20+ Pepatah Minang Tentang Merantau, Jadikan Penyemangatmu

· 4 min read
Pepatah Minang tentang merantau

Pepatah Minang Tentang Merantau – Membicarakan mengenai masyarakat Minang dengan perantauan adalah hal yang sangat berkaitan. Dari dulu hingga kini, mereka sangat akrab dengan istilah yang satu ini.

Seakan-akan bisa dibilang, Merantau adalah hal yang umum dilakukan oleh mereka yang bersuku Minangkabau, terutama bagi kaum laki-laki yang sudah beranjak dewasa. Entah Sejak kapan budaya ini dimulai, Saya juga tidak tahu.

Seperti yang kita sadari, orang yang merantau tentunya membutuhkan penyemangat lebih. Nah, beberapa pepatah Minang tentang merantau di bawah ini akan bisa menjadi motivator penunjang bagi kamu yang sedang merantau.

Merantau sendiri adalah perjalanan seseorang dari tempat tertentu menuju tempat lainnya dengan tujuan dan maksud tertentu pula misalnya mencari pekerjaan melanjutkan pendidikan memperluas pengalaman dan segala macamnya.

Pepatah Minang Tentang Merantau Agar Sukses

Bagi kamu yang saat ini sedang berada di perantauan atau negeri orang yang jauh dari kampung halaman, berikut beberapa Pituah Minangkabau Tentang Merantau dalam Bahasa Minang dan artinya, semoga bisa bermanfaat.

“Adaik Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.”

Maknanya :

Dimanapun kita berpijak, jangan pernah melalaikan kewajiban kita sebagai umat Islam. Dan juga, jadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai landasan, pedoman dan petunjuk kita dalam melakukan segala hal.


“Dima bumi dipijak, disitu langik dijunjuang.”

Maknanya :

Pepatah Minang yang sangat terkenal di atas mengajarkan kepada kita untuk selalu mematuhi adat serta budaya di tempat kita berada, juga senantiasa untuk mematuhi segala aturan yang berlaku di sana.


“Musuah pantang dicari, basuo pantang diilakkan.”

Maknanya :

Sebagai perantau, kita harus selalu sadar diri terhadap keberadaan kita. Jangan pernah mencari musuh atau lawan ketika berada di rantau orang. Namun jika merasa disepelekan atau terusik, harga diri tetap juga harus dipertahankan sampai kapanpun.


“Alam takambang jadi guru.”

Maknanya :

Pepatah Minang tentang merantau yang tertulis di pintu masuk kampus UNP Padang ini, mengajarkan kita untuk selalu bisa menyesuaikan diri dengan keadaan. Meski awalnya canggung, namun lama-kelamaan akan terbiasa dengan sendirinya.


“Baraja ka nan manang, mancontoh ka nan sudah.”

Maknanya :

Setiap orang sukses di perantauan, tidak ada yang menggapainya secara instan. Begitu juga kita, jangan pernah malu untuk bertanya, dan menjadikan setiap kejadian yang dialami diri sendiri maupun orang lain, sebagai pelajaran untuk melangkah kedepannya.

Pepatah Minang Tentang Merantau Agar Selamat Sentosa

Pepatah Minang tentang merantau
Source : Mojok.co

Selain ingin menggapai tujuan, kita juga pasti mengharapkan keselamatan setiap saat ketika berada di perantauan. Hal ini juga banyak tertuang dalam Pepatah Minang Tentang semangat di rantau, berikut beberapa diantaranya :

“Tiado Rotan akapun Jadi, Tiado Kayu Janjang dikapiang.”

Maknanya :

Di perantauan, kita dituntut untuk selalu bisa mengatur waktu dan memanfaatkan segala peluang yang ada di depan mata. Jika sebuah peluang yang kita jalankan gagal, jangan langsung menyerah, gali peluang yang lain.


“Takuruang nak dilua, tahimpik tak diateh.”

Maknanya :

Kehidupan tentunya lebih keras di perantauan daripada di kampung halaman sendiri. Untuk itu, jadilah orang yang cerdik dan pandai dalam berbagai hal. Jangan mudah mengalah dan menyerah terhadap segala hal.


“Elok-elok manyubarang, Jan sampai pandayuang patah, Elok-elok di rantau urang, Jan sampai babuek salah.”

Maknanya :

Ketika berada di rantau, jagalah diri dan posisi ketika melakukan aktifitas apapun, dan berharap dengan orang manapun. Jangan suka membuat orang perasaan tersinggung dengan sikap maupun tingkah laku.


Bajalan Paliharo kaki, Bakato Paliharo Lidah.”

Maknanya :

Arti peribahasa Minang tentang merantau di atas adalah “Berjalan pelihara kaki, berkata pelihara lidah.”. Pepatah ini di atas tidak ditujukan untuk para perantau saja, tapi buat semuanya dimanapun berada, untuk senantiasa menjaga lisan ketika berbicara, dan melangkahkan kaki.


Jikokburuakmuko, Jan camin nan dibalah.”

Maknanya :

Ketika ada suatu masalah Malanda kamu saat berada di rantau, jangan terburu-buru menunjuk siapa yang salah. Analisa dan teliti lebih jauh lagi. Karena jika sembarangan menuduh, bisa-bisa kamu yang akhirnya kena dampak buruknya.


“Jan Jadi Batuang Indak Bamiang, Jan Jadi Bungo Indak Baduri.”

Maknanya :

Ketika berada di rantau, terlebih bagi yang lagi menuntut ilmu yang tentunya sedang lajang, jangan terlalu gampang terhanyut oleh gemerlap dunia. Jangan menjadi pria atau wanita yang tidak memiliki rasa malu.

Pepatah Bahasa Minang Untuk Pejuang Cita-Cita

Salah satu bukti bahwa orang Minang itu suka merantau adalah, kamu akan bisa menemukan mereka di mana saja di Indonesia ini, dengan profesi yang berbeda-beda pula. Berikut, beberapa Pepatah Minang tentang Merantau :

“Bariak tando tak dalam, bakucak tando tak panuah.”

Maknanya :

Jangan menjadi orang yang kesannya seakan-akan paling pandai, pintar dan tahu segalanya, karena di atas langit masih ada langit. Berlagaklah seperlunya tanpa mengedepankan kesombongan diri sendiri, apalagi bila isinya memang kosong melompong.


“Biopari kato ibarat, bijaksano taratik sopan, pacik pitaruah buhua arek, itu nan ijan dilupokan.”

Maknanya :

Di perantauan, selalu ingat dan jalankan segala nasehat dan suruhan orangtua di kampung, jangan pernah ingkari. Sesungguhnya nasehat dan pituah mereka akan jadi petunjuk dalam perjalanan hidup kita, dimanapun berada.


“Bak caro tontoang diladang, umpamo pahek ditokok juo barunyo makan, urang-urang ditanggah sawah digoyang dulu baru manggariek.”

Maknanya :

Ketika kita bekerja di suatu perusahaan di luar tempat tinggal, jangan menjadi bawahan yang harus disuruh dulu baru bekerja. Jadilah pribadi yang memiliki inisiatif dan ide-ide cerdas. Selain bermanfaat bagi perusahaan, juga bagi diri kita sendiri.


“Bak baruak dipataruahkan, bak cando kakuang dipapikekkan.”

Maknanya :

Jadilah orang yang gigih dan giat berusaha. Jangan menjadi orang yang pemalas, pemurung dan hanya menunggu uluran tangan orang lain saja. Kita punya kelengkapan fisik, manfaatkan sebaik dan semaksimal mungkin.


“Babana ka ampu kaki, ba utak ka pangka langan.”

Maknanya :

Di perantauan, jadilah orang yang penyabar dan bisa mengontrol emosi dengan baik. Jangan mudah marah apalagi hanya karena hal-hal sepele. Berdamailah dengan apapun di luar sana, selagi tidak menyinggung harga diri kamu.

Baca Juga : Pepatah Minang Tentang Pernikahan

Pituah Minangkabau Untuk Orang Yang Merantau

Pituah Minangkabau Untuk Orang Yang Merantau
Source : Kompasiana.com

Nah, berikut ini adalah beberapa pepatah bahasa Minang tentang merantau yang ditujukan untuk kamu semua yang sedang merantau dan berjuang untuk masa depan. Semoga bisa dijadikan pedoman dan penerang dalam perjalanan :

“Cadiak jan bambuang kawan, gapuak nan usah mambuang lamak, tukang nan tidak mambuang kayu.”

Maknanya :

Di perantauan ataupun tidak, ketika kita akan menyelesaikan masalah yang berat, ada baiknya meminta pertolongan atau melibatkan orang lain didalamnya. Jangan terlalu percaya diri meskipun kita memang cerdas.

Cadiak malam biguang siang, gilo maukia kayu tagak.

Maknanya :

Lelah dalam bekerja adalah hal yang wajar, namun jangan sampai berputus asa. Tetap semangat mengejar cita-cita di negeri orang, dan buktikan bahwa kamu bisa menggapainya dan menjadi orang sukses.


“Dek rajin pandai nan datang, dek malu buruak tasuo, hari pagi mananti patang, insyaflah diri dengan tubuah.”

Maknanya :

Dimanapun kita berada, selalu ingat bahwa maut selalu mengintai dan tidak mencabut nyawa seseorang di waktu yang kita kehendaki. Untuk itu, selalu menebar kebaikan dan mengerjakan perintah Allah m SWT.


Dibukak buhua deta datuak, disamek kain saluak timbo. Kok gapuak lamak tak dibuang, dek pandai alam santoso.

Maknanya :

Ketika berada di rantau orang, jadilah pribadi yang mudah bergaul, murah senyum dan mampu beradaptasi dengan segala keadaan. Ciptakan hubungan harmonis dan luaskan pergaulan.


Gadang ombak caliak kapasianyo, gadang kayu caliak kapangkanyo.

Maknanya :

Ciptakan lingkup pergaulan yang benar-benar berkualitas. Menilai seseorang jangan dari tampilan fisik, jabatan dan gelar saja, tapi yang paling utama adalah dari sifat dan Budi pekerti nya.

Baca Juga : Pepatah Minang Tentang Agama


Demikianlah, ulasan kali ini mengenai beberapa Pepatah Minang tentang Merantau untuk kamu semua, semoga bisa bermanfaat. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *