17 Motif Pakaian Adat Sumatera Barat Dan Maknanya

· 4 min read
Pakaian adat sumatera barat

Pakaian Adat Sumatera Barat – Sumbar merupakan salah satu provinsi yang sangat kaya dengan adat dan budayanya. Dari dulu hingga kini, Budaya yang ada dan berkembang terus dijaga, dirawat dan dilestarikan, sehingga tetap hidup dan masih berjalan hingga kini.

Suku Minangkabau menjadi penghuni paling banyak di provinsi ini. Suku ini dikenal sebagai orang-orang yang sangat cinta dengan adat dan budayanya, meskipun sudah berusia sangat lama. Salah satu contoh yang masih senantiasa diterapkan adalah Pakaian Adat Sumatera Barat.

Ada beberapa jenis Baju Adat Minangkabau dan memiliki bagian-bagian yang menjadi ciri khasnya. Pakaian ini umumnya akan dikenakan ketika upacara pernikahan, pengangkatan penghulu, upacara budaya, pameran kesenian, dan lain sebagainya.

Pakaian Adat Sumatera Barat Untuk Pria

Model Pakaian Adat Pria Suku Minang menurut saya sangat keren. Selain itu, tiap-tiap jenis dan aksesorisnya memiliki makna dan pesan yang terkandung didalamnya, yang memiliki nilai budaya luhur dari nenek moyang terdahulu. Berikut, penjelasan lengkapnya.

Baju Panghulu

Pakaian adat sumatera barat
Perpustakaan.id

Dikenal dengan nama baju panghulu (penghulu) atau disebut juga Baju Pamangku Adaik, merupakan pakaian atasan bagi pria. Dulunya, kostum ini dipakai oleh kepala suku yang menjadi pemimpin di suatu masyarakat. Hitam menjadi warna yang mendominasi, di mana melambangkan kepemimpinan.

Seiring perkembangan zaman, baju panghulu ini tidak hanya dipakai oleh pemuka adat saja, melainkan juga untuk pengantin pria ketika melangsungkan pernikahan. Untuk melengkapi kostum, celana yang dipakai berukuran longgar, mencerminkan martabat pria sebagai pemimpin.

Sasampiang

Pakaian adat sumatera barat
Romadecade.org

Pakaian Adat Sumatera Barat untuk kaum pria berikutnya adalah Sasampiang. Sasampiang adalah selendang yang dikenakan di bahu, terbuat dari kain songket khas Sumbar dengan ragam warna yang indah. Selain pria, wanita juga bisa mengenakannya.

Selain sebagai aksesoris baju adat, Sasampiang yang melingkar di bahu ini bermakna keberanian, ketegasan dan kebijaksanaan seorang pria dalam memimpin. Sasampiang sering dipakai ketika upacara adat, pesta pernikahan, pentas seni dan acara-acara lainnya di Sumatera Barat.

Cawek & Sandang

Pakaian adat sumatera barat
Tambahpinter.com

Cawek merupakan ikat pinggang dari kain songket yang melekat di pinggang pakaian pria, yang berfungsi untuk mengeratkan celana yang longgar tadi. Makna dari Cawek ini sendiri adalah ikatan kekeluargaan, silaturahim dan persaudaraan sesama suku Minang dimanapun berada.

Jenis Cawek dalam Busana Khas suku Minang juga beragam, tapi umumnya berwarna merah dengan hiasan kuning, dilengkapi motif batik yang indah. Cawek mengurai hingga se-lutut pria, jadi tidak seperti ikat pinggang biasa, melainkan lebih mirip dengan kain sarung atau kain panjang. Selain Cawek, ada juga sandang.

Deta

Pakaian adat sumatera barat
Bukalapak.com

Deta merupakan salah satu aksesoris Pakaian Adat Sumatera Barat berupa penutup kepala / topi. Deta terbuat dari kain songket atau kain biasa yang dilipat sedemikian rupa seperti sorban, namun Deta membentuk segitiga dan di bagian depannya harus runcing, melambangkan gonjong rumah adat.

Deta umumnya berwarna hitam, namun kini telah memiliki berbagai variasi warna. Uniknya, lain Deta lain pula pemakainya, Deta tertinggi dipakai oleh sang raja. Sedangkan untuk pemangku adat, namanya Deta Saluak Batimbo. Ada pula Deta Cilien Manurun dan Deta Ameh yang diperuntukkan bagi rakyat biasa.

Karih

Pakaian adat sumatera barat
Taldebrooklyn.com

Baju Tradisional Minangkabau Berikutnya adalah Karih (Keris), yang menjadi senjata Tradisional Sumatera Barat paling terkenal. Karih akan diselipkan di pinggang, sebagai aksesoris yang bermakna kesabaran, tidak mudah terbawa emosi dan mampu memikirkan segala sesuatu dengan cara yang rasional.

Karih biasanya dipakai ketika seseorang tengah menggunakan baju panghulu, baik ketika mengisi upacara adat, pertemuan dengan tokoh-tokoh penting, mempelai pria saat pernikahan, makan bajamba, bermusyawarah dan lain sebagainya.

Tongkat

Baju adat Minangkabau
Museumadityawarman.org

Dalam bahasa Minang dikenal dengan nama “Tungkek”. Tongkat ini dijadikan aksesoris yang memiliki makna tersendiri, yakni melambangkan tanggung jawab sebagai pemimpin dalam menjaga amanah. Tongkat biasanya terbuat dari kayu yang dipoles hingga licin, kemudian di cat dengan warna yang umumnya cokelat.

Selain itu, di sepanjang tongkat juga dilukis / diukir motif batik yang beragam. Di bagian tangkainya melengkung seperti tangkai payung sebagai tempat pegangan. Tongkat ini dipakai ketika mengikuti berbagai acara adat, kebudayaan, keagamaan dan event Minangkabau lainnya.

Pakaian Adat Sumatera Barat Untuk Wanita

Setelah membahas Pakaian Adat Sumatera Barat untuk laki-laki, sekarang kita beralih ke perempuan. Untuk perempuan juga memiliki beberapa aksesoris yang tidak dikenakan kaum laki-laki. Apa sajakah itu? Nah, simak ulasannya di bawah ini :

Baju Batabua

Baju adat Minangkabau
Theshonet.com

Jika untuk kaum pria ada baju panghulu, maka untuk kaum wanita bernama Baju Batabua. Batabua dalam bahasa Indonesia adalah “Bertabur”, karena baju atasan Bundo kanduang ini bertaburan corak, motif benang emas dan hiasan yang sangat indah, serta terbuat dari kualitas kain yang baik.

Untuk warnanya sendiri juga bervariasi, namun yang digunakan sebagai kostum perkawinan adalah yang berwarna merah. Sedangkan untuk acara-acara lainnya, biasa mengenakan warna lain seperti hitam, biru, kuning, lembayung dan lain-lain.

Kesan yang diberikan oleh orang yang mengenakannya sangat mewah, terlihat bagaimana Bundo Kanduang sangat dihargai di ranah Minang. Motif bajunya hampir sama dengan Baju Kurung khas Aceh, karena memang dua provinsi ini masih dari satu rumpun, yakni Melayu. Keseluruhan longgar sehingga tidak membetuk lekukan tubuh wanita.

Lambak

Baju adat Minangkabau
Nasbahrygallery1.blogspot.com

Pakaian Adat Sumatera Barat berikutnya adalah Lambak, yang menjadi bawahan dari Baju Batabua. Rok yang dikenakan terbuat dari kain songket pilihan dengan corak benang emas yang menawan. Untuk pakaian pernikahan, warna yang dikenakan selaras dengan atasan, yakni merah.

Lambak termasuk jenis kain sarung. Selain dari songket, ada juga yang terbuat dari kain songket. Teruntuk menghadiri acara-acara yang lain selain pernikahan, si pemakai boleh mengenakan warna apa saja, sama halnya dengan baju Batabua.

Tengkolok Bertanduk

Busana khas suku minang
Inkuiri.com

Tengkolok Bertanduk merupakan salah satu properti Baju Adat Suku Minang berupa penutup kepala yang dikhususkan untuk wanita-wanita Minang. Tengkolok dikenal juga dengan nama Tanjak, bukan hanya dipakai oleh perempuan saja, namun juga laki-laki. Hanya saja, pemakainya mayoritas masih perempuan.

Tengkolok ini terbuat dari kain biasa, kain songket hingga tenun dengan variasi warna, corak dan motif. Ada yang polos, namun ada pula yang dipenuhi ukiran-ukiran yang indah. Makna dari Tengkolok ini sendiri adalah mencerminkan derajat kaum wanita sebagai penghuni atau pemilik Rumah Gadang.

Balapak

Busana khas suku minang
Winnymarlina.com

Bapalak merupakan kain selendang yang terbuat dari tenunan atau songket, yang dikenakan kaum perempuan dan mencerminkan bahwa mereka telah dewasa, siap menikah dan siap menjadi ibu rumah tangga. Balapak juga ada dalam model Tingkuluak atau penutup kepala, seperti yang pernah dipakai Nikita Willy ketika Prewedding dulu.

Salempang

Busana khas suku minang
Museumadityawarman.org

Disebut juga dengan nama Tingkuluak, Salempang merupakan kain panjang serbaguna yang terbuat dari tenun atau songket berbentuk selendang. Kain Salempang dipakai oleh perempuan yang sudah dewasa, dan diharapkan bisa menjadi suri tauladan bagi generasi-generasi penerus.

Minsie

Pakaian Adat Sumatera Barat berikutnya adalah Minsie, yakni bis tepi pada baju yang diberi benang emas. Makna minsie ini mendeskripsikan betapa luasnya demokrasi di ranah Minang, namun masih memiliki batasan-batasan tertentu.

Dukuah

Busana Adat Minangkabau berikutnya bernama Dukuah. Dukuah merupakan perhiasan berupa kalung besar dengan berbagai corak, berwarna kuning emas dan dipakai ketika perempuan sedang melaksanakan pesta perkawinan. Ukurannya besar hingga menutup bagian dada, perannya mempercantik penampilan mempelai wanita ketika itu.

Galang

Galang dalam bahasa Indonesia adalah Gelang, pastinya sudah tahu lah ya bentuknya seperti apa. Sebagai aksesoris dari Baju Adat Bundo Kandung, Galang memiliki motif yang bervariasi, begitu pula dengan ukurannya. Untuk soal warna, biasanya kuning keemasan.

Perhiasan

Selanjutnya ada rentetan perhiasan yang bisa kita lihat menghiasi pengantin wanita, mulai dari cincin, gelang dan kalung yang notabene berwarna kuning. Semua perhiasan-perhiasan ini akan dikenakan seiring dengan baju adat yang dipakai.

Suntiang

Aksesoris baju adat Sumbar
Liputan6.com

Yang terakhir adalah Suntiang. Semua pasti sepakat bahwa Suntiang menjadi salah satu aksesoris baju adat asli Minangkabau. Hiasan sebagai penutup kepala ini dipakai dalam banyak acara, mulai dari pernikahan, pentas tari Tradisional, drama teater, dan upacara-upacara adat lainnya.

Baca Juga : Upacara Adat Sumatera Barat

Nah, demikianlah ulasan kali ini mengenai Pakaian Adat Sumatera Barat beserta gambar dan makna yang terkandung didalamnya. Semoga ulasan di atas bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *