15+ Pepatah Minang Tentang Agama dan Cara Meneladaninya

· 3 min read
Pepatah Minang tentang agama

Pada artikel ini, telah saya rangkum beberapa Pepatah Minang Tentang Agama dan artinya untuk pembaca semua. Semoga bisa memberi manfaat dan berguna bagi kehidupan kita semua.

Sumatera Barat adalah salah satu provinsi dengan jumlah masyarakat beragama Islam terbesar di Indonesia, sehingga tidak heran kenapa banyak sekali pituah atau Petitih Minangkabau tentang agama di sini.

Selain itu, masyarakat Ranah Minang juga terkenal dengan keahlian mereka dalam membuat pantun-pantun nasehat tentang agama, kehidupan bermasyarakat, musyawarah, kepemimpinan dan lain-lain.

Beberapa Pepatah Bahasa Minang Tentang Agama di bawah ini saya jelaskan maknanya, beserta pelajaran apa yang bisa kita ambil. Jelaskan simulator sampai selesai, dan semoga bermanfaat.

Pepatah Minang Tentang Agama Islam

Islam merupakan salah satu agama terbesar yang ada di Indonesia, termasuk Sumatera Barat. Agama menjadi kepercayaan, pedoman dan landasan kehidupan bagi setiap orang.

Banyak sekali nasihat-nasihat tentang agama yang begitu populer dan fenomenal, dan diciptakan oleh para pendahulu kita. Beberapa Pepatah Minang tentang agama di bawah ini adalah berbentuk Pantun dan umum :

“Adaik ba ulua jo bapatuik, makanan banang siku-siku, kato bana indak baturuik, engeran bathin nan baliku.”

Artinya :

Jangan pernah menjauhkan diri dari kebenaran. Siapa yang melakukannya, ini menandakan dirinya jauh dari keimanan, dan ketakwaannya sangat tipis.


“Ayam bakukuak paja manyinsiang, tabuah babunyi azanpun riuah, jagolah lalok mari sumbayang, manyambah ALLAH diwaktu subuah.”

Artinya :

Kapanpun dan dimanapun kita berada, tunaikan kewajiban kita sebagai umat islam, salah satunya adalah sholat 5 waktu. Kerjakan dengan tulus, taat dan penuh keikhlasan.


“Buang siriah buang bidak, buang puluik buang tingkalang, kato nan bana dipatidak sandi iman nan nyato kurang.”

Artinya :

Jangan pernah menjadi orang yang suka bersuara dan membalikkan kebenaran. Jadilah jujur meskipun terkadang dia sangat pahit. Karena di mata Allah, itu jauh lebih baik.


“Biasokan anak-anak jo sumbayang, aja batauhid sarato iman, santoso dunia jo akhiraik sanang, lapeh utang ibu jo bapak bajalan.”

Artinya :

Jadilah orangtua yang mampu membimbing anak-anak untuk menjadi Sholeh dan Sholehah, patuh terhadap perintah Allah dan senantiasa menjauhi larangan-Nya. Ajarkan mereka tauhid dan asah keimanan sejak dini.


“Dek rajin pandai nan datang, dek maleh buruak tasuo, hari pagi mananti patang, insaflah diri jo tubuah.”

Artinya :

Sebagai umat Islam, pepatah Minang tentang Agama di atas mengajak kita untuk senantiasa mengingat mati, karena kehadirannya tidak ada yang tahu. Untuk itu, mari senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca Juga : Pepatah Minang Sindiran

Pepatah Minang Tentang Agama dan Kewajiban

Pituah Minangkabau tentang agama
Source : Infosumbar.net

Sebagai pemeluk agama Rahmatan Lil Alamin, kita haruslah menjadi umat yang taat dan senantiasa mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, dan juga menjauhi segala larangan-larangan-Nya.

Jika kewajiban kita tunaikan dengan baik dan secara taat, maka Allah akan membalasnya dengan imbalan yang jauh lebih besar. Berikut, beberapa Pepatah Minang Tentang Agama dan kewajiban kita sebagai hamba-Nya :

“Dirikan shalat taruih manaruih, jikok sakik ado aturan, iduik baulemu baama tuluih, sumbayang subuah jadi didikan.”

Artinya :

Jangan pernah melalaikan shalat 5 waktu karena alasan yang sepele. Bahkan ketika kita sakit sekalipun, Allah memberikan keringanan dengan menerapkan aturan tertentu. Intinya, shalat harus selalu dikerjakan.


“Anak urang kampuang ilalang, nak lalu ka kampuang baso, Malu jo sopan kalau ilang, Abihlah raso jo pareso.”

Artinya :

Jagalah kesopanan dan rasa malu dalam situasi apapun, karena termasuk ke dalam sifat terpuji yang disenangi dan disukai Allah, juga manusia.


“Lamo hiduik banyak di raso, jauah bajalan banyak di liek, Jiko iman kurang di dado, disiko umat mangko ka sasek.”

Artinya :

Pepatah di atas menjelaskan kepada kita akibat bila iman dan takwa di hati menjadi hilang. Inilah yang menyebabkan seseorang akhirnya sesat dalam memilih jalan hidupnya.


“Jikok bakato indak manyingguang, Kok bapambari jo randah hati, Jadi panutan dek urang kampuang, Sumarak urang sa nagari.”

Artinya :

Pribahasa Minang di atas menjelaskan bahwa, jika seseorang memiliki ilmu agama yang tinggi, maka tutur katanya akan sopan, mampu menjaga santun dan selalu rendah hati. Sehingga menjadi panutan bagi banyak orang.


“Indak mangecek ba hati kusuik, Muko nan janiah di nampakkan, Walau harimau di dalam paruik, Kambiang juo nan di kaluakan.”

Artinya :

Di atas tertulis “walau harimau di dalam perut, kambing juga yang dikeluarkan.”. Artinya, meskipun hati sedang marah, berusahalah untuk selalu tenang. Karena Allah menyukai hamba-Nya yang mampu menahan amarah.

Baca juga : Pepatah Minang Tentang Kehidupan

Petitih Minang Tentang Iman dan Taqwa

Allah SWT telah menjanjikan surga yang penuh dengan kenikmatan, bagi hamba-hamba-Nya yang senantiasa taat beribadah, beramal Sholeh dan berbuat kebaikan semasa hidupnya.

Tentunya, kita juga pasti ingin mendapatkan kenikmatan yang telah dijanjikan tersebut. Namun terkadang, kita butuh nasehat dan motivasi. Nah, berikut adalah Pepatah Minang tentang Agama sebagai pendorong niatmu :

“Aka hilang paham tatumbuak, Basarah diri pado Tuhan.”

Artinya :

Dalam hidup, masalah akan selalu datang silih berganti, ada yang kecil namun ada pula yang besar. Jika masalah yang dihadapi dirasa sangat berat, maka berserah diri dan bertawakkal kepada Allah adalah jalan keluarnya.


“Baranang ka hulu aia, Jan lupo jo rantiang lapuak, Alah sanang hiduik di dunia, Kana juo ka mati isuak.”

Artinya :

Seringkali ketika seseorang sudah merasakan kenikmatan dunia, harta berlimpah, pangkat yang tinggi dan sebagainya, mereka lupa bahwa ada kehidupan yang lebih kekal setelahnya. Untuk itu, selalu bekali diri dengan amal Sholeh dan perbanyak mengingat kematian.


“Indak dapek sarimpang padi, Batuang dibalah kaparaku, Indak dapek bak kandak hati, Kandak ALLAH nan balaku.”

Artinya :

Sebagai manusia, kita tidak akan mampu mewujudkan apa yang selalu diinginkan, terkadang Tuhan punya rencana yang lebih baik. Untuk itu, terima semua pemberian-Nya dengan lapang dada dan selalu percaya akan kekuasaan-Nya.


“Adaik basandi Syara’, Syara’ basandi kitabullah.”

Artinya :

Segala hal yang menjadi patokan adat di Minangkabau, berlandaskan agama, serta agama berlandaskan pada kitab Allah yakni Al-Qur’an. Untuk itu, selalu lestarikan ajaran adat agar hidup selamat dunia akhirat.


“Di nan dalam tak bagalombang, Di nan dangka nyo tak bariak, Di sakik hiduik indak tagamang, Ka nan kuaso inyo mamintak.”

Artinya :

Senantiasa lah meminta segala pertolongan hanya kepada Allah SWT, jangan pernah menyekutukan-Nya dengan melakukan hal-hal yang Musyrik, karena itu sangat dibenci oleh Allah. Bersabarlah, karena Dia pasti mendengar do’a hamba-Nya yang sabar.

Baca juga : Kamus Bahasa Minangkabau Paling Lengkap


Beberapa pantun Nasehat Minang tentang agama di atas di dapat dari berbagai sumber. Namun soal arti dan maknanya, tidak perlu khawatir, insya Allah semuanya benar.

Demikianlah, ulasan singkat kali ini mengenai kumpulan Pepatah Minang Tentang Agama dan cara penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dari semua pepatah di atas. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *