Arti, Makna & Lirik Lagu Pulanglah Uda – Ria Amelia

· 2 min read
Lirik lagu pulanglah Uda

Lirik Lagu Pulanglah UdaLirik Lagu Minang yang sangat fenomenal dan tersohor hingga kini, awalnya dipopulerkan oleh Hetty Koes Endang, dan telah dinyanyikan ulang oleh beberapa musisi Minang lainnya seperti Ria Amelia, Kintani, Syifa Maulina, Shany dan lainnya. Video resminya diupload ke YouTube pada 8 Desember 2012, dan mendapat view lebih dari 8 juta kali.

Judul : Pulanglah Uda
Penyanyi : Hetty Koes Endang / Ria Amelia
Pencipta : Syam Tanjung & Yongky RM
Tahun Rilis : 1993

Menjadi booming pada awal perilisannya, penyanyi keturunan Sunda-Minang Hetty Koes Endang berhasil membawakan Lirik lagu Minang Pulanglah Uda ini dengan sangat apik, dan diterima dengan sangat baik oleh kalangan masyarakat, terutama Minangkabau. Hingga kini, lagu ini masih terus populer dan masuk dalam salah satu Lirik Lagu Minang Paling Terkenal.

Lagu bertemakan kerinduan terhadap kekasih ini kemudian dinyanyikan ulang oleh Ria Amelia di tahun 2012. Lirik Lagu Pulang lah Uda semakin sukses membuat setiap pendengarnya menitikkan air mata, akan kepedihan cinta jarak jauh yang tak kunjung kejelasannya. Berikut, ulasan selengkapnya untuk kamu.

Lirik Lagu Pulanglah Uda

Uda kanduang di rantau urang
Pulanglah, Uda di tanah Jao
Rindulah lamo indak basuo apo ka dayo
Lupo kok Uda jo diri Denai
Sumpah jo janji maso sapayuang kito baduo

Ondeh Uda sibiran tulang
Lah tibo pulo kapa balabuah
Uda den nanti di Taluak Bayua ndak kunjuang tibo
Lah tibo pulo kapa balabuah
Uda den nanti di Taluak Bayua ndak kunjuang tibo

Ondeh… Uda pulang lah Uda..

Di tanah Jao di rantau urang
Kini lah lupo kini lah lupo jo gadih Minang
Jankan surek kaba barito
Denai mananti denai mananti jo aie mato

Malangnyo badan cinto digantuang indak batali
Malangnyo badan cinto digantuang indak batali
Ondeh… Uda pulanglah Uda..

Di tanah Jao di rantau urang
Kini lah lupo kini lah lupo jo gadih Minang
Jankan surek kaba barito
Denai mananti denai mananti jo aie mato

Malangnyo badan cinto digantuang indak batali
Malangnyo badan cinto digantuang indak batali

Ondeh… Uda oi pulanglah Uda..

Arti Lagu

Berikut, adalah Arti Lirik Lagu Pulanglah Uda buat kamu semua :

Abang sayang di rantau orang
Pulanglah Abang yang di tanah Jawa
Rindu sudah lama tidak bersua, apalah daya
Lupakah Abang pada diriku
Sumpah dan janji masa sepayung kita berdua

Abang sayang di jantung hati
Sudah tiba pula kapal berlabuh
Abang ku tunggu di teluk Bayur, tak kunjung tiba

Oh Abang, pulanglah Abang…

Di tanah Jawa di rantau orang
Kini sudah lupa kini sudah lupa dengan gadis Minang
Jangankan surat kabar berita
Aku menanti aku menanti dengan air mata

Malangnya badan, cinta digantung tidak bertali…

Baca Juga : Lirik Lagu Marantau – Ades Sadewa

Makna Lagu

Lirik Lagu Pulanglah Uda bercerita tentang kerinduan seorang wanita kepada kekasihnya yang sedang berada di perantauan, tepatnya di Pulau Jawa. Kerinduan kian tumbuh seiring bulan dan tahun berganti. Dia selalu ingat sumpah dan janji yang dulunya telah terukir.

Sesekali, dia mengunjungi Pelabuhan Teluk Bayur, yang ada di kota Padang. Setiap kapal yang berlabuh, dia berharap kekasihnya pulang, namun tak kunjung datang. Bahkan, kabar dan surat pun tak pernah ia terima dari kekasihnya yang di perantauan.

Yang membuatnya semakin sakit adalah, cinta yang mereka bina sebelum berpisah dahulu, kini tak jelas bagaimana keadaannya, ibaratkan digantung tanpa tali, tak ada kabar, apakah yang di rantau sudah menemukan yang atau masih setia bersama cinta lama.

Menurut saya, dari Lirik Lagu Pulanglah Uda ini menggambarkan salah satu cobaan ketika menjalani hubungan asmara di tanah Minang, karena budaya di sana mengisyaratkan kepada pemuda Minang yang sudah remaja untuk merantau. Dan juga, mereka akan enggan pulang sebelum sukses.

Baca Juga : Lirik Lagu Isak Mangana Untuang – Yen Rustam


Demikianlah, ulasan singkat kali ini mengenai Lirik Lagu Pulanglah Uda dari Ria Amelia dan Hetty Koes Endang, beserta arti dan makna yang terkandung dalam lagu ini. Semoga bisa bermanfaat dan menjadi referensi utama. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *