20+ Kata & Pepatah Minang Sindiran Halus tapi Ngena

· 4 min read
Pepatah Minang sindiran

Selain pribahasa berupa nasehat, ternyata ada juga beberapa Pepatah Minang Sindiran yang banyak beredar di masyarakat Sumatera Barat. Mau tau? Simak ulasan ini sampai selesai.

Pepatah petitih Bahasa Minang ini sejatinya bukan semata-mata untuk menyindir dalam konteks kebencian, melainkan sebagai bentuk penyadaran bagi seseorang, agar bisa mengintropeksi diri.

Umumnya, pepatah Minang untuk Menyindir Teman atau orang tertentu ini ditujukan kepada kalangan yang sedang atau telah melakukan suatu hal yang tidak sesuai dengan nilai, dan norma yang berlaku.

Baiklah, langsung saja simak ulasan di bawah ini mengenai beberapa pepatah Minang Sindiran dan artinya yang harus kamu pahami, agat tidak salah kaprah kedepannya. Check this out.

Pepatah Minang Sindiran Untuk Teman

Dalam pergaulan, biasanya akan ada orang-orang tertentu yang secara sengaja melakukan hal yang tidak disenangi atau bersifat melanggar, baik bagi kita maupun lingkungan.

Jika memang dirasa sudah tidak bisa ditegur, kamu bisa menyindirnya dengan cara halus, yakni melalui beberapa Pepatah Minangkabau Sindiran kepada teman di bawah ini :

“Kok Cadiak Waang, Ambo indak Batanyo. Kok Kayo Waang, Ambo indak Mintak.”

Artinya :

Pepatah di atas ditujukan seseorang kepada orang lain yang memiliki sifat sombong karena ilmu, dan sombong karena hartanya. Orang seperti ini biasanya membanggakan apa yang ia punya, dengan cara merendahkan orang lain.


“Indak Pandai Manari, Kecek an Lantai nan Bagoyang.”

Artinya :

Orang yang selalu mencari-cari alasan ketika dia berbuat salah. Parahnya lagi, dia akan selalu menumpukan segala kesalahan dengan alasan yang tidak masuk akal. Tujuannya agar bukan dia yang disalahkan, padahal orang-orang sudah tahu kebenarannya.


“Kalah jadi arang, manang jari abu.”

Artinya :

Pertengkaran dengan siapapun, apalagi dengan teman, tidak akan ada gunanya. Yang kalah maupun yang menang sama-sama tidak mendapat keuntungan, malah kerugian karena persahabatan menjadi rusak.


“Buruak muko camin dibalah.”

Artinya :

Orang yang tidak mau mengakui kesalahannya. Dia selalu merasa benar padahal sudah jelas-jelas salah. Orang yang seperti ini biasanya tidak mau mengintrospeksi diri sendiri dan lebih memilih mempertahankan keegoisannya.


“Takuruang handak di Lua, Tahimpik handak di Ateh.”

Artinya :

Kata kata sindiran bahasa Minang di atas maknanya, yakni orang yang hanya mau enaknya saja, tanpa mau berinisiatif berkorban atau dengan suka rela melakukan sesuatu untuk kepentingan bersama.

Pepatah Minang Sindiran Untuk Pemimpin

Kata sindiran bahasa Minang
Source : Rosediana.net

Tidak sedikit para pemimpin di tanah air kita ini yang hanya semata-mata mengejar materi dan pangkat saja, kemudian menyepelekan tugas utama mereka sebagai pengayom masyarakat.

Hal seperti ini sudah lumrah kita temukan, seperti tindakan korupsi, penyuapan dan sebagainya. Berikut, beberapa Pepatah Minang Sindiran bagi pemimpin :

“Pandai Maagak Maagiahkan, Pandai Baliku Dinan Tarang, Dibaliak Mangko Dibalah, Pandai Balinduang Dinan Paneh.”

Artinya :

Pepatah di atas mengartikan betapa pentingnya rasa tenggang rasa dan lapang dada oleh pemimpin terhadap bawahannya. Sayangnya, zaman sekarang cukup susah mencari pemimpin yang memiliki watak seperti ini.


“Alah Batuka Baruak jo Cigak.”

Artinya :

Kata-kata Pepatah Sindiran bahasa Minang di atas artinya, ketika kepemimpinan berganti, namun secara keseluruhan masih sama dengan sebelumnya (sama-sama tidak memuaskan), jadinya tidak ada bedanya.


“Cando mambali kuciang dalam karuang.”

Artinya :

Diperuntukkan bagi pemimpin yang memiliki segudang janji manis di masa kampanye, tetapi ketika sudah terpilih, semua janji hanya omong kosong tanpa bukti. Sehingga yang memilih merasa tertipu, dan keluarlah kalimat di atas.


“Dalam duo tangah tigo.”

Artinya :

Seorang pemimpin yang setiap perbuatannya tidak jujur, sering berdusta dan tidak dapat dipercaya. Dalam dua, tengah tiga. Begitulah gambarannya. Dikata “2”, ternyata “2.5”.


“Muncuang disuok jo pisang, ikua dikaik jo duri.”

Artinya :

Yaitu seorang pemimpin yang perkataannya selalu manis, dan janjinya terdengar begitu meyakinkan. Namun setelah terpilih, niatnya berubah jadi jahat. Semoga kita tidak memiliki pemimpin seperti ini. Hati-hatilah dalam memilih.

Baca Juga : Pantun Minang Sindiran Pedas

Pituah Minangkabau Menyindir Sesuatu

Meskipun kesannya menyindir itu tidak baik, namun bagi hal-hal tertentu menjadi perlu. Karena ada sebagian yang tidak menerima jika dinasehati, sehingga perlu untuk disindir keras agar mereka “merasa”.

Namun, jangan pula sembarangan menyindir sesuatu, pikirkan juga alasan dan akibat kedepannya. Berikut, beberapa Pepatah Minang sindiran buat suatu kaum atau kelompok :

“Baumpamo batuang tak bamiyang, bak bungo tak baduri.”

Artinya :

Dalam hidup, kita harus bisa menjaga malu, baik diri sendiri maupun orang-orang terdekat. Jangan mengumbar aib dan keburukan kita maupun orang lain dengan mudahnya, karena akan mendapatkan respon negatif dari orang-orang.


“Cadiak malam biguang siang, gilo maukia kayu tagak.”

Artinya :

Pepatah di atas ditujukan kepada seseorang yang terlampau tinggi angan-angannya, terlalu kelewatan khayalannya, namun tidak mau berusaha sedikitpun. Sehingga, yang tertinggal hanyalah khayalan dan angan belaka.


Dibaok ribuik dibaok angin, dibaok pikek dibaok langgau, muluik jo hati kok balain pantangan Adat Minangkabau.

Artinya :

Ditujukan kepada orang yang suka berbohong, baik ketika berbicara hingga berbuat sesuatu. Hal ini sangat dilarang dalam budaya Minangkabau. Orang seperti ini seringkali berdusta, lai di mulut lain pula di hatinya.


“Elok baso tak katuju, baik baso tak manantu.”

Artinya :

Sebenarnya, arti pepatah di atas adalah untuk orang yang sangat suka menghambur-hamburkan uang dalam pergaulan, tidak punya perhitungan sedikitpun. Hal ini sejatinya tidak salah dan terkesan baik, namun tetap saja kurang pas karena jadinya terkesan boros berlebihan.


“Elok bak karabang talua itiak, eloknyo tabuang juo, indak babaliak naik lai.”

Artinya :

Ditujukan kepada seseorang yang memiliki kepintaran di atas rata-rata temannya dalam pergaulan, namun lebih sering menggunakannya untuk hal-hal yang tidak baik, mementingkan diri sendiri, bukan kepentingan orang banyak.

Baca Juga : Pepatah Minang Tentang Pemimpin

Kata-Kata Sindiran Bahasa Minang

Pepatah Minangkabau sindiran
Source : Paragram.id

Yang terakhir ini adalah beberapa kalimat sindiran menggunakan bahasa Minang. Kata-kata ini mungkin lebih sering terdengar terutama di kalangan anak muda. Berikut, beberapa contoh Pepatah Minang Sindiran ini :

“Jan ongeh na gaya lai, kumayan saribu ciek nyo.”

Artinya :

“Gak usah gaya terlampau sok, kemenyan harganya cuman seribu.”

Kata-kata di atas biasanya ditujukan kepada wanita-wanita yang terkesan sombong dan sok ketika di sapa atau di ajak ngobrol. Lalu, maksudnya kemenyan di sini apa?

Jadi begini, kemenyan tersebut bermakna ke “pelet”, yang kesannya seakan-akan mengancam si wanita agar tidak lagi sombong. Sebenarnya maksudnya hanya bercanda saja, namun setidaknya bisa mengingatkan.


“Bak malapehan anjiang takapik, bak manggadangan anak harimau.”

Artinya :

“Ibarat melepaskan anjing terjepit, ibarat membesarkan anak harimau.”

Seseorang yang telah kita bantu saat kesusahan, namun ketika dia sudah di posisi aman, ujung-ujungnya kita sendiri yang dihancurkan. Orang-orang seperti ini tidak tahu berterima kasih dan membalas budi.


“Nan rancak indak bara, nan mati karancakan nan banyak.”

Artinya :

“Yang cantik gak banyak, yang sok cantik yang kebanyakan.”

Kata-kata di atas ditujukan kepada wanita-wanita yang gila rupa setiap hari, berlebihan dalam menghias diri supaya terlihat sangat cantik, padahal tetap saja tidak berubah. Intinya, kalau dari sananya cantik, bagaimanapun tetap cantik.


“Iyo sabana makan katan indak bakarambia.”

Artinya :

“Seakan-akan makan ketan tanpa parutan kelapa.”

Kata-kata di atas akan diungkapkan seseorang ketika dia tidak mendapatkan pelayanan yang baik, bebas dari mana saja, baik dari istri sendiri, pelayanan jasa, ayoman pemerintah dan sebagainya.


“Atur se lah baa rancaknyo, situ kan panitia mah.”

Artinya :

“Atur aja lah gimana bagusnya, situ kan panitianya.”

Kata-kata di atas dulunya saya dengar dari teman ketika masa orientasi mahasiswa, pada awal saya kuliah di Kota Padang. Teman saya mengatakan kalimat itu untuk menyindir senior / panitia penyelenggara yang sewaktu itu bertindak semena-mena.

Baca Juga : Kamus Bahasa Minang Beserta Artinya


Demikianlah, ulasan kali ini mengenai Kata-kata dan Pepatah Minang Sindiran untuk teman, pemimpin dan lain sebagainya. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat dan menjadi referensi utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *