dinding rumah, tiang listrik hingga batang kayu.

Setelah hitungan selesai, si penjaga akan mulai mencari teman mainnya satu-persatu. Ketika kedapatan, maka si penjaga dan yang bersembunyi akan berlomba menuju tempat penyenderan tadi, siapa yang lebih dulu sampai, akan menepuk objek tersebut. Jika yang bersembunyi lebih dulu, artinya si penjaga gagal.

Pak Tekong

Permainan tradisional Sumatera barat
Youtube.com

Permainan Tradisional Sumatera Barat berikutnya bernama Pak Tekong. Secara keseluruhan hampir sama dengan Mancik-Mancik di atas, hanya saja permainan ini menggunakan media kaleng bekas, kerang hingga ranting kayu. Media ini akan didirikan membentuk segitiga. Kemudian masing-masing akan pemain memegang sendal.

Sendal ini berguna untuk melempar tekong yang sudah disusun. Jika yang bersembunyi berhasil melempar hingga tekong jatuh, maka ia boleh bersembunyi kembali, sedangkan yang menjaga harus menyusun tekong kembali. Permainan ini dilakukan oleh dua kelompok, kelompok pertama adalah penjaga, dan kelompok berikutnya adalah yang bersembunyi.

Kelompok kedua belum akan menjadi penjaga sebelum mereka semua berhasil dikalahkan oleh kelompok si penjaga. Begitulah seterusnya. Jika di permainan Mancik-Mancik yang sembunyi harus menyentuh media tempat menyender si penjaga, di permainan Pak Tekong tidak. Mereka bisa melempar dari jarak yang jauh sekalipun. Namun jika tidak kena, dia dinyatakan gagal karena pasti didahului oleh si penjaga.

Petok / Tok Lele

Permainan daerah asal minang
Infosumbar.net

Permainan Tradisional Sumatera Barat selanjutnya bernama Petok / Tok Lele. Permainan ini tidak ada di setiap daerah di Sumbar. Atau kalaupun ada, mungkin namanya berbeda. Dulu ketika kecil, saya dengan teman-teman yang lain termasuk sering juga memainkannya, namun saya lupa bagaimana permainan ini bisa sampai ke kampung saya kala itu.

Permainan ini dimulai dengan menggali lobang di tanah berbentuk segitiga, dengan kedalaman sekitar 10 cm. Bahan yang dipakai adalah dua bilah kayu sebesar tangkai sapu, yang satu panjangnya sekitar 80 cm, dan yang satunya lagi panjangnya 20 cm. Kayu yang panjang digunakan untuk memukul kayu pendek yang sebelumnya sudah dilemparkan ke atas, kemudian ditangkap oleh para lawan.

Menurut saya pribadi, permainan ini tergolong berbahaya, karena kayu hasil pukulan tersebut bisa saja kencang dan keras. Jika mengenai badan apalagi bagian kepala atau mata, bisa berakibat fatal karena tertikam. Namun meskipun begitu, permainan ini tetap ngetrend dalam waktu yang cukup lama kala itu, meski sekarang saya sudah tidak pernah lagi melihat anak-anak memainkannya.

Baca Juga : Ciri Khas Suku Minang

Kalang Ambek

Permainan daerah asal minang
Okezone.com

Permainan Tradisional Sumatera Barat berikutnya bernama Kalang Ambek. Nama bahasa Indonesia dari permainan ini adalah Galah Asin / Gapasin, tetapi di kampung saya namanya Kalang Ambek, bahkan bahasa Minang-nya pun saya tidak tahu. Saya juga bingung kenapa dinamai Kalang Ambek, yang jelas ketika saya mengenalnya, namanya memang sudah begitu. Wkwk..

Permainan ini dimainkan oleh dua kelompok, yang satu menjaga dan yang satunya bermain. Sebelum bermain, kita terlebih dahulu membuat garis persegi panjang yang besar, dengan variasi garis didalamnya seperti mereng dan lingkaran. Kemudian, yang menjaga akan berdiri di tiap-tiap garis, sedangkan yang bermain harus berusaha melewati si penjaga tanpa tersentuh.

Dinamakan Galasin karena, ketika si pemain berhasil berlari sampai ke ujung sembari melewati lawan-lawan yang menghadang, maka ia akan berteriak “Aassiiinnn”, pertanda bahwa kelompoknya telah menang di ronde tersebut. Permainan ini sangat seru karena bisa mengeluarkan keringat dan menyehatkan badan, serta melatih konsentrasi.

Lumpek Tali

Permainan anak-anak Minangkabau
Youtube.com

Permainan Tradisional Sumatera Barat selanjutnya bernama Lumpek Tali, atau dalam bahasa berarti Lompat Tali. Permainan ini masih sering dimainkan hingga saat ini, karena memang mengasyikkan dan tidak akan pernah ketinggalan zaman. Meski identik dengan permainan perempuan, namun tak jarang juga dimainkan oleh laki-laki.

Terlebih saat istirahat sewaktu di Sekolah Dasar, mengingat di zaman itu perempuan masih dibolehkan memakai rok selutut dan tidak berhijab, sedangkan laki-laki masih mengenakan celana pendek. Sehingga, seragam sekolah tidak jadi penghambat ketika memainkan permainan ini. Berbeda dengan sekarang yang sudah diwajibkan pakai rok panjang, berhijab, lengan dan celana panjang.

Saya sendiri meskipun laki-laki, juga tidak mau lepas dari euforia main lompat tali pada masanya. Setiap pergi ke pasar, hal yang tidak boleh ketinggalan untuk dibeli adalah karet gelang ini. Ketika sampai di rumah, maka karet diikat dan dikaitkan sehingga membentuk untaian tali yang panjang. Selain memakai karet, dulunya kami juga menggunakan akar pohon.

Cara bermainnya juga tidak begitu sulit. Dua orang yang memegang ujung dan pangkal tali akan memutar tali secara berlawanan dan masing-masing membentuk putaran jarum jam. Kemudian yang lainnya akan masuk dan melompat kedalam putaran itu. Jika tali terkena anggota tubuh hingga tali berhenti berputar, maka ia dinyatakan gagal.

Baca Juga : Lagu Daerah Sumatera Barat

Main Gundu

Permainan Tradisional Sumatera Barat selanjutnya adalah Gundu, yang menggunakan media batu sebesar kepalan tangan, berbentuk pipih seperti piring. Batu yang pipih ini bertujuan agar gampang dilempar selayaknya kita bermain Disk Frisbee. Main Gundu juga menjadi permainan favorit saya dengan teman-teman di masa kecil.

Permainan ini dimainkan oleh 2 kelompok, yang satu bermain dan yang satunya lagi meletakkan gundu-nya secara berdiri di garis yang telah dibuat. Kemudian pemain akan melemparkan gundu-nya menuju garis dari jarak yang sudah ditentukan. Intinya, para pemain harus bisa menjatuhkan gundu lawan yang tengah berdiri tersebut, dan mengeluarkannya dari garis.

Ba’adu Buah Para

Permainan anak-anak Minangkabau
Infosumbar.net

Permainan Tradisional Sumatera Barat yang legendaris berikutnya bernama “Ba’adu Buah Para”. Para adalah sebutan untuk biji / buah pohon karet. Saya tidak tahu permainan ini disebut dengan nama apa dalam bahasa Minang maupun Indonesia. Tapi kalo di kampung saya, namanya “Ba’adu Para”. Permainan ini cukup berbahaya dan bisa melukai tangan.

Sehabis pulang sekolah ketika SD, saya dan teman-teman lainnya sering menelusuri kebun-kebun karet orang untuk mencari buah ini. Setelah terkumpul banyak, maka masing-masing dari kami akan mengadunya. Caranya, buah karet lawan diletakkan di bawah punya kita, lalu kita pukul dari atas.

Hasilnya ada dua kemungkinan, kalau bukan punya kita yang pecah, berarti punya lawan. Begitulah aturan permainan anak-anak Minangkabau di masa lalu yang satu ini, yang dilakukan secara berganti-gantian. Tidak jarang, telapak tangan berdarah karena terkena kulit dari buah karet yang sudah tua, karena cukup keras, runcing seperti pecahan kaca dan bisa melukai badan.

Engklek

Permainan legendaris Indonesia
Keluargacaplang.com

Permainan Tradisional Sumatera Barat selanjutnya yakni Engklek. Dalam bahasa Minang atau Melayu di kampung saya, saya udah tidak ingat lagi apa nama permainan ini, yang jelas bukan engklek, melainkan namanya dari bahasa daerah. Permainan Engklek benar-benar menguji dan melatih ketangkasan kita dalam melompat dan menyeimbangkan badan.

Sebelum bermain, kita terlebih dahulu membuat garis persegi sebanyak beberapa buah dengan aturan yang berlaku. Kemudian di bagian ujung dibuat garis berupa setengah lingkaran, sebagai pijakan terakhir / finis. Permainannya dimainkan oleh 2 orang yang saling berlawanan. Tiap-tiap pemain menggunakan satu buah batu yang dilempar ke dalam kotak secara berurutan.

Setelah itu, pemain akan mulai melompat dan mengangkat satu kakinya, tetapi tidak boleh menginjak kotak yang terdapat batu kita atau lawan didalamnya. Pemain akan gagal ketika lemparan batunya mengenai garis, atau pemain terjatuh ataupun pemain menginjak garis tepi. Permainan Engklek ini bisa melatih konsentrasi dan keseimbangan kita.

Baca Juga : Tari Tradisional Sumatera Barat

Kelereng

Sejarah permainan kelereng
Okezone.com

Permainan Tradisional Sumatera Barat berikutnya adalah kelereng, yang mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita semua. Hampir seluruh anak-anak di Indonesia pasti pernah memainkannya ketika kecil. Permainan yang menggunakan media kelereng ini ada banyak jenisnya. Di kampung saya, salah satu diantaranya adalah Main Lobang.

Main Lobang adalah berlomba memasukkan kelereng ke dalam lobang yang berjumlah 3 biji, kemudian dihitung secara berurutan hingga 10 kali. Selain itu, permainan ini juga dijadikan ajang taruhan kelereng, permainannya juga beragam, mulai dari main Boom, main petak gadang, petak ketek, main panah dan lainnya. Pertaruhan yang dilakukan bukan dengan uang, melainkan orang yang kalah harus membayar kekalahannya dengan kelereng pula.

Baca Juga : Cerita Rakyat Sumatera Barat

Permainan Tradisional Sumatera Barat Lainnya

Sebenarnya masih banyak permainan masa kanak-kanak yang ada di Sumatera Barat, hanya saja banyak lupa dan tidak bisa saya jelaskan secara rinci apa nama permainannya, bagaimana cara bermain hingga aturan-aturan yang berlaku. Nah, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Bakiak
  • Caktum
  • Cakbur
  • Main Kasti
  • Kejaran Em
  • Bongkar Pasang
  • Main Gambar
  • Congklak
  • Main Kuciang-Kuciang
  • Suruak Lidi
  • Pijak Bayang
  • Gaga Gigi Gugu Gege Gogo
  • Meramal Pakai Tangan
  • Main ABCD
  • Mancik-Mancik Malam (Dongkiang)
  • Ya Oma Ya Oma
  • Lompat Tangan
  • Dll

Baca Juga : Bahasa Daerah Sumatera Barat

Demikianlah, ulasan singkat kali ini mengenai daftar Nama Permainan Tradisional Sumatera Barat beserta cara bermain dan aturannya. Semoga bisa bermanfaat dan membangkitkan kembali memori di masa kecil kita dulu. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *