Karih Minang, Antara Senjata & Tradisi Adat

· 1 min read
Materi Karih Minang Sumatera Barat

Jika saya mengatakan Karih Minang, mungkin belum terlalu familiar. Namun jika saya mengatakan Keris, saya yakin kalian semua sudah pasti tahu. Jadi, asal kalian tahu saja, Karih adalah salah satu Senjata Tradisional Minangkabau yang dalam bahasa Indonesianya adalah Keris.

Namun diantara kedua senjata adat ini, terdapat segenap perbedaan, baik dari segi sejarah, kegunaan hingga pembuatannya. Yang sama hanya bentuknya saja. Nah, berikut adalah penjelasan lengkapnya. Silakan simak sampai selesai dan semoga bisa bermanfaat. Check this out…

Inilah Karih Minang, Senjata Adat Sunatera Barat

Karih merupakan senjata tikam berjenis belati, di mana kedua sisinya sama-sama tajam. Bentuknya sangat khas dan mudah dibedakan dengan jenis senjata lainnya. Karih tidak simetris, di bagian pangkal melebar dan mengecil hingga ke ujung. Bilahnya lebih dominan melekuk-lekuk membentuk seni khas Minangkabau.

Berkaca dari Sejarah Karih Minang di Sumatera Barat, pada awal kemunculannya dipergunakan sebagai senjata peperangan, serta untuk melindungi diri dari serangan musuh ketika keluar rumah. Selain itu, fungsi lainnya yakni untuk alat dapur. Alat ini dulunya serbaguna bagi kehidupan untuk orang Minang.

Hal unik lainnya adalah Bentuk Karih yang sarungnya dihiasi ukiran-ukiran indah, dengan berbagai motif yang berbeda. Begitu pula dengan tangkai / ulu-nya. Untuk soal warnanya, dominan berwarna cokelat gelap atau terang, menyerupai warna kulit kayu bagian dalam.

Fungsi Karih Minangkabau

Seiring perkembangan zaman, Karih tidak lagi difungsikan sebagai alat pelindung diri atau alat dapur, namun keberadaannya lebih dekat dengan berbagai upacara adat, perayaan Budaya dan sejenisnya di ranah Minang. Biasanya akan dipakai oleh pemimpin kaum, pemangku, pemuka adat, pemegang adat / Sako, dan sejenisnya.

Selain dipakai para pemuka adat, Karih Minang juga menjadi aksesoris mempelai pria ketika menjalani resepsi pernikahan. Karih akan diselipkan di pinggang bagian kanan depan, beserta dengan serungnya. Keberadaan senjata Tradisional Sumatera Barat yang satu ini sekaligus menjadi ciri khas orang Minang, dimanapun mereka berada.

Jika dikaji dari segi simbolik, maka Karih Minang berfungsi sebagai hakim, yakni penyelesai sengketa atau persoalan di dalam kaum dan nagari. Selain itu, jika Karih dipegang dengan posisi tegak lurus, akan membentuk huruf Alif dalam bahasa Arab, yang melambangkan ajaran tauhid tentang keberadaan Allah SWT.

Dikutip dari buku yang berjudul “Menjadi Pangulu” karya Yulfian Azrial, makna Karih Minang ini dikatakan pula sebagai Lahiriah dan Batiniah. Dimaksud Lahiriah yakni menyimbolkan hubungan melambangkan gulungan antara Pangulu dengan anak-kemenakan yang dipimpinnya. Hal ini bisa dilihat dari bentuk ulu atau tangkainya.

Sedangkan makna Batiniah yakni menjadi sumber ajaran utama bagi setiap pewaris sako atau calon pemimpin di Minangkabau. Beberapa bagian Keris Minang ini yakni Ulu, punting dan tali menyimbolkan 3 lembaga adat Minang, yakni adat sambah- manyambah, adat baso jo basi serta adat siriah jo pinang.

Gambar Keris Minang

Setelah mengetahui bagaimana keterangan beserta kegunaannya, berikut adalah beberapa gambar Karih Pusako yang bersumber dari beberapa referensi di internet :

Motif sarung Karih Minang
Tambominangkabau.com
Senjata Tradisional Sumatera Barat
Tokopedia.com
Foto Keris Sumbar keren
Bukalapak.com
Karih Minangkabau yang terkenal
Wikipedia.com
Gambar keris Sumatera Barat
Facebook.com

Baca Juga : Kerambit Minang, Senjata Tradisional Yang Mendunia

Penutup

Demikianlah, ulasan singkat kali ini mengenai Karih Minang sebagai pusako senjata legendaris di Provinsi Sumatera Barat. Semoga informasi di atas bermanfaat dan menjadi referensi utama. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *