35+ Pepatah Minang Tentang Kehidupan Yang Mulai Dilupakan

· 6 min read
Pepatah Minang tentang kehidupan

Kumpulan Pepatah Minang Tentang Kehidupan dan artinya di bawah ini, saya dedikasikan untuk seluruh pembaca. Semoga bisa bermanfaat dan memberi dampak positif dalam menjalani hari-hari.

Masyarakat asli Sumatera Barat sejak dulu kala memang terkenal dengan koleksi Pepatah Petitih Minang tentang kehidupan dan memiliki makna yang mendalam. Ini sudah dimulai sejak zaman nenek moyang di tanah Minangkabau.

Setiap nasehat-nasehat yang terucap selalu mengajak kita untuk senantiasa menjalani hidup dengan sebaik mungkin, menjadi manusia bermanfaat dan selalu berupaya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Di tanah Sumbar, berbagai Pepatah Minangkabau Tentang Kehidupan ini akan sangat sering terdengar, terutama ketika upacara-upacara adat, dan dipersembahkan oleh para Ninik mamak dalam Bahasa Minang, yakni para penghulu dan pemuka adat.

Namun yang jadi pengganjal adalah, jika yang mendengar tidak mengerti bahasa Minang, maka faedahnya tidak akan ada. Tapi tenang, di artikel ini, semua Pituah Minang tentang menjalani hidup akan saya sertakan dengan terjemahannya.

Pepatah Minang Tentang Kehidupan Yang Baik

Pepatah Minang tentang kehidupan dan artinya
Source : Pelajarindo.com

Menjalani kehidupan yang dikelilingi hal-hal positif akan memberi dampak yang positif pula terhadap diri sendiri, baik dari segi pergaulan hingga lingkungan sosial kita.

Selain itu, orang-orang di sekeliling juga akan memandang kita sebagai pribadi yang ramah dan ceria. Berikut, beberapa Pepatah Minang tentang kehidupan beserta maknanya :

“Adat biaso kito pakai, limbago nan samo dituang, nan elok samo dipakai nan buruak samo dibuang.”

Maknanya :

Peribahasa di atas menjelaskan kepada kita untuk senantiasa memelihara sikap perilaku yang baik kepada diri sendiri, maupun sesama. Dan juga, mengupayakan untuk membuang kebiasaan-kebiasaan yang buruk.


“Alat baulah jo bapatuik makanan banang siku-siku, kato nan bana tak baturuik ingiran bathin nan baliku.”

Maknanya :

Salah satu ciri-ciri rusaknya mental seseorang adalah, dia enggan ketika ada orang yang mengajaknya tentang kebaikan. Seakan-akan hati dan pikirannya telah diracuni oleh keburukan-keburukan.


“Alah bauriah bak sipasin, kok bakiek alah bajajak, habih tahun baganti musim sandi Adat jangan dianjak.”

Maknanya :

Dalam budaya Minangkabau, adat-istiadat yang berlaku selalu dijadikan sebagai pegangan dan pedoman dalam menjalani hidup. Meskipun musim dan tahun terus berganti, adat yang berlaku harus selalu dijaga.


“Anak-anak kato manggaduah, sabab manuruik sakandak hati, kabuki tarang hujanlah taduah, nan hilang patuik dicari.”

Maknanya :

Hidup memang takkan luput dari masalah, dia selalu datang silih berganti. Meskipun begitu, kesedihan tidak boleh berlarut-larut yang akhirnya menghalang kebahagiaan yang akan datang. Ayo bangkit, jemput kesejahteraan hidupmu.


“Bungkuak saruweh tak takadang sangik hiduang tagang kaluan.”

Maknanya :

Pepatah Minang Tentang Kehidupan di atas menjelaskan kepada kita semua bahwa, akan ada orang yang tidak mau mendengarkan dan menerima pendapat orang lain, meskipun dia sendiri ada di posisi yang salah, dan orang tersebut benar.


“Anak nalayan mambaok cangkua, mananam ubi di tanah darek. Baban sakoyan dapek dipikua, budi saketek taraso darek.”

Maknanya :

Peribahasa di atas menjelaskan kepada kita bahwa, betapa pentingnya Budi yang baik. Meskipun kita bisa menyelesaikan masalah yang sangat berat sekalipun, namun jika Budi pekerti tidak menyertai, sama saja bohong.


“Anjalai tumbuah dimunggu, sugi sugi dirumpun padi. supayo pandai rajin baguru, supayo tinggi naikan budi.”

Maknanya :

Guru adalah sosok yang memberi kita ilmu dan pengetahuan hingga dewasa. Namun, dengan ilmu saja tidak bisa serta-merta menaikkan derajat kita, karena juga dibutuhkan budi pekerti yang baik.


“Alu tataruang patah tigo, samuik tapijak indak mati.”

Maknanya :

Jadilah orang yang memiliki sikap tegas dan sifat yang bijaksana, mampu menangani berbagai masalah pribadi dan persoalan sosial dengan melakukan musyawarah yang baik, saling memberi saran dan menemukan jalan keluar.


“Anjalai pamago koto, tumbuah sarumpun jo ligundi, kalau pandai bakato kato, umpamo santan jo tangguli.”

Maknanya :

Kata bijak Minang di atas mengajak kita untuk berpandai-pandai dalam berucap dan bertutur kata. Karena jika kalimat yang diucapkan enak didengar dan mudah dimengerti, maka orang juga akan senang menyimaknya.


“Adat dipakai baru, jikok kain dipakai using.”

Maknanya :

Pepatah Minang tentang Kehidupan di atas menjelaskan bahwa, jadikanlah adat Minangkabau sebagai dasar nilai dan norma dalam kehidupan, amalkan dan jangan pernah lupakan supaya keberadaannya tetap terjaga.

Baca Juga : Pepatah Minang Tentang Agama

Pepatah Minang Tentang Kehidupan Bersosial

Selaku makhluk sosial, kita harus mengakui bahwa kita tidak bisa hidup tanpa adanya bantuan dan peran orang lain. Untuk itu, berbuat baik dan berlaku positif kepada sesama adalah hal yang harus dilakukan.

Berikut adalah beberapa Pituah Minangkabau tentang kehidupan bersosial dan artinya, yang bisa kamu jadikan nasehat diri sendiri dalam bermasyarakat :

“Alah limau dek mindalu, hilang pusako dek pancarian.”

Maknanya :

Peribahasa di atas mengajak kita untuk senantiasa mempertahankan adat dan budaya nenek moyang yang selama ini hidup di sekitar kita, jangan membiarkan budaya asing masuk dengan membabi buta.


“Adaik rang mudo manangguang rindu, adaik tuo manahan ragam.”

Maknanya :

Adalah wajar jika para pemuda-pemudi memiliki sosok idaman mereka masing-masing. Begitu pula dengan orang yang sudah tua, menahan diri akan hal tersebut karena kesadaran akan usia dan status.


“Batolan mangko bajalan, mufakat mangko bakato.”

Maknanya :

Dalam hidup bermasyarakat, jangan keseringan mengasingkan diri dari kehidupan sosial dan keramaian. Jangan pula suka memutuskan suatu perkara sendiri. Lebih baik lakukan mufakat dalam memecahkan masalah pribadi yang besar.


“Bapuntuang suluah sia, baka uoeh racun sayak batabuang, paluak pangku Adat nan kaka kalanggik tuah malangguang.”

Maknanya :

Meskipun terkesan kuno dan sudah berumur tua, jika masyarakat mampu mengamalkan dan menerapkan nilai-nilai budaya leluhur dalam kehidupan sehari-hari, maka masyarakat terebut akan lebih maju dibanding yang lainnya.


“Bagai kabau jalang kareh hiduang, parunnyuik pambulang tali, tak tanu dima kandangnyo.”

Maknanya :

Pepatah Minang tentang kehidupan di atas yakni, Jangan menjadi orang yang keras kepala dan tidak mau menerima pendapat atau masukan orang lain, apalagi jika kita sendiri tidak tahu dan faham tentang apa yang sedang diperbincangkan ketika bermusyawarah.

Baca Juga : Pepatah Minang tentang Merantau


“Alun rabah lah ka ujuang, Alun pai lah babaliak, Alun di bali lah bajua, Alun dimakan lah taraso.”

Maknanya :

Sebagai manusia berjiwa muda, kita harus memiliki visi dan misi untuk masa depan dalam kehidupan. Memikirkan hari tua yang dimulai sejak dini akan membuat kita lebih semangat dalam mengejar cita-cita.


Nana kuriak iyolah kundi, Nan merah iyolah sago, Nan baiak iyolah budi, Nan indah iyolah baso.”

Maknanya :

Jadilah orang yang mampu menjaga lisan dan tutur kata, jangan suka ceplas-ceplos tidak menentu. Karena banyak percekcokan yang terjadi hanya karena tersinggung oleh perkataan orang lain.


“Lamak dek awak, katuju di urang.”

Maknanya :

Pepatah Minang yang terkenal ini memiliki arti bahwa, jadilah orang yang disenangi oleh orang lain, suka membantu sesama tanpa mengorbankan diri sendiri. Harusnya orang terbantu, kita juga merasakan manfaatnya.


Tatungkuik samo makan tanah, tatilantang samo minum aia.

Maknanya :

Dalam pergaulan, jadilah orang yang setia kawan, tidak suka membicarakan kawan sendiri di belakangnya, jadilah sahabat yang mampu diandalkan, saling memikul dan mendukung satu sama lain.


Maukua samo panjang, mambilai samo laweh.”

Maknanya :

Siapapun kita, baik pejabat maupun orang biasa, jadilah sosok yang mampu berlaku adil dan tidak pandang bulu. Begitu pula dalam pergaulan sehari-hari, harus mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya.

Baca Juga : Pepatah Minang Tentang Bermusyawarah

Pepatah Minang Tentang Menjalani Hidup

Petuah dan petitih Minangkabau tentang hidup
Source : Pelajarindo.com

Orang-orang Minang terdahulu lebih sering memberikan nasihat melalui ungkapan-ungkapan yang penuh akan makna. Bahkan, tidak jarang pula cukup sulit untuk diartikan dan diambil maknanya.

Nah, berikut ini adalah beberapa Pepatah Minang tentang kehidupan yang sudah saya jelaskan maknanya, agar semua pembaca bisa memetik pelajaran dan nasehat darinya :

“Nan buto pahambuih saluang, Nan pakak palapeh badia, Nan patah pangajuik ayam, Nan lumpuah paunyi rumah Yang, Nan binguang kadisuruah-suruah.”

Maknanya :

Pepatah di atas menjelaskan bahwa tidak ada ciptaan satupun ciptaan Allah yang sia-sia, semua punya manfaat dan tujuan. Meskipun kita memiliki kecacatan fisik, namun Allah menganugerahi kemampuan lain.


Maminteh sabalun anyuik, Malantai sabalun lapuak, Ingek-ingek sabalun kanai.”

Maknanya :

Pribahasa bahasa Minang di atas menjelaskan kepada kita untuk selalu waspada dan penuh kehatian-hatian terhadap segala hal, mulai dari tindakan diri sendiri maupun orang lain, baik yang datang dari alam hingga organisme lain.


Ka mudiak sa antak galah, ka hilia sarangkuah dayuang, asuai lahie jo bathin, sasuai muluik jo hati.”

Maknanya :

Selain mampu menjalin silaturahmi dengan sesama, kita juga dianjurkan untuk berkolaborasi atau bekerjasama, baik dari segi membangun bisnis, memajukan daerah hingga memecahkan masalah sosial.


Ingek di rantiang ka mancucuak, Tahu didahan ka maimpok.”

Maknanya :

Jadilah orang yang memiliki sifat Arif dan bijaksana, terutama dalam tindakan dan bertutur kata. Kita harus mampu mengukur kapasitas diri dan menempatkan diri pada posisi yang sepatutnya.


Duduak Marauik Ranjau Tagak Maninjau Jarak.”

Maknanya :

Pepatah Minang Tentang Kehidupan di atas menjelaskan bahwa jadilah orang yang rajin dalam banyak hal, mampu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya tanpa rela membuangnya. Selain itu, lakukan segala kewajiban dengan ikhlas.


“Tangan mamancang, bahu mamikua.”

Maknanya :

Segala apa yang kita lakukan haruslah dipertanggungjawabkan kedepannya. Bukan hanya tindakan, tetapi juga ucapan ketika kita berbicara. Lakukan pekerjaan dengan tulus dan jangan biasakan berbohong.


“Sasa Dahulu Pandapatan, Sasa Kudian Indak Baguno.”

Maknanya :

Dalam setiap hal yang hendak kita lakukan, pikirkan lagi sematang-matangnya agar tercapai tujuan dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya. Karena bukan hanya kita yang kena dampak, tapi bisa juga orang lain.


“Satitiak Jadikan Lauik, Sakapa Jadikan Gunuang.”

Maknanya :

Setiap ilmu, pelajaran adat dan budaya serta nilai dan juga norma-norma yang kita dalami, harus diamalkan sebaik mungkin, meskipun hanya kecil dan sederhana. Karena dengan begitu, kita sudah turut andil dalam melestarikannya.


“Dima bumi dipijak, disinan langik dinunjuang.”

Maknanya :

Pribahasa Minang tentang hidup yang sangat terkenal ini mengajak kita untuk senantiasa menyesuaikan diri, dan menghormati segala adat dan budaya dimana kita tinggal.


“Walau kaie nan dibantuak, ikan dilauik nan dihadang.”

Maknanya :

Dalam bekerja, terapkanlah visi dan misi kita kedepannya. Selain itu, selalu persiapkan diri atas segala bentuk bahaya dan masalah yang mungkin terjadi tanpa dikira-kira sebelumnya.

Baca Juga : Pepatah Minang Tentang Pernikahan

Petitih Minang Sebagai Pegangan Hidup

Selain agama yang menjadi pedoman kehidupan seseorang, nasehat yang bermanfaat juga bisa dipakai sebagai tolok ukur dalam perjalanan kehidupan. Nah, salah satunya adalah beberapa Pepatah Minang Tentang Kehidupan di bawah ini :

“Baraja ka nan manang, mancontoh ka nan sudah.”

Maknanya :

Pepatah di atas mengajak kita untuk jangan pernah malu bertanya ketika kita hendak melakukan sesuatu, terhadap orang yang sudah berpengalaman soal hal tersebut. Dan juga, jadikan pelajaran dari kegagalan kita dan orang lain.


“Tiado rotan aka pun jadi, tiado kayu janjang dikapiang.”

Maknanya :

Sebagai generasi penerus, pandai-pandailah dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada. Selain itu, jadilah orang yang mampu mempergunakan segala kepunyaan terhadap hal-hal yang bermanfaat.


“Takuruang nan dilua, taimpik nak diateh.”

Maknanya :

Jangan menjadi orang yang selalu membuat onar dan kesusahan. Jangan pula menjadi insan yang kerap menciptakan keresahan ditengah-tengah masyarakat. Jadilah bermanfaat dan disenangi banyak orang.


“Katiko ado ditahan, lah ndak ado baru dimakan.”

Maknanya :

Pepatah bahasa Minang di atas menjelaskan bahwa kita harus bisa memanejemeni keuangan dengan sebaik mungkin. Gunakan uang untuk kebutuhan terlebih dahulu, bukan keinginan.


“Alam takambang jadi guru”.

Maknanya :

Meski terdengar sederhana, namun salah satu pituah Minang di atas memiliki makna yang dalam, yakni kita harus mampu menjadikan pelajaran dan mengambil hikmah atas segala hal yang terjadi di bumi.

Baca juga : Kamus Bahasa Minang Terlengkap


Demikianlah, ulasan kali ini mengenai Kumpulan Pepatah Minang Tentang Kehidupan dan artinya untuk kamu semua. Semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *