5+ Contoh Percakapan Perkenalan Dalam Bahasa Minang

· 5 min read
Percakapan perkenalan dalam bahasa Minang

Berikut ini adalah beberapa Contoh Percakapan Perkenalan Dalam Bahasa Minang ketika bertemu seseorang, baik teman sekelas, sepekerjaan, rekan bisnis dan lain-lain.

Cara Berkenalan memakai Bahasa Padang / Minangkabau memang tak ada ubahnya dengan bahasa lain, namun yang berbeda tentulah suku katanya.

Mengapa hal ini perlu dipelajari? Karena kita semua menyadari bahwa orang-orang beretnis Minang telah lama menyebar ke seluruh penjuru Indonesia.

Akibatnya, adalah wajar bila kamu menemui mereka dalam berbagai momen. Untuk itu, perlu mempelajari Contoh Percakapan Perkenalan Menggunakan Bahasa Minang ini.

Contoh Percakapan Perkenalan Dalam Bahasa Minang

Fyi, ada banyak jenis Bahasa Minang yang hampir berbeda di setiap daerahnya di Sumbar. Memang tidak terlalu signifikan, namun logat dan beberapa suku katanya berbeda.

Tetapi secara umum, dan juga yang paling banyak dikenal atau dijumpai adalah Bahasa Padang. Nah, di sini akan saya jabarkan beberapa contoh Obrolan Bahasa Minang saat Berkenalan.

Perkenalan Nama

Cara memperkenalkan diri dalam bahasa minang
Source : Pixabay.com

Ketika berjumpa orang baru, hal pertama yang akan dilakukan adalah menyapa, kemudian memperkenalkan nama. Ini adalah hal yang wajib, karena tidak mungkin kita akrab tanpa tahu nama orang tersebut.

Hal ini akan sering terjadi, misalnya ketika memulai sekolah di instansi yang baru, bersua kolega dan sebagainya. Jika orang tersebut berbahasa Minang, maka cara memperkenalkan nama adalah sebagai berikut :

(A) : Salam kenal, sanak, Namo awak Andi, awak dari Bogor.
[Salam kenal, kawan, nama saya Andi, saya dari Bogor].

(B) : Salam kenal juo, sanak, Namo awak Irfan, awak barasal dari Payokumbuah.
[Salam kenal juga, kawan, nama saya Irfan, saya berasal dari Payakumbuh].

Keterangan :

  • Sanak = Dalam bahasa Minang, “Sanak” diartikan sebagai “Saudara”, namun lebih dipakai sebagai panggilan akrab ketika bertemu orang baru, sehingga maknanya menjadi “Kawan / teman”.
  • Awak = Suku kata ini memiliki beberapa arti, namun ketika berkenalan, dipakai untuk menyatakan “Saya” dalam konteks kesopanan. Karena jika memakai “Aden”, kedengarannya cukup kasar. Selain memakai “Awak”, kamu juga bisa menggunakan kata “Ambo”.

Menanyakan Status dan Usia

Setelah menanyakan nama dan asal, berikutnya biasanya kita akan membahas soal status dan usia. Meskipun terdengar agak privasi, namun ini penting juga.

Kenapa? Karena setelah mengetahui status dan umur, maka kita bisa memanggil orang tersebut dengan sebutan yang pas dan sopan, misalnya bila dia lebih tua atau lebih muda. Berikut, Percakapan Perkenalan Dalam Bahasa Minang saat bertanya status :

(A) : Kini ko, sanak masih bujang atau alah bakeluarga?
[Sekarang ini, kamu masih lajang atau sudah berkeluarga?]

(B) : Awak masih bujang, alun bakeluarga lai. Sanak ba’a?
[Saya masih lajang, belum berkeluarga. Kamu gimana?]

(A) : Ooh masih bujang, kalau awak alah bakeluarga sanak, alah duo urang lo anak awak. Umua sanak bara kini?
[Ooh masih lajang, kalau saya sudah berkeluarga, anak saya sudah 2 orang. Usia kamu berapa sekarang?]

(B) : Ndehh, coitu yo bang. Kalo umua wak baru 22 tahun, sadang kuliah di UNP Padang. Kalo umua Abang bara kini tu?
[Ooh begitu ya bang. Kalau usia saya baru 22 tahun, sedang kuliah di UNP Padang. Kalau usia Abang berapa sekarang tuh?]

(A) : Umua Wak alah 31 tahun, diak.
[Usia saya sudah 31 tahun, dek].

Keterangan :

Ada beberapa hal pada percakapan di atas yang menyelipkan suku kata tanpa arti, namun berupa ekspresi khusus.

Selain itu, ada pula perubahan panggilan setelah mengetahui usia dari masing-masing mereka. Berikut penjelasannya :

  • Bujang = Dalam bahasa Minang, bujang diartikan sebagai “Lajang”. Istilah panggilan “Anak Bujang” ditujukan bagi mereka yang masih single / lajang. Sedangkan untuk wanita, panggilannya “Anak Gadih” atau Anak Gadis.
  • Ndehh = Istilah “Ndehh” ini umumnya diucapkan ketika seseorang merasa terkejut / kaget atau merasa “Wah” terhadap sesuatu hal yang didengar atau dilihatnya. Dalam konteks percakapan di atas, si-B mengucapkannya ketika dia tahu bahwa usia lawan bicaranya jauh lebih tua dari dia.
  • Panggilan Berubah = Setelah mengetahui usia masing-masing, panggilan satu sama lain menjadi berubah. Si-B langsung memanggil “Abang” terhadap si-A karena usia, dan si-A memanggil “Adek” karena jauh lebih tua.

Dalam budaya Minangkabau, memanggil seseorang dengan sebutan “Adek”, meskipun kepada seseorang yang belum dikenal, adalah hal yang biasa, bahkan terkesan lebih sopan, dan orang yang dipanggil “Adek” tersebut akan merasa lebih dihargai dan akrab.

Menanyakan Pekerjaan

Percakapan perkenalan dengan orang Padang
Source : Pixabay.com

Percakapan Perkenalan Dalam Bahasa Minang selanjutnya adalah obrolan tentang pekerjaan. Hal ini juga tidak kalah penting dari pertanyaan nama dan status.

Karena begini, bilamana teman ngobrol kita sudah memiliki pekerjaan tetap sedangkan kita masih melanjutkan pendidikan, bisa saja hal tersebut nantinya jadi membantu bagi kita dalam mendapatkan pekerjaan.

(A) : Apokah adiak ado karajo sampingan salain kuliah?
[Apakah kamu memiliki pekerjaan sampingan selain kuliah?]

(B) : Ado bang, wak punyo bisnis sampingan lewat Online, mulai dari panulih artikel, jasa desain grafis dan Blogging bang. Abang sendiri karajo dima?
[Ada bang, saya punya bisnis sampingan lewat Online, mulai dari penulis artikel, jasa desain grafis dan Blogging bang. Abang sendiri kerja dimana?]

(A) : Mantap tu diak, karajo sambia kuliah, Ado pitih masuak, bisa lo manolong urang gaek mambayia biaya kuliah. Abang karajo di BUMN, diak.
[Mantap tuh dek, kerja sambil kuliah, ada pemasukan duit tambahan, bisa pula membantu orangtua membayar biaya kuliah. Abang kerja di BUMN, dek].

(B) : Alhamdulillah bang, bisa juo mangirim pitih ka kampuang untuak tambah-tambah balanjo adiak-adiak wak yang masih sikola.
[Alhamdulillah bang, bisa juga mengirim uang ke kampung untuk tambahan belanja adek-adek saya yang masih sekolah].

(A) : Syukurlah kok mode tu diak, lanjuik’an perjuangan, nan pantang halal.
[Syukurlah kalo seperti itu dek, lanjutkan perjuangan, yang penting halal].

(B) : Iyo bang, tarimo kasih
[Iya bang, terima kasih]

(A) : Samo-samo, diak.
[Sama-sama, dek].

Keterangan :

“Mode” dalam konteks percakapan di atas artinya adalah “Seperti”, namun kamu juga bisa menggantinya dengan kata “coitu”, “takah tu” yang artinya “Seperti itu”.

Baca Juga : Kamus Bahasa Minang Terlengkap

Basa-Basi

Setelah mengetahui nama, status dan pekerjaan, harusnya sudah sedikit akrab dan suasana juga sudah tidak terlalu tegang lagi. Maka, Percakapan perkenalan Dalam bahasa Minang berikutnya adalah tentang basa-basi.

Untuk lebih memecah suasana dan menambah keakraban, ada baiknya membuka sesi basa-basi. Hal ini akan menjadi kesan tambahan dalam perkenalan kamu.

Kamu bisa memulainya dengan mencoba menanyakan suatu hal yang dia sukai, seperti hobi. Maka contoh percakapannya sebagai berikut :

(A) : Dalam mangisi wakatu sanggang, biasonyo adiak suko manga tu? Misalnyo punyo hobi barolahraga atau aponyo, manotau wak sahobi, bisuakko bisa samo-samo se.
[Dalam mengisi waktu senggang, biasanya adek suka ngapain? Misalnya punya hobi berolahraga atau apanya, manatau kita satu hobi, nanti bisa barengan aja].

(B) : Kebetulan wak Suko main badminton bang. Biasonyo pulang kuliah kok ndak ado karajo, wak main Badminton samo kawan-kawan sakos se nyo bang. Kok abang paham, bisa juo tuh datang ka tampek awak untuak main basamo.
[Kebetulan saya suka main badminton bang. Biasanya pulang kuliah kalau gak ada kerjaan, saya main Badminton sama teman-teman satu kos aja bang. Kalo Abang juga suka, bisa juga tuh datang ke kosan saya untuk bermain bersama-sama.

(A) : Ha tua, cocok bana tuh, kebetulan abang suko juo Samo badminton, bisa lah tu bilo ado wakatu bang datang ka kosan adiak.
[Wah, cocok juga tuh, kebetulan abang suka juga sama badminton, bisa lah kapan ada waktu Abang datang ke kosan adek].

(B) : Jadi bang, wak tunggu.
[Oke bang, saya tunggu].

(A) : Siapp diak
[Siapp dek].

Baca Juga : Contoh Percakapan Bahasa Minang Dengan Pacar

Pamitan

Nah, setelah berbincang cukup lama, dan satu sama lain dari kalian sudah saling mengenal, maka tentunya yang terakhir adalah berpamitan. Contoh percakapan bahasa Padang nya adalah sebagai berikut :

(A) : Oh iyo, kok mode tu awak izin baliak duluan yo diak, masih ado Lo urusan saketek di rumah lai.
[Oh iya, kalau seperti itu saya izin pulang dulu ya dek, masih ada pula lagi urusan di rumah]

(B) : Jadi lah bang, elok-elok di jalan dih.
[Oke lah bang, hati-hati di jalan ya].

Keterangan :

Di percakapan “pamitan” di atas, ada 2 suku kata yang penempatannya terkesan sedikit berbeda, yakni kata “Baliak” dan “Elok-elok”. Penjelasannya sebagai berikut :

  • Baliak = Secara suku kata, artinya adalah “Balik”, namun dalam percakapan tertentu seperti ketika berpamitan, maka artinya menjadi “Pulang”.
  • Elok-elok = Sama dengan suku kata berulang yang satu ini, dalam percakapan seperti di atas maka artinya menjadi “baik-baik” / “hati-hati”.

Adab / Tata Cara Berkenalan dengan Orang Minang

Cara berkenalan dengan orang Minang
Source : Pixabay.com

Berkenalan dengan orang bersuku Minang secara langsung maupun online, sebenarnya tidak ada ubahnya dengan orang lain pada umumnya.

Tentunya, kita pasti menjaga tata krama dan kesopanan dalam bertutur, menghormati setiap orang meskipun kita belum tahu status sosial mereka.

Berikut ini adalah Adab / Tata Cara Berkenalan dengan Orang Minang yang perlu diperhatikan, dalam rangka menjaga perasaan lawan bicara agar tidak tersinggung atau merasa ilfil.

Ini berdasarkan pengalaman pribadi saya yang juga sempat 2 tahun menetap di kota Padang untuk kuliah. Selain Percakapan perkenalan dalam bahasa Minang di atas, beberapa hal lainnya adalah sebagai berikut :

  • Jangan memanggil orang Minang yang belum dikenal dengan sebutan “Kamu” / “Anda”, namun panggillah dengan sebutan “Abang”, “Om”, atau panggilan akrab lainnya seperti “Bos”, “Bro” dan sejenisnya.
  • Jika berpaspasan, sapalah sembari menganggukkan kepala dan dibarengi dengan senyum
  • Jika orang yang dijumpai dirasa jauh lebih muda, maka panggillah dengan sebutan “Adek”, ini akan membuat mereka merasa lebih dihargai.

Baca Juga : Contoh Percakapan Bahasa Minang Dengan Teman

Demikian, ulasan kali ini mengenai Contoh Percakapan Perkenalan Dalam Bahasa Minang di kehidupan sehari-hari. Semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan kamu. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *